
Pagi ini, nana sudah sampai di kelasnya. Namun tiba-tiba dia merasakan mual yang hebat, padahal sebelumnya mual yg dia rasakan sudah agak hilang.
Nana langsung berlari menuju toilet karena sudah tidak tahan ingin mengeluarkan isi perutnya. Nana bersandar pada dinding toilet karena merasa lemas. Namun betapa kagetnya dia karena seseorang sudah berdiri dihadapannya.
" kak mikha?" kata nana kaget
" lo kenapa? lo hamil?" tanya nya sinis
" enggak kok kak, aku lagi gak enak badan aja" jawab nana
" alah alesan lo, jalang tetep aja jalang" katanya mulai mendekat kearah nana
" kakak mau apa?" kata nana sedikit ketakutan
" gue? gue mau ngancurin muka lo biar fahri gak suka lagi ama lo.. hahahahaaaaa" kata mikha seperti orang yg sedang kesetanan
" kak, jangan kak" kata nana ketakutan
Namun tenaga mikha lebih kuat, dia menjambak rambut nana, membuat nana menjerit ketakutan. Kemudian dia mulai menampar pipi nana hingga ujung bibir nana sobek dan mengeluarkan darah
" ya tuhan, lindungi bayiku" doa nana dalam hati sambil menangis
" kenapa? takut lo? hahahaha" kata mikha kembali menjambak rambut nana
Dia pun mendorong tubuh nana hingga nana terjatuh dan terhempas dilantai
" aduuuhhh... sakitttt" kata nana
" jauhi fahri!!! atau lo akan ngerasain yg lebih dari ini" ancam mikha dan kemudian dia pergi meninggalkan nana yg sedang kesakitan
Amel dan luna merasa cemas, karena nana belum juga kembali dari toilet. Amel dan luna memint izin kepada gurunya yg sedang mengajar untuk mencari nana.
" astaga nanaaaa!!!" ujar amel yg terkejut melihat nana pingsan dalam toilet dengan wajah lebam akibat tamparan.
" lun, lo cepat kekelas kak fahri," kata amel
Luna langsung berlari kearah lokal fahri. Sesampainya disana dia meminta izin kepada guru yg sedang mengajar dilokal fahri.
" kenapa lun?" kata fahri
" nana pingsan kak dikamar mandi." kata luna
Fahri pun langsung berlari dengan panik kekamar mandi. Sesampainya disana dia langsung menggendong nana dan segera membawa nana kerumah sakit.
" ya tuhan, bertahan sayang..." kata fahri cemas
Amel dan luna pun ikut menemani fahri. Sesampainya dirumah sakit, fahri segera menelfon mamanya.
" ma, cepetan kesini ma.. nana masuk rumah sakit" kata fahri
Nana sedang ditangani oleh dokter didalam ruangan, sementara fahri, han, amel dan luna sedang menunggu didepan ruangan.
Tak berapa lama mama papa fahri datang, namun mami dan papi nana sedang ada diluar negri jadi tidak bisa datang cepat.
" kenapa bisa begini nak?" kata mama nita
" fahri gak tau ma, tiba-tiba luna datang kelokal fahri ngasih tau kondisi nana" kata fahri dengan airmata yg tanpa sadar telah menetes di pipinya.
" tadi pas mau mulai belajar nana mual tante, terus dia bilang mau ketoilet, tapi udah setengah jam kok gak balik2, jadi kami mencari nana. ternyata nana udah seperti ini tante, seperti nya ada seseorang yg menyakiti nana" kata luna
" pa, infokan pada sekolah untuk mengusut ini pa. Mama mau keadilan untuk menantu dan cucu mama pa" kata mama nita pada suaminya.
" kalau perlu umumkan pada satu sekolah bahwa nana adalah menantu keluarga kita, biar orang itu berfikir 2x untuk berbuat jahat kepada menantu kita" lanjut mama nita
" baik ma, papa akan bicarakan dengan pihak sekolah" kata papa fahri.