MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 34



Fahri dan Nana sudah sampai dirumah, diikuti oleh mama nita dan beberapa pembantu untuk beres2 barang.


" mama" ujar nana memeluk mertuanya


" sayang, kamu sehat kan nak?" ujar nita


" sehat donk ma, mama gak ke rumah sakit hari ini?" tanya nana


" enggak sayang, mama mau bantu kalian pindahan. Kasihan kan kamu ntar kecapekan gak ada yang bantuin" ujar nita


Fahri langsung membereskan barang nana dan memasukkan kedalam mobil. Mereka pun segera menuju appartement. Sesampainya disana, fahri dan mama nita serta para pembantu mulai membereskan barang2 di appartement. Sementara nana, hanya boleh melihat dan disuguhi cemilan oleh mertuanya.


" fahri, nana, malam ini kalian nginap tempat mama ya. mama tadi udah masak banyak buat makan malam. Kan siap nikah kalian belum ada nginap dirumah" pinta mama nita


" nana setuju aja ma, gimana yank?" tanya nana pada suaminya


" ya udah malam ini tempat mama" ujar fahri


" ya udah yuk kita pulang" kata mama


Sesampainya dirumah besar, papa sigit menyambut istri serta anak dan menantunya.


" papa.." ujar nana memeluk mertuanya


" sayang, papa kangen kalian" ujar papa sigit


" papa, kayak gak ketemu setahun aja" cibir fahri


" bilang aja kamu iri melihat papa peluk istri kamu" ujar papa


" ya udah kita makan dulu yuk" ajak mama


******


Sementara Luna saat ini sedang menemani pacarnya itu melihat laporan salah satu club miliknya. Andre pun membawa luna menuju ruangan pribadinya. Sebelum itu, luna telah berganti pakaian sekolahnya dengan jeans dan baju kemeja polos warna soft pink serta sepatu ket yg tampak pas di tubuh luna.


" kak, ini ruangan kamu? " ujar luna melihat dengan kagum


" iya sayang, ini ruangan aku. Kamu mau istirahat? diruangan itu ada tempat tidur. Kerjaan Aku mungkin sekitar 1 jam baru beres." ujar Andre


" baiklah kak, aku mau istirahat dulu ya" ujar luna bergegas menuju ruangan yg ditunjuk andre


Tak terasa kerjaan andre sudah selesai, dia pun berniat membangunkan luna untuk mengajaknya makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Namun niatnya terhenti karena melihat wajah polos luna yg sedang tidur. Andre pun segera mengambil posisi tidur disamping luna. Andre memandangi wajah cantik luna, sembari sesekali menyibakkan rambut cantik itu kebelakang telinga.


" aku mencintaimu sayang" ujarnya lirih hingga tak sadar dia mengecup kening luna dengan lembut


" hmm kak andre.. kamu udah siap?" ujar luna lirih


" sudah, tapi aku tidak tega membangunkanmu cantik" ujar andre


Pipi luna langsung memerah mendengarkan pujian andre. Andre saat ini mendekatkan wajahnya di depan wajah luna. Perlahan dia memberanikan diri mengecup sekilas bibir ranum warna merah milik luna. Merasa tidak ada penolakan dari luna, dia lantas melanjutkan ciuman itu, melumat bibir luna. Luna memberanikan diri membuka bibirnya dan membalas ciuman dari andre. Sekitar 1 menit mereka berciuman, Andre pun melepas pagutan bibirnya pada luna. Dia memandangi wajah cantik itu sambil kembali membelai rambut hitam milik luna.


" aku mencintaimu sayang" ujar andre mengungkapkan perasaannya tanpa ragu, karena dia memang sudah menaruh hati kepada sahabat adiknya itu.


" aku juga mencintaimu kak" balas luna dengan malu-malu


" hmm udah malam, kita cari makan yuk sayang, aku udah laper nih" ujar andre


Mereka pun pergi meninggalkan club milik andre dan pergi kesebuah restoran jepang.