MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 39



" huft.. akhirnya bisa menghirup udara rumah juga" nana menghembuskan nafas lega serta merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


Fahri pun menyusul untuk merebahkan diri disamping nana. Sambil menatap wajah istrinya, dia membelai lembut rambut nana.


" sayang, terima kasih atas semuanya. Aku tahu ini tidak mudah buatmu, kamu harus mengandung buah hatiku disaat orang-orang seusiamu sedang menikmati masa mudanya. Kamu mengorbankan semuanya, kebahagianmu, kebebasanmu, waktumu dengan keluargamu" kata fahri sambil menatap wajah istrinya


" sayang, kamu tahu? mungkin pas malam itu, timbul penyesalan terbesar dalam hidupku. Mungkin aku sempat berfikiran sama denganmu seperti saat ini. Namun setelah aku merasakan cintamu, kasih sayangmu, tanggung jawabmu, aku bahagia sayang. Jangan pernah kamu mengira aku tertekan dengan semua ini. Aku bahagia sayang, aku bahagia dengan cintamu suamiku. Aku bahagia memiliki kamu disisiku, memiliki mami papi, memiliki mama nita dan papa sigit, memiliki amel dan luna, serta kak andre dan juga kak han. Aku tidak pernah merasa sendiri hingga saat ini, aku selalu merasa jadi prioritas dalam hidup kalian." kata nana sambil menggenggam tangan suaminya


" i love you, Nana ku.." fahri mengecup kening nana


" love you more Fahri ku.." balas nana


" sayang, dari tadi dedek nendang-nendang terus nih" kata nana meringis sambil memegang perutnya


" dia juga ingin segera berada ditengah-tengah kita kayaknya sayang" jawab fahri seraya mengelus lembut perut nana. Dan fahri merasakan tendangan anaknya itu saat ini..


" dek, kangen sama daddy?" tanya fahri yg langsung mengambil posisi tepat di depan perut nana


" yes daddy, i miss you.." nana menirukan suara anak kecil sambil tertawa


Tak lama terdengar suara ketukan pintu,


" den, non, makan malam sudah siap. Tuan dan Nyonya sudah menunggu"


Ternyata bik yani yang memanggil,


" ya bik, sebentar lagi nana dengan kak fahri akan turun" jawab nana


Mereka segera menyusul ke meja makan dan segera menyantap makan malam karena Nana begitu lapar saat ini.


" sayang, kata Fahri bayi kalian laki-laki ya?" tanya papi yusuf dengan mata berbinar. Yusuf memang sudah lama menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya kelak. Namun apalah daya, mami ratih divonis tidak bisa hamil lagi semenjak nana berumur 5tahun karena sebuah penyakit.


" iya pi, bayi nana laki-laki." jawab nana smabil tersenyum


" Akhirnya.. terima kasih banyak sayang" papi yusuf tersenyum kearah nana sambil memegang tangan istrinya


" mi, besok pagi nana udah boleh sekolah kan? nana bosen gak liat sekolah"


" gimana menurut kamu fahri?" tanya yusuf


" Fahri terserah gimana Nananya aja pi. Nanti kalau fahri paksa dirumah juga ga baik buat kondisi kesehatan nana yg gak boleh stress" jawab fahri


" Ya udah, tapi kamu harus janji jangan kecolongan kayak kemarin lagi. Kemana-mana harus bawa suamimu atau enggak amel dan luna" kata yusuf


" siap komandan" kata nana dengan gaya hormat dan diiringi oleh senyuman dari semua orang yang ada di meja makan.


*******


Keesokan harinya, Nana dan Fahri telah sampai di sekolah. Kali ini bukan hanya tatapan sinis dari para fans Fahri, namun juga berita tentang kehamilan nana yg telah tersebar. Semua orang sedang berbisik-bisik memandangi nana serta perut nana yang mulai sedikit membuncit.


" yank, aku risih dipandangi mereka" kata nana meremas tangan Fahri


" kamu gak usah khawatir, sebentar lagi mama dan papa akan mengurus semuanya sayang" ujar fahri menenangkan nana.