MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 29



Malam ini, fahri begitu bergairah. Sudah sejak siang dia menahan hasratnya kepada nana. Apalagi semenjak hamil, nana terlihat semakin cantik dimata fahri.


klek.. pintu kamar mandi terbuka, menampilkan seseorang yg menggunakan balutan lingerie berwarna hitam dengan belahan dada rendah serta panjangnya yg hanya setengah dari lutut.


Dengan rambut yg digulung acak keatas, memperlihatkan leher putih nan sexy, serta tampilan lingerie yg berbahan tipis, menampilkan payudara yg tidak besar namun membulat kenyal sempurna.


glek..


fahri menelan air liurnya melihat pemandangan erotis dihadapannya saat ini.


Nana mendekati fahri yg duduk dipinggir ranjang, ia lalu duduk dipangkuan suaminya dengan berhadap-hadapan.


" aku mencintaimu daddy"


" aku sangat mencintaimu mommy"


Fahri mengusap kepala istrinya, mengecup mata kanan dan kiri serta turun ke bibir nana.


Lama sekali mereka saling menikmati ciuman , seakan-akan tidak bertemu bertahun-tahun lamanya.


Perlahan ciuman fahri turun ke leher jenjang milik nana, meninggalkan cap stempel kelurahan yg berwarna merah sambil tak lupa tangan yg mulai bergeriliya mencari sasaran yg telah dihidangkan dihadapannya.


Tangan nana pun tak tinggal diam, dia mengusap kasar rambut lelakinya terkadang sedikit menjambaknya.


Fahri melanjutkan tugasnya, membuka lingerie hitam itu dan membuangnya entah kemana. Hingga menyisakan tubuh nana yg hanya terbungkus CD minimalis yg menutupi intinya.


Fahri pun telah siap mengeluarkan senjatanya untuk diarahkan ke sarangnya. Tapi baru saja akan mempertemukan 2 bagian yg lama tak bersua itu, terdengar ketukan dari arah pintu.


tok tok tok


" maaf den, non.. makan malamnya sudah mbok bawa"


" ya tuhan... apalagi ini.. Sabarlah kau wahai junior" ucap fahri lemas karena batal untuk buka puasa sunnahnya.


" ya udah sayang, aku bukain pintu dulu ya. lagian aku juga laper sayang, junior juga" tunjuk nana kearah perut nya


" ya udah lah, kita makan dulu" ujar fahri pasrah


" kita makan di balkon aja ya dad"


" oke sayang"


Fahri dan nana menikmati makan malam mereka di balkon kamar nana.


" sayang, besok kita pulang ke apartemen ya"


" hmm bagusnya besok pagi kita izin ama orang tua kita dulu" ujar nana


" iya besok pas sarapan pagi aja"


Setelah makan, fahri menggeser duduknya kesebelah nana dan nana pun menyenderkan kepalanya dipundak fahri. Tangan fahri mengusap-usap perut istrinya.


" masih mual sayang?" tanya fahri


" udah gak separah dulu sih sayang"


" jangan nakal sayang, berdamailah dengan mommy" fahri berbicara dengan babynya


" sayang, aku bahagia banget, bisa menikah dengan kamu" ujar fahri


" aku aja rasanya masih gak percaya kalau kita udah nikah. Padahal beberapa bulan yg lalu kita udah kayak anjing ama kucing, tiap hari berantem mulu" kata nana tersenyum membayangkan kisah mereka


" itulah yg namanya jodoh sayang" fahri menatap wajah cantik istrinya dan meraih tengkuk nana kemudian mencium bibir ranum berwarna pink itu.


Mereka pun melanjutkan kegiatan tertunda mereka tadi, kali ini fahri yakin sudah tidak ada gangguan lagi karena suasana sudah sepi.


Fahri menggendong istrinya dan merebahkan tubuh nya dibawah dirinya. Fahri meraih lingerie nana dan melepaskannya begitu juga dengan dirinya yg telah membuka piyama tidur nya.


Fahri mengecup payudara nana, membuat desahan cantik dibibir mungil nana. Karena fahri sudah tidak tahan lagi, dia langsung saja mengarahkan miliknya ke inti nana yg memang sudah agak basah.


Pergumulan mereka terjadi sekitar 30 menit hingga nana dan fahri akhirnya tertidur dengan tubuh polos karena kelelahan.