MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 15



Pagi ini, hidung nana sudah dimanjakan dengan aroma sepiring nasi goreng udang.


" hmmm harumnya..." ujar nana namun dengan mata yg masih tertutup


" pagi sayangku.." ujar fahri menyapa kekasihnya itu sambil tersenyum


Nana perlahan membuka matanya. Ia melihat fahri telah membawakan sepiring nasi goreng udang dan susu.


" sedap ni kayaknya bie, aku makan ya bie"


" ini memang untuk kamu sayangku.." ujar fahri sambil mengecup puncak kepala nana


Nana pun makan dengan lahap seakan2 ia takut makanannya bakal diambil orang. Fahri pun tertawa melihat tingkah kekanak-kanakan nana.


" pelan2 sayang" ujarnya lembut


nana hanya tersenyum sambil mulut penuh dengan makanannya. Nana heran, kalau masakan fahri pasti ia tidak akan muntah, mungkin anaknya memang suka perhatian papanya itu.


" bie, hari ini bik yani udah pulang. Papi sama mami juga bakalan pulang malam ini" ujarnya


" hufttt, berarti aku gak nemenin kamu donk malam ini sayang" ujar fahri


" besok kita ketemu disekolah ya bie" ujar nana menenangkan hati papa calon anaknya itu


Setelah bik yani datang, fahri pun pamit pulang. Nana melepas kepergian fahri dengan sedih, mungkin itulah yg dirasakan oleh anaknya saat ini didalam. Sedih terpisah dengan papanya.


Malam ini, semua orang telah terlelap tidur. Namun tidak dengan nana. Ia begitu ingin makan sate padang tempat ia dan fahri pernah makan waktu itu sepulang sekolah. Nana lalu menelfon fahri


" bie.. kamu lagi apa? kami merindukanmu bie" ujar nana dengan nada sedih


" kenapa sayang? apa perlu aku kesana sekarang?" ujar fahri


" aku pengen makan sate padang bie.. " ujar nya


" hmm baiklah tunggu disana sebentar lagi aku datang" ujar fahri buru2 keluar dari apartement dan mengemudikan mobilnya.


" sayang, aku udah didepan rumah kamu. Kamu bisa keluar?"


" iya tunggu sebentar bie aku turun ya"


Nana buru2 masuk kedalam mobil fahri. karena memang kondisinya sudah sangat tengah malam jadi nana yakin kedua orang tuanya telah tidur.


Sesampainya dimobil, nana yg sangat merindukan pelukan fahri pun langsung memeluk fahri dengan erat hingga tak terasa ia meneteskan air matanya.


" heii jangan nangis cantik.. " ujar fahri sambil membelai lembut rambut nana.


" aku rindu kamu bie.. aku gak bisa kalau gak tidur didekat kamu"


" sabar sayang.. suatu saat kita pasti akan bersama dan takkan terpisahkan" fahri mencoba menenangkan nana, karena fahri tau nana sedang mengalami hormon kehamilan yg membuat ia menjadi sedikit manja.


" tapi aku gak kuat bie"


" kalau gak kita bilang aja lagi sama orang tua kita yank, biar kita bisa menikah. aku akan cari waktu yg pas untuk bilang dengan papa mama ku dulu ya" ujar fahri


Nana hanya menangguk pasrah karena tak ada jalan lagi selain itu. Ia tak ingin sedetik saja berpisah dari fahri.


" oia mana satenya bie? aku lapar" rengek nana


" ya ampun aku sampe lupa. ini yank kamu makan ya" sambil mengelus perut nana


Nana makan sate itu sangat lahap dengan porsi double. Dengan mulut belepotan akhirnya nana menghabiskan porsi sate double itu dan diakhiri dengan susu ibu hamil yg telah dibuatkan oleh fahri untuknya.


heggggkkk..


ujar nana bersendawa kekenyangan dan itu membuat fahri tertawa.


" kamu lucu banget sih yank" ujar fahri sambil mencubit pipi nana.


" makasih papa atas perhatiannya" ujar nana mengecup pipi fahri.