MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 10



Nana melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah. Tiba- tiba sebuah tangan menariknya.


" sayang, kamu mau ninggalin aku ya?"


" apaan sih bie? malu tau diliatin orang"


" biarin, kan kamu memang pacar aku sekarang.. ada yg salah??"


" ya gak sih "


" ya udah sayang, temenin aku makan yuk.. aku laper" menarik tangan nana menuju mobilnya.


Betul dugaan nana, semua mata memandang ke arah mereka. Semua nya rata-rata adalah fans berat fahri, sang ketua osis. Mereka memandang sinis kepada nana, sementara nana hanya tertunduk mengikuti langkah fahri. Fahri mengemudikan mobil sport nya dan melaju kesebuah cafe dan penginapan dipinggiran kota. Letaknya pas disebuah bibir pantai yg indah. Mereka lalu turun dan memasuki sebuah cafe yg sederhana namun karena view nya indah pemandangan pantai dan laut lepas, jadi nampak bagus.


" sayang, kamu mau apa? " ujarnya sambil menggenggam tangan nana dengan romantis diiringi dengan angin laut yg sepoi2.


" terserah aja bie" ujar nya membalas dengan senyuman manisnya, senyuman yg membuat fahri tak berkutik.


" ya udah, samaan ama aku aja ya, Hmm mbak, saya pesen udang bakar dg ikan bakar ya mbak 2 porsi, minumnya ice lemon 2." ujarnya kepada pelayan.


" baik mas, mohon ditunggu sebentar" ujar pelayan.


Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.


nana begitu ngiler melihat makanan ini. Rasanya ia sudah tak sabar mau melahap semuanya. Tanpa aba-aba iya langsung menyantap makanan yg ada didepannya tanpa melihat fahri. Ia makan begitu lahap, fahri hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya itu.


" eh bie, tau gak, biasanya aku gak bisa loh bie makan udang. biasanya aku jijik gitu. Kok sekarang enggak ya bie? aneh" kata nana yg tersadar, biasanya nana paling jijik sama udang. tapi ntah kenapa tadi melihat udang rasanya air liur nana udah ngences kemana2.


" tau gak yank, udang itu makanan favorite aku loh yank" ujar fahri.


" iya bie? emang segitu sukanya kamu ama udang ya?"


" iya yank, bahkan waktu kecil pernah aku dalam sebulan hanya mau makan udang aja, ampe mama kewalahan masakinnya" ujar fahri tertawa mengenang kelakuan nya waktu kecil


" yank, hari udah sore, kita nginep disini aja ya yank. anggap aja ngerayain hari jadian kita yg pertama yank. " ujar fahri


" nginep yank? " kata nana kaget


" iya, aku janji gak akan ngapa2in kamu yank. aku cuma pengen ngelewatin malam ini bareng kamu yank." ujar fahri.


" janji ya?"


" iya aku janji, aku cuma pengen bobok sambil peluk kamu aja" ujar fahri


" ya udah kita nginep, tapi besok kita sekolah kan bie?" ujar nana


" iya, kita sekolah langsung dari sini. masalah perlengkapan aku udah beli tadi, termasuk baju ganti kamu" ujar fahri


" oke deh kalau gitu. yuk kita istirahat, aku capek bie, ngantuk.." ujar nana sambil menguap. Entah kenapa akhir2 ini tubuhnya mudah sekali lelah, bawaannya ngantuk terus. biasanya nana suka begadang nonton drakor kesukaannya, namun sekarang jam delapan malam aja dia udah molor dikamar.


Sesampainya dikamar, mereka membersihkan diri dan menuju tempat tidur. nana sudah berbaring lebih dulu dikasur, fahri pun menyusul. Deg deg deg jantung nana berbunyi tak karuan ketika fahri mendekatinya dan memeluknya.


" bie, aku boleh nanya gak?" ujar nana membuka percakapan mereka.


" apa sayang? " ujar fahri dengan lembut.


" waktu aku di apartement kamu, aku gak liat orang tua kamu bie, terus kenapa dilantai 1 apartement kamu tu kayak kantor gitu bie. itu punya siapa?" ujar nana penasaran


" ooh, aku memang tinggal sendiri. yg kamu lihat itu memang kantor aku, aku membuka showroon dilantai 1. aku udah belajar mandiri sejak masuk SMA." ujar fahri sambil mengecup kepala nana


" kamu hebat bie, aku salut ama kamu, disaat anak seusia kita taunya hanya ngabisin uang orang tua, kamu malah memilih hidup mandiri bie. Aku tau kok kamu anak orang kaya, tapi kamu malah nutupin identitas kamu bie. "


" ya yg kaya kan ortu ku sayang, bukan aku. Aku pengen aja jadi orang sukses atas usaha aku sendiri"