
Akhirnya, Pagi ini Nana, Fahri serta para sahabat mereka telah berad di bandara menuju ke Jogjakarta. Serta sang ibu mertua yg masih saja dengan kecerewetannya menyarankan agar mereka menggunakan jet pribadi milik keluarga Fahri. Namun tetap saja, Nit tidak bisa menolak keinginan menantu tercintanya. Alasan Nana, ia hanya ingin merasakan naik pesawat seperti orang lain. Karena selama ini, papi dan maminya selalu menggunakan pesawat pribadi milik mereka jika ada keperluan keluar kota atau liburan.
" sayang, kamu jaga cucu mama baik-baik ya, jangan sampai telat makan, istirahat yang cukup. Dan satu lagi, belanja lah sepuas hati kalian, karena mama akan marah kalau barang bawaan kalian sedikit saat pulang nanti" kata Nita
" siap mama sayang, apapun perintah mama akan Nana lakukan." kata Nana sambil memeluk mertuanya
" Dan itu juga berlaku buat Amel dan Luna" kata Nita
" kami yang cowok-cowok kok gak dikasih belanja juga ma? mama gak adil nih" protes Fahri
" iya buat yg cowok juga, mama wajibkan kalian belanja sepuasnya tanpa terkecuali" ucap Nita
" wuishhh tante emang yang terbaik.." ujar Hans mengacungkan kedua jempolnya
" kemana lagi kan nyari nyokap yg kayak mama ini.. limited edition" sambung Andre
Tak lama suara panggilan untuk penumpang pesawat menuju Jogja pun terdengar. Mereka pun seger berpamitan kepada Nita.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setengah jam kemudian, sampailah mereka di Jogja. Mereka segera berangkat menuju villa milik Andre dengan taxi.
" besar juga villa kamu sayang" kata Luna
" belum sebesar cinta aku ke kamu kok yank" goda Andre
" dasar bucin!!!!" kata Hans
" bilang aja lo ngiri karena belum bisa ngerayu ade gue" jawab Andre
" kak, aku pengen istirahat nih, kamarnya yang mana?" tanya Nana
" Fahri dan Nana dapat kamar utama ya. Itung-itung kado babymoon dari gue" jawab Andre
" terus gue sama lo gitu Ndre?" kata Hans
" ya kali lo mau bobo bareng ade gue"
" kalau dibolehin sih ayukkk" jawab Hans
" gue potong tu kebun jahe lo kalau berani macam-macam" jawab Andre dengan tatapan dingin
" sensi amat lo Ndre!!!"
Nana dan Fahri segera masuk kedalam kamar mereka.
" yank, boleh mint pijitin gak? badanku pegel semua" rengek Nana kepada suaminya
" buka baju kamu yank, biar aku pijitin"
" kok buka baju?"
" terus aku ngolesin minyak pijitnya di baju kamu ?"
" hehehe gak juga sih"
" ya udah baring gih, aku ambil minyak pijit dulu di koper"
Beberapa menit kemudian Fahri mulai memijat istrinya. Sesekali dia menelan ludah karena penampakan seksi Nana. Kulit putih halus, payudara yang semakin berisi dan bulat padat, pinggul yang semakin besar, leher yang menggoda. Semuanya itu secara tidak sadar telah membangunkan si Fahri junior.
Saat ini Fahri sedang memijat area pangkal paha Nana. Sesekali dia dengan sengaja menyentuh inti Nana yang terpampang polos di depan matanya. Namun hal itu lama-lama membuat si empunya meengeluarkan desahan yg semakin membuat Fahri On.
" ahhhhh kamu nakal yankkk"
" nakal gimana?"
" tangan kamu kenapa mampir kesitu jugaaa"
Tanpa aba-aba Fahri langsung membuka paha Nana dan memposisikan wajahnya di depan Inti yang mulai basah. Fahri mulai menyapukan lidah nya dengan lihai dan menenggelamkan wajahnya diantara aroma wangi milik istrinya..
" auuu yaaankk.. kamu bikin aku mau meledakkk"
" lepasin aja yank..."
" Fahriiiiii aahhhhhhh"
Nana mendapatkan pelepasan nya. Kemudian Fahri seger beralih dengan memasukkan junior yang sudah meronta-ronta dari tadi itu kedalam inti yang sudah dibanjiri oleh cairan Nana.
" Fasterrr babyyy.. ahhhh auuuu" racau Nana
" ughhh yes honeyyy.. punya kamu njepit bangetttt"
Setelah beberapa lama berganti posisi mereka pun akhirnya mendapatkan pelepasan mereka bersamaan dan tidur saling berpelukan.