MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 22



Tak lama nana pun bangun,


" bie.." ujarnya manja


" apa sayang?"


" aku laper"


" mau aku beliin apa?"


" soto kayaknya enak bie, hangat diperut"


" eh, gue aja yg beliin. lo disini aja nemenin nana bro, gue juga mau beli minuman ke kantin" ujar han menawarkan diri


" ya udah, makasih ya" ujar fahri


" bie.. duduk sini.." manja nya nana lagi kumat


" iya sayang"


Nana pun bersandar dibahu fahri. Entah lah, tapi itulah yg selalu diinginkan nana. Tidak ingin berjauhan dengan fahri. Hormon kehamilan ini memang dahsyat, merubah sifat nana yg keras menjadi nana yg manja, tapi itulah yg membuat fahri semakin cinta.


Mikha yg tidak mengetahui kalau fahri dengan nana lagi diruang osis pun nyelonong mau masuk, rencana mau mengambil buku laporan bulanan osis di meja nya. Tapi ketika sampai di pintu, dia mendengar suara nana yg manja kepada fahri. Langkahnya pun terhenti, sambil mengepalkan tangannya.


" sial!!! kenapa sih dia bisa dapat perhatian fahri ampe kayak gitu" gerutu mikha.


Tapi dia tetap saja masuk, setelah mendapatkan bukunya dia berhenti sejenak dan memandang tajam kearah nana. Nana yg melihat sikap mikha seperti itu, semakin mengeratkan pelukannya ditubuh fahri.


Mikha pun pergi dengan perasaan cemburu sambil menghentak-hentakkan kakinya


" brengsek!!!! awas lo bocah, gue pasti akan buat perhitungan ama lo" ujar mikha lirih


Sebelumnya, para guru telah diberitahu oleh pak Sigit, papa fahri, selaku pemilik yayasan sekolah bahwa fahri dengan nana akan menikah dan meminta untuk dirahasiakan dari para siswa. Jadi sekarang para guru hanya maklum jika melihat nana dan fahri sedang berduaan.


Han pun datang dengan menenteng sebungkus soto hangat pesanan nana, dan diikuti oleh kedua sahabat nana, luna dan amel.


" udah mel, yg penting obatnya ada pasti gue mendingan" ujar nana


amel dan luna pun tertawa. mereka tahu bahwa obat yg dimaksud nana adalah aroma maskulin fahri. Sementara han, mencoba mencuri-curi pandang ke wajah amel. Ya secara amel masih jomblo tapi wajahnya gak kalah cantik dengan nana.


" bro, jangan dipandangin aja, diperjuangin donk" ujar fahri yg menyadari kalau sahabat nya itu menaruh rasa kepada amel.


" apaan sih bro" ujar han


Dan amel yg menyadari pandangan han pun hanya tersipu malu.


" kak han, nanti aku kirim no amel ya" goda nana


" boleh juga tu na" ujar han bersemangat


Hahahaa mereka pun tertawa bersama. Sementara luna, Akhir-akhir ini fokusnya terpecah karena sibuk dengan chat wa nya. Ternyata luna sedang dekat dengan andre, pemilik club langganan mereka sekaligus sepupu amel. Terkadang dia senyum-senyum sendiri melihat hp nya.


" mel, temen lo kenapa tu ketawa-ketawa aja" tanya fahri


" dia kan lagi falling in love kak" jawab amel


" hah?? ama siapa?? kok gue gak tau mel" ujar nana kaget


" ama andre lah, sepupu gue"


" andre??? gila tu andre, gercep juga dia" ujar han


"mending andre, daripada lo yg beraninya cuma mandangin aja" sahut fahri


" lo tu sahabat gue bukan sih bro?? dari tadi ngejatuhin wibawa gue terus kayaknya" ujar han.


" hahahaahaaaa" fahri tertawa melihat sahabat nya itu kesal kepadanya.


Nana merasa bahagia berada diantara mereka, mempunyai pacar siaga seperti fahri, dan sahabat2 yg peduli dengan dirinya seperti amel luna dan kak han.