
Fahri kembali ke apartement nya sementara papa dan mama nya kembali ke rumah mereka. Fahri sangat bahagia karena ia dan nana akan menikah dan mereka akan memulai kehidupan rumah tangga. Fahri berjanji dalam hatinya bahwa dia akan menjaga nana dan tidak akan pernah mengecewakannya.
Fahri menelfon kekasihnya,
π² sayang kamu lagi apa?
π² lagi mikirin kamu
π² besok sepulang sekolah kita chek up ya ketempat mama
π² iya sayang
π²i love u sayang
π²me too
Fahri pun mengakhiri telfonnya untuk nana.
Keesokan harinya, fahri menjemput nana. Jam 6 dia sudah sampai dirumah calon istrinya.
" pagi mi" fahri
" eh menantuku datang, ayo masuk, kita sarapan dulu" ujar mami ratih
" nana mana mi"
" ya ampun mami lupa, dia belum bangun kayaknya. kamu tolong bangunin nana dulu ya nak, mami mau nyiapin sarapan untuk kita"
Fahri pun berjalan menuju kamar nana, dan langsung masuk karena pintunya tidak dikunci.
Melihat istrinya tidur, fahri hanya menggelengkan kepala. Nana tidur meliuk-liuk seakan- akan dia lupa kalau dirinya lagi hamil. Selimut dan bantal telah berhamburan kemana mana.
Fahri pun mengecup bibir nana pelan. Nana perlahan membuka matanya.
" bie, kamu disini?" dengan suara seraknya
" iya, cepetan mandi, sekolah kan hari ini?"
" hmmm iya.. ya udah aku mandi dulu" ujarnya bangkit dari ranjang
" aku tunggu dibawah ya yank" ujar fahri
Fahri menuju kemeja makan menemui mami ratih.
" masak nasi goreng sayang, kamu suka?" tanya mami
" suka mi, suka banget malahan"
" oia nana udah bangun? "
" udah mi, mungkin sekarang lagi siap2. oia mi nanti pulang sekolah aku mau izin ajak nana pergi ke tempat mama, chek up baby mi."
" iya pergilah, hati-hati ya. oia nana mual muntah ya nak? kemarin mama lihat dia pagi2 muntah dikamar mandi karena nyium masakan mami"
" iya mi, tapi nana kuat kok mi. Tau gak mi, obat mualnya dia tu parfum fahri mi. Pas kemarin dia siap muntah tu disekolah langsung merengek minta fahri duduk dekat dia"
" hahaha cucu mami sayang sama papa ni kayak nya" ujar mami menggoda
" mami bisa aja, tapi kata mama nita waktu dia hamil fahri juga gitu mi. mama kalau gak nyium parfum papa muntah muntah terus bawaannya." ujar fahri sambil tersenyum
" amel sama luna udah tau nak?" tanya mami
" udah mi, waktu itu nana pernah pingsan disekolah, jadi fahri cerita sama merekA"
" ooo syukurlah, setidaknya ada juga yg bisa jagain nana selain kamu kan"
" iya mi"
Tak lama papi dan nana pun sudah ada dimeja makan
" ngobrol apa sih mi? kayaknya seru" kata papi yusuf
" papi kepo deh, ini soal mertua dengan mantu nya pi"
" jadi papi gak boleh tau nih??" ujar papi sedikit kecewa
mami dengan fahri hanya tertawa dan melanjutkan sarapan mereka.
Tak lama fahri dan nana sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Mereka pun mencium tangan papi mami dan lalu berangkat menggunakan mobil fahri.
" mi, gak kerasa ya mi bentar lagi kita punya cucu"
" iya pi, mami udah gak sabar. ya meskipun cara mereka salah, tapi entah kenapa mami sayang banget ama fahri pi. mami merasakan kalau fahri tu memang cocok buat nana. mami merasakan kalau fahri tu anak yg baik pi. apalagi dia anaknya nita sahabat karib mami, jadi tambah srek deh mami ama dia"
" papi juga gitu, padahal pertamanya papi sempet emosi juga mi, tapi ya mau gimana lagi udah terjadi kan"