
Keesokan paginya, nana yg telah selesai mandi bersiap2 untuk turun sarapan dengan mami papinya yg sudah 1 bulan lebih tak ditemuinya.
" pagi mi, pagi pi.." ujar nana mencium kedua orang tuanya itu.
" pagi queen, kesayangannya papi.." ujar papinya (queen adalah panggilan istimewa papi kepada nana). Karena bagi papinya nana tetaplah ratu dihidupnya, bahkan ia belum merasa ikhlas jika ada pria yg mencoba mendekati putrinya.
" ayo kita sarapan" ajak mami sambil menyendokkan nasi kepiring nana
Namun,
hoeekkk
hooeekkk
nana berlari menuju kamar mandi karena ia begitu mualnya mencium makanan tadi.
Mami yg khawatir pun pergi menyusul nana yg ditemani oleh bik yani.
" kamu kenapa sayang? sakit?" mami sedikit khawatir
" na gak papa mi, mungkin na masuk angin" ujarnya
" terus gimana? mau tetap sekolah nak?"
" iya ma, na ada ujian siang ini." ujarnya mencari alasan, padahal ia sangat ingin bertemu papa anaknya untuk sekedar menghilangkan perasaan mual yg ia rasakan. Rasanya hanya aroma parfum dan tubuh fahri lah yg saat ini berfungsi sebagai pengobat sakit nana.
" ya udah, mami antar kamu sekolah"
" ya mam" ujar nana
Tidak berapa lama sampailah nana disekolahnya, ternyata fahri telah menunggunya di gerbang.
Setelah nana pamit, maminya pun pergi menuju kantor. Sementara nana langsung buru2 mendekati fahri dan menghirup aroma tubuh fahri dalam2.
" hei, kamu ga malu diliatin anak2?" ujar fahri menggodanya
" ya udh kalau gitu kita keruangan ketos ya. aku mau menghirup tubuh kamu bentar aja bie. aku mual banget" nana memohon dengan suara manjanya
" oke bbeibhh"
Sampailah mereka diruang ketos, fahri lalu menguncinya dan membuka beberapa kancing atasnya agar nana lebih leluasa berada didada bidangnya.
" ya tuhan, aku menyukai wangi ini.. " ujar nana sambil memejamkan matanya
" rasanya tadi begitu mual aku bie, namun semuanya hilang setelah aku memdapatkan aroma ini"
" oiya sayang aku udah masak buat kamu. Udang asam manis. aku tau kamu pasti belum makan"
" iya aku lapar bie, makasih papa, tau aja papa kalau mama gak bisa makan selain masakan papa" ujar nana mencium lembut pipi fahri.
" everything for you beibh"
Drtttt
drtttt
hp nana bunyi, panggilan dari luna
" hmm ya ngapain lo nelfon?"
" galak amat buk, gue mau tanya lo dimana? udah mau masuk ini lo belum juga nongol" ujar luna
" gue diruangan ketos, dengan papa nya anak gue"
" chieee papa" ejek luna
" ya dia juga kangen kali ama papanya, tapi mamanya kangen juga sih.. hahahahaha" ujar nana
" ya udah, kita tunggu dikelas ya " ujar luna menutup telfonnya
" siapa yank?" tanya fahri
" luna ama amel bie"
" ooo... ya udah kamu gak kekelas? udah mau masuk jam pertama ini. atau mau aku temenin dikelas?" goda fahri
" pengennya sih gitu, tapi mau gimana lagi" ujar nana
" mmuachhh, ya udah sana" ujar fahri mengecup kening nana
Nana pun melangkah keluar dari ruangan ketos. Namun ia tak menyadari ada sepasang mata yg memandang tak suka kearahnya.
" brengsek, berani lo ya ngedeketin gebetan gue!!! awas lo bocah!!!" ujar nya geram sambil mengepalkan tangannya.
Dia adalah mikayla, cewek populer disekolah nana sekaligus teman sekelas fahri. Ia sudah lama menyukai fahri, bahkan sangat tergila-gila kepada fahri. Namun selama ini fahri tidak pernah mempedulikannya. Seakan-akan ia memang menutup rapat pintu hatinya untuk wanita.