
Andre dan Luna melanjutkan kemesraan mereka di dalam kamar. Andre yang memang sudah lama memendam hasratnya tak ingin berlama-lama menunggu lagi. Dia sungguh sangat mencintai Luna, dan takut Luna berpaling darinya.
Kini ciuman menuntut itu sudah sampai di area dada Luna, entah sejak kapan, baju dan celana yang dipakai Luna telah hilang entah kemana. Kini ia hanya memakai Bra dan CD berwarna hitam yang menambah kesan seksi di mata Andre.
" kamu cantik sayang, cantik banget. aku mencintaimu..."
Andre langsung melumat kembali bibir Luna dan membuka perlahan ikatan Bra gadis itu.
Luna yang baru pertama merasakan hal ini hanya dilanda rasa nikmat. Dan kini, Andre telah berada diantara liang surgawi milik Luna yang sangat harum dan terawat.
" apakah aku boleh sayang?"
Luna hanya mengangguk pasrah dan menikmati setiap sentuhan lidah kekasihnya.
ahhhh sayang...
hingga kini, Andre sudah bersiap untuk membenamkan juniornya diliang senggama milik Luna. Namun sebelum itu, dia sudah lebih dulu memasang pengaman yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga.
" aku mencintamu Luna, sungguh, percayalah padaku" ujarnya sebelum benar-benar membenamkan miliknya didalam milik Luna
" auuu saakiiittt kak" jerit Luna
" kamu masih perawan sayang?" kata Andre kaget melihat darah mengalir dijuniornya, mengingat pergaulan bebas mereka membuat hati Andre sangat bahagia karena ia adalah pria pertama bagi Luna
"iya kak aku masih virgin"
Andre tak henti-hentinya mengecup kepala Luna dan mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab.
Saat ini, Andre menghentikan pergerakannya dengan junior yang masih menancap di milik Luna. Ia hanya memberi waktu pada Luna hingga rasa sakit itu sedikit berkurang.
" masih sakit sayang?"
" udah enggak kak" kata Luna
Andre pun mulai menggerakkan tubuhnya hingga entah berapa ronde mereka melakukannya hingga waktu menunjukkan pukul 03.30 mereka baru beristirahat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Pagi sayang, " kata Fahri mengecup bibir istrinya.
" pagi juga sayang"
" mau sarapan apa cantik?"
" siap ratuku, apapun perintah ratu akan saya laksanakan"
" daddy mulai lebaynya dek" kata Nana mengusap perutnya
" tapi mommy gak boleh keluar kamar, biar daddy yg antar sarapannya kesini ya"
" oke daddy"
Fahri pun langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi ini Luna sudah selesai mandi lebih dulu, dia takut Amel akan mencurigainya dan memilih untuk bersiap-siap lebih awal.
" Lun, lo sakit? kok agak pucet gitu? tu kenapa lagi kaki jalannya ampe kayak orang sunat gitu" tanya Amel yang heran melihat sahabatnya yang sedang berjalan kearah meja makan
" gak kok, gue kurang tidur semalem, lo ngorok kayak serigala, jadi gue gak bisa tidur" kata Luna mencari alasan
" masa' sih kamu gitu boboknya yank?" kata Hans kepada kekasihnya
" ya enggaklah, kamu percaya Luna atau aku sih yank" kata Amel bete'
" sakit banget ya yank?" kata Andre berbisik ditelinga kekasihnya
" iya, kak Andre ganas banget ampe punyaku bengkak" Luna membalas bisikan Andre
" tapi kamu suka kan sayang? tar malam lagi ya"
" dasar mesum, gak cukup apa 3 ronde malam tadi" kata Luna
" aku ketagihan sama punyamu yang njepit itu yank"
" ehemm ehemmm.. bisikin apa tu? kayaknya masalah yg serius" kata Amel
" iya nih yank kita dicuekin" kata Hans
" bukan apa-apa kok" kata Luna sedikit gugup
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi tanpa Fahri dan Nana, karena pasangan suami istri itu tengah menikmati moment berdua mereka di kamar.