MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 7



Setelah sarapan,


" bik nana berangkat dulu ya.. assalamualaikum"


" waalaikum sallam non, ati2 ya non nana, den fahri.. "


" oke bik, pamit ya bik" ujar fahri dengan sopan.


Bik yani hanya tersenyum melihat kepergian mereka.


" hmm sepertinya den fahri anak yg baik, cocok dan serasi dengan non nana" ujar bik yani.


Mereka pun meluncur menuju sekolah dengan menggunakan mobil sport terbaru fahri. Mereka hanya diam membisu hingga tak sadar mobil telah terparkir.


" eh, lo kok gak nurunin gue disimpang tadi sih.. gue males tau ketahuan semobil ama elo!!! "


" gaya lo sok males, padahal lo suka kan??? secara gue keren, ketua osis, fans gue banyak. jarang2 loh cewek bisa naik mobil gue" ujar fahri bangga


" cihhh, keren?? bangun woi bangun... pede lo udah level akut mungkin ya.. segitu banget ngatain diri sendiri keren!!!"


" emang gue keren, dan gue mengakui itu, dan gue yakin cepat atau lambat elo pun akan mengakui itu!!!"


" najis deh!! amit2!!!" ujar nana


" cihhh, najis2 juga lo merem melek dibuatnya malam kemaren"


" gue kan gak sadar bego' !!! kalau gue sadar mah mana mau gue ama lo!!!"


" udah lah gue capek debat ama lo, lo mau turun sendiri atau gue gendong neh!!!" ujar fahri


" ishhh alesan lo sok mau gendong2 gue. lo tu yg kegatelan mau nempelin gue terus!!!"


" kalau mulut lo gak bisa diam gue beneran gendong loh yaa!!!"


" gue makin suka melihat kecerewetan elo na" ujar fahri sambil tersenyum2 sendiri didalam mobil


Didepan kelas, nana disambut oleh kedua sahabatnya


" OMG nana, lo jujur ama gue, lo bareng si cowok kulkas tadi??" ujar amel


" iya gue dijemput, lebih tepatnya dipaksa buat ikut dia. pagi2 buta dia udah nongol dirumah gue, bikin mood gue ancur aja tu kulkas" ujar nana tertunduk lemas


" na, sorry ya yang waktu diclub, kami gak sengaja ninggalin lo sendiri" ujar luna


" iya, bukan salah kalian juga kok. gue nya aja yg bego' ngabisin wine sebanyak itu"


" tapi kok lo bisa diantar pulang ama fahri na?" ujar amel


Dalam hatinya nana gak ingin menceritakan apa yg telah terjadi antara dirinya dan fahri malam itu. jadi nana mencari alasan lain agar sahabatnya itu tidak curiga.


" ohh itu, iya gue waktu itu pusing banget, jadi pas fahri lewat gue mintak tolong dia buat nganterin gue pulang, ampe rumah gue langsung tidur, makanya gue gak angkat telfon kalian" ujarnya berbohong dan sepertinya amel dan luna percaya


" ooo kirain kami lo diculik na. untung andre bilang kalau lo pulang ama fahri"


Nana hanya tersenyum kecut menatap wajah amel dan luna yg telah ia bohongi. Nana tidak mungkin menceritakan kejadian yg sebenarnya kepada mereka. Biarlah cukup dia dan fahri saja yg tau.


Dilokal XII, fahri telah duduk disebelah han. Han pun tak ubahnya seperti amel dan luna, ingin tau kenapa fahri bisa pulang bersama nana.


" lo bawa kemana tu bocah kemarin bro?"


" gak gue bawa kemana2 kok, gue langsung antrin pulang. kasian dia kayaknya capek udah mabuk berat makanya gue nolong dia" ujar fahri berbohong. Ia pun tidak mungkin menceritakan semuanya pada han, bisa mati dia digorok oleh nana si perempuan jutek itu nanti.


Dan han pun sama dg amel dan luna, percaya dengan cerita sahabat mereka. Hingga jam pelajaran telah dimulai, namun fikiran fahri dan nana sama2 mengingat kembali moment malam pertama mereka.. 😊😊😊