
" aduuuhh maaaa... sakiiittt"
" iya sayang, bentar lagi ya.. ini baru bukaan 8"
" ma, kenapa lama banget? Nana udah kesakitan ma, gak tega Fahri liatnya"
" aduuuuhhh, sakiiit banget yank" kata Nana
" auuuu sakiiit rambuttt gueee" teriak Han menahan remasan di rambutnya
" sabaar Han, demi utun" hibur Fahri
" kalau gak demi utun udah gue botakin pala lo !!!!" kata Han
Mama Nita hanya tertawa melihat tingkah ketiga anaknya itu.
Tidak berapa lama pembukaan Nana sudah lengkap. Mama Nita dan para asisten perawatnya tengah bersiap memimpin persalinan. Dengan sabar, Nita mengarahkan menantunya, bagaimana cara mengedan, bagaimana saat mengambil nafas, bagaimana posisi kepala saat mengedan, dan bagaimana peran Fahri didalamnya.
" ayooo nak sedikit lagi sayang, kepalanya udah nampak nak" kata Nita
" hkkkkkkkk, huft huft huft hkkkkkkk" Nana mengejan
" iya nak dikit lagi, dan Alhamdulillah... kepalanya udah keluar" Dan Nita langsung menarik badan cucunya hingga terdengarlah suara tangisan pertama dari utun
" hoeekkkk hooeekkk hoeeekkkk"
" selamat sayangku, kamu udah jadi ibu nak, seorang putra yang tampan" kata Nita sambil mencium kening menantunya
Nita lalu meletakkan si utun diatas dada Nana untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), Si utun yang pintar pun langsung menangkap ****** susu ibunya dan langsung menyusu dengan lahap.
" pelan-pelan utun, daddy gak akan ambil kok" ujar Fahri mengelus pipi montok putranya
" Sayang, terima kasih atas hadiah terindahnya.. i love you" ujar Fahri mengecup kening istrinya
" Bentar lagi kamu bareng utun dipindahin keruangan ya Na, Fahri cepat wudhu, nanti kamu langsung adzanin utun di ruang rawatan" kata Mama Nita
Diruangan VVIP, para keluarga sudah berkumpul untuk melihat utun untuk pertama kalinya.
" ganteng banget ya beb" puji Amel
" iya, jadi pengen punya juga" kata Luna
" elo mah udah ketularan gatelnya abang gue" sahut Amel dan Luna hanya tertawa mendengarnya
Sementara papi yusuf dan mami Ratih sudah datang dari luar kota mendengar cucunya lahir.
" pak Sigit, kita udah jadi opa sekarang" ucap Yusuf sambil memeluk besannya
" iya besan, gak nyangka kita akan punya cucu secepat ini" balas Sigit
" jeng, kita udah jadi oma" sahut Ratih menitikkan air mata sambil memandangi wajah cucunya yang tengah tertidur dipelukannya.
" iya jeng, gak nyangka, kayak masih mimpi" kata Nita
" Hebat lo bro, anak lo ganteng banget, gak sia-sia perjuangan gue kena cakaran dan jambakan Nana, hasilnya utun gateng gini" puji Han
" emang lo aja yang kena cakaran dan jambakan, gue juga kena bro"
" lo udah siapin nama buat si utun?" tanya Han
" udah, tapi mau tanya Nana dulu setuju atau enggak"
Fahri sedang menyuapi istrinya makan, sementara papa Sigit dan papi Yusuf sedang bercengkrama di sofa dengan para sahabat mereka. Mama Nita sedang ada pasien lain yang harus ditangani dan Mami Ratih sedang menidurkan cucunya.
" sayang, aku udah punya nama buat putra kita" kata Fahri
" siapa yank?"
"Zean Haldra Assyauqi, panggilannya baby Ze" kata Fahri
" artinya apa yank?"
" pemimpin keluarga Halmusd dan Samudra yang selalu dirindukan"
" ih bagus banget yank, aku suka" Nana mencium bibir suaminya
" kamu udah ada nama buat si utun nak?" kata Papa Sigit pada Fahri
" udah pa, Fahri dan Nana sepakat ngasih nama anak kita Zean Haldra Assyauqi, panggilannya baby Ze" jawab Fahri
" wah bagus namanya, apa artinya Fahri?" tanya papi Yusuf
" pemimpin keluarga Halmusd dan Samudra yang selalu dirindukan"
" kami setuju dengan nama itu" jawab mereka kompak