MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 20



" hmm baiklah saya putuskan fahri akan menikah dengan nana. Namun berhubung mereka masih sekolah, dilaksanakan ijab qabul saja, setelah nana lulus baru kita adakan resepsi."


" oke pak yusuf saya setuju"


Nita dan ratih saling berpelukan bahagia. Mereka bahagia akhirnya mereka dipertemukan kembali dan sekarang akan menjadi besan.


" mi, panggil nana mi.. suruh dia menemui calon suaminya" ujar papinya.


tok tok tok


" nak, boleh mami masuk?" ujar maminya


" masuk mi" ujarnya dengan suara serak seperti habis menangis


" kamu kenapa sayang? jangan nangis"


" mi, maafin nana. nana pasti ngecewain mami sama papi kan. Nana salah mi" ujarnya


" mami sama papi memang marah, tapi mau bagaimana lagi kan nak semua sudah terjadi. Saat ini yg terpenting bayi yg lagi kamu kandung. Dia tidak boleh bersedih kan?" ujar mami sambil mengelus rambut putrinya itu


" makasih mi, makasih mi" tangis nana pecah


" ya udah, sekarang kamu cuci muka ya, dibawah calon suami kamu udah nunggu tu"


" fahri mi??" tanya nana


" iya siapa lagi, emang kamu mau papi nikahin ama orang lain?" goda maminya


" iih gak lah mi. nana sayang nya sama fahri" ujarnya


Maminya hanya tersenyum.


" ya udah mami tunggu dibawah ya" ujar maminya meninggalkan kamar nana


" ya mi"


mami pun kembali keruang tamu.


" mana nana mi? " tanya papi


" dia lagi siap2, sebentar lagi datang"


Tak berapa lama nana pun datang, Nita yg sudah tidak sabar bertemu calon menantunya itu langsung mendekati nana dan memeluknya.


" sehat tante"


"eh jangan tante , mama donk"


" eh iya ma" ucap nana


Lalu nana menyalami pak sigit, papa fahri


" hai sayang, " ujar papa


" ya pa" ucap nana


Kemudian mata nana bertemu dengan calon suaminya. Kemudian mereka tersenyum malu-malu.


" ya sudah, bagaimana kalau pernikahan kita laksanakan minggu depan?" ujar pak yusuf


" ya kami setuju saja pak, lebih cepat lebih baik" ucap papa fahri


" oh iya pi, mi, mungkin setelah menikah fahri akan bawa nana tinggal diapartement fahri, kami mau mandiri mi, pi" ucap fahri


" oh iya saya lupa bilang pak yusuf, fahri ini sudah mandiri, dia sudah punya showroom dan kantor sendiri hasil kerja keras dia. Jadi jangan khawatir kalau soal kehidupan nana" ucap papa fahri


" wah hebat kamu nak, papi bangga mantu papi ternyata pekerja keras. Kamu beruntung queen.." ujar papi kepada nana


Nana hanya tersenyum malu. Dalam hati dia merasa bahagia, ternyata orang tua mereka merestui mereka.


Tak lama keluarga fahri pun pamit pulang. Tak lupa nana mencium tangan calon suaminya itu.


Mama nita pun tak lupa memeluk besannya serta calon mantunya itu.


" jaga kandungan kamu ya sayang, jangan stres, jangan kecapean, oiya fahri besok kamu antar nana ketempat praktek mama ya, biar mama periksa cucu mama" ujar nita sambil mengelus perut nana. oh iya author lupa bilang kalau mama fahri itu dokter kandungan.


" iya ma, makasih ya ma"


" jeng aku pamit ya, pak yusuf" ujar mereka


Nana pun memeluk kedua orang tuanya sambil tak lupa mengucapkan terima kasih.


" mi, pi, terima kasih sudah melahirkan nana kedunia ini. Nana bahagia menjadi anak kalian mi pi, maafkan nana kalau nana sudah membuat kecewa" ujar nana sambil mengecup pipi papi maminya.