MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 40



Ketika mereka akan melangkah, terdengar suara bel berbunyi yang menandakan agar semua murid segera berkumpul di lapangan basket. Amel dan Luna telah dulu berbaris dan disusul oleh Nana. Sementara Fahri, dia menuju ke barisan lokalnya yang tak jauh dari lokal Nana.


" Na, mertua lo ada di sini juga?" tanya Amel


" hah?? gak tau gue.. Mana?"


" tu didepan, perasaan gue gak enak nih Na" kata Luna


Tak lama kemudian, para guru, staf sekolah dan kepala sekolah telah ikut berbaris didepan para siswa siswi SMA Tunas Bangsa.


Sigit Halmusd, selaku pemimpin yayasan dan pemilik SMA Tunas Bangsa maju dan mengumumkan sesuatu.


" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.. selamat pagi semuanya. Saya tidak akan berlama-lama, saya hanya mengumumkan sesuatu. Beberapa hari yang lalu, ada kejadian yang kurang mengenakkan yang terjadi menimpa keluarga kami. Dimana salah satu murid disekolah ini telah melakukan kekerasan dan penganiayaan kepada keluarga saya, lebih tepatnya menantu saya, Rachia Gheana Samudra, istri dari putra saya Ananda Fahri Halmusd. Saya tidak akan memperpanjang urusan ini ke polisi, selagi orang itu mau meminta maaf kepada menantu saya secara langsung. Kami tunggu permintaan maaf darinya terhitung saat ini hingga 24 jam kedepan. Tapi jika hal ini terjadi sekali lagi, saya tidak akan segan-segan melaporkan hal ini kepihak yang berwajib. Karena, kemarin kejadian itu hampir merenggut nyawa cucu saya yang sedang dikandung oleh menantu saya. Jadi saya ingatkan sekali lagi, jangan pernah mencoba mencari masalah dengan keluarga Halmusd jika kalian masih ingin bersekolah disini. Dan satu lagi, menantu saya bukan perempuan jalang seperti rumor yang sedang beredar. Menantu saya seorang wanita terhormat, yang terlahir dari keluarga Samudra. Putra dan menantu saya telah menikah 6 bulan yang lalu, meskipun kami belum mengadakan pengumuman dan resepsi. Karena ini berkaitan dengan permintaan dari menantu saya sendiri yang tak ingin diperlakukan istimewa di sekolah ini. Baiklah, cukup sekian pemberitahuan dari saya, Selamat pagi " kata pak Sigit mengakhiri pemberitahuannya.


Nana meneteskan airmatanya, karena ia merasa mertuanya begitu menyayanginya hingga melakukan hal seperti tadi.


Beberapa murid pun mulai kasak kusuk membicarakan pengumuman tadi.


" patah hati gue, pangeran sekolah ini udah jadi suami orang" kata salah satu murid perempuan


" gue juga.." kata yang satu lagi sambil menangis


" apalagi gueee" sahut yang lain


Sementara itu, Raydan terlihat bersandar tak berdaya di dinding kantin sekolah. Cintanya yang telah ia pendam sejak lama kepada Naan telah dihancurkan begitu saja tanpa bisa ia cegah.


" sabar bro, ikhlasin.. gue yakin lo akan dapat gantinya" ujar jason


" iya, masih banyak cinta suci di luaran sana yang menantikan balasan dari elo bro" tambah Alex


"gue gak nyangka, rasanya masih kayak mimpi ini semua. Udah 2 tahun gue memendam perasaan gue buat Nana, disaat gue udah mulai memberanikan diri buat itu semua, kenapa harus ada fakta lain" kata Raydan lemah


Di kelas, Nana, Amel dan Luna duduk sambil sesekali bercanda.


" Gue jadi pengen dapat mertua kayak mertua Nana" khayalan luna


" nikah sono, suruh kak Andre cepet ngelamar biar lo bisa punya mertua juga" sahut amel


" ishhh elo ya Mel, gak bisa liat gue seneng dikit aja" sahut Luna


" udah-udah, kenapa kalian sih jadinya yang berantem. Anak gue denger nih, gak baik buat pertumbuhan dia" jawab Nana


" uh uh ponakan onty yang ganteng, maafkan onty ya sayang" Amel dan Luna buru-buru memegang perut Nana sambil mengelus lembut.


" eh, dia nendang lo, gue kerasa dikit" ujar Luna antusias


" gue juga" kata Amel tak mau kalah.