
Hingga tak terasa, sudah 2 minggu mereka menikmati liburan, saatnya mereka kembali kerutinitas mereka kembali.
Pagi ini, Nana tengah sarapan berdua dengan suaminya di apartement. Mereka berencana untuk berangkat kesekolah bersama. Saat ini Nana mulai merasa berat dengan perutnya yang sudah membesar, hingga ia memutuskan untuk selalu bersama suaminya kemanapun ia pergi.
" sayang, pelan-pelan donk makannya"
" aku lapar yank, dari malam tadi nahannya"
" kok gak bangunin aku kalau lapar, kan aku bisa buatin makanan"
" aku gak tega bangunin kamu, kayaknya capek banget"
" ya udah, jangan lupa susunya diminum"
" iya"
Fahri dan Nana bergegas menuju mobil mereka karena tidak ingin terlambat dihari pertama sekolah. Sementara, karena kekenyangan, Nana tertidur selama perjalanan mereka ke sekolah.
20 menit kemudian,
" yank, bangun donk. udah sampai nih"
" hmmm.. aku masih ngantuk"
" atau mau pulang aja?"
" gak deh, aku bangun aja"
Fahri mengantar Nana hingga ke depan pintu lokal Nana.
" Nanti istirahat aku tungguin di sini ya, kita kekantin bareng"
" iya my hubby"
" i love you Nana"
" love you too"
Amel dan Luna sudah menunggu Nana didalam lokal. Mereka ternyata berangkat lebih pagi karena Luna yang menjemput Amel.
" wah, makbun datang nih"
" hei, kenapa tu wajah sohib lo kayaknya bahagia bener" kata Nana
" Ooo, ada yang mau ketemu camer tu ntar malam" ejek Amel
" maksud lo?"
" Luna mau di ajak kak Andre kerumahnya ntar malam ketemu ama tante Indira"
" hahaha gue nyantai mah orangnya. Biarin ajalah yang ngebet duluan"
" ngejek trus lo ya.. lama-lama gue pecat lo jadi ade ipar" kata Luna
" sensi buuukk.. tar cepet tua lo" jawab Amel
Akhirnya guru masuk dan memulai pelajaran mereka pagi ini.
****
Malam ini, Luna sudah berada di dalam mobil Andre, sedang menuju ke rumah orang tua Andre.
" sayang, aku deg-degan nih"
" kenapa? mamaku gak gigit kok. orangnya baik banget, apalagi sama anak cewek."
" kenapa gitu?"
" ya secara aku sama adek aku kan cowok yank, jadi mama kadang itu juga pengen punya kawan untuk diajak nyalon, shopping, masak"
" hmm semoga mama bisa terima aku ya yank"
" aku jamin mama pasti suka ama kamu sayang, secara pacar aku ini kan manis, cantik, pinter masak lagi. Menantu idaman mama banget kayaknya"
Tidak berapa lama, mereka pun sampai di rumah Andre.
" ma, maaf ya agak macet tadi di jalan"
" iya gak apa-apa, mana menantu mama?"
" sayang, ayo sini dipanggil mama"
Luna datang dari arah belakang Andre dengan malu-malu
" malam tante, kenalkan saya Luna" ujar Luna sambil meremas tangannya karena gugup
" manis sekali, ya sayang kenalkan juga Tante ini mamanya Andre, nama tante Indira"
" gimana ma, cantik kan?" bisik andre
" cantik banget sayang, pinter kamu milihnya"
" siapa dulu donk, anak mama kan ganteng"
" ya udah, ayo masuk, tu si Andra udah gak sabar mau makan katanya" ujar mama Indira
Mereka pun segera menuju meja makan yang telah ditunggu oleh Andre, adik satu-satunya Andre. Luna yang awalnya cemas sedikit lega karena mama Andre menyukainya. Ternyata yang Luna khawatirkan selama ini tidak terjadi. Dia sangat takut tidak diterima oleh keluarga Andre.