
Fahri pun mulai mengantuk, ia mengecup kepala nana.
" i love u na.."
" love u too bie"
Mereka pun terlelap dengan kondisi fahri memeluk nana dari belakang, sementara nana tertidur beralaskan lengan kekar fahri.
hoeekkk...
hoeekkkk..
hoeekkkk...
Pagi ini sudah yg kelima kalinya nana bolak balik dari kamar mandi mengeluarkan isi lambungnya. Namun nana hanya memuntahkan cairan, hingga ia pun merasa lemah. Fahri pun terbangun mendengar suara nana.
" sayang, kamu kenapa?" ujar fahri dengan cemas
" gak tau nih bie, kayaknya aku masuk angin bie.."
" ya udah kalau gitu hari ini gak usah sekolah aja gimana? kamu istirahat di apartement aku aja yank, ntar aku panggilin dokter pribadi aku ya" ujar fahri
Nana hanya mengangguk, karena ia sangat lemas saat ini. Berjalan menuju ke parkiran hotel saja rasanya sudah gak sanggup. Akhirnya fahri dengan sigap menggendongnya menuju mobil.
Diperjalanan, fahri tak melepaskan pegangannya pada tangan nana. Nana terlihat sangat pucat, itu membuat fahri sangat khawatir. Sesampainya di apartement, fahri menggendong nana menuju kamarnya.
Tak berapa lama dokter pribadi sekaligus teman fahri itu pun datang, namanya Rey.
" Hai bro, siapa yg sakit?"
" cewek gue bro, itu lagi istirahat dikamar. "
" ya udah gue periksa dulu ya"
Rey pun pergi ketempat dimana nana istirahat. Setelah selesai mengechek tekanan darah nana, rey pun bertanya.
" na, bulan ini haid kamu udah datang belum?" ujar rey
" Bro, sepertinya lo akan jadi papa. " ujar rey tersenyum
" hah?? lo serius rey?" ujar fahri kaget.
" ya iyalah ngapain gue nipu lo" ujar rey
Nana yg mendengarnya pun kaget bukan main.
" ya tuhan, gue hamil???. umur gue aja masih 17th" ujarnya lirih
" ya udah, untuk saat ini nana sebisa mungkin bedrest selama seminggu. Nanti gue resepin obat anti mual dan vitamin buat cewek lo" ujar rey sambil pamit untuk pulang
Fahri berusaha menenangkan nana, meskipun ia tak kalah kagetnya dengan nana.
" sayang, maafin aku. Gara-gara aku kamu begini" ujarnya penuh penyesalan.
" bukan salah kamu sepenuhnya bie, ini salah kita berdua. Tapi anak ini gak salah bie, aku gak mau ngebunuh dia bie" ujar nana lirih
" aku gak pernah nyuruh kamu untuk ngilangin dia yank, aku akan tanggung jawab. Aku gak mau kamu nanggung ini sendirian. Dia anak kita, buah cinta kita sayang" ujar fahri sambil mengelus lembut perut nana.
" baiklah bie, namun untuk saat ini aku belum sanggup cerita sama mami papi aku bie. Beri aku waktu .."
" aku akan tetap menunggu kamu sampai kamu siap yank, pokoknya kamu jangan merasa sendiri, aku akan selalu buat kamu" ujar fahri sambil memeluk nana
" bie, kayaknya aku lagi pengen makan sosis saos asam manis bie. kayak nya enak banget" ujar nana manja
" baiklah syang, tunggu disini aku buatin"
Fahri pun pergi menuju dapur membuatkan apa yg nana minta. mulai saat ini ia harus jadi pacar siaga karena nana akan mulai memasuki masa-masa ngidamnya pesan rey sebelum ia pulang tadi.
" berarti kemarin aku suka udang karena memang bawaan baby ini ya.. papanya kan doyan banget ama udang" ujar nana berpikir.
" sayang, mama sama papa akan selalu disisimu. Tumbuh yg sehat ya nak diperut mama" ujar nana mengelus2 lembut perutnya