MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 38



Hari sudah menunjukkan pukul 21.00, namun mata nana terlihat masih segar, belum ada tanda-tanda dia akan memejamkan matanya. Semua dikarenakan tidak ada nya bau khas yg selalu membuat dirinya nyaman.


Beberapa jam yang lalu, fahri mendapatkan telfon dari showroom nya yang memaksa fahri untuk datang karena ada suatu hal yang sangat penting. Dengan berat hati terpaksa Fahri meninggalkan istri tercintanya.


Sementara nana, dia hanya ditemani oleh bik yani pembantu maminya yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


" Non, kenapa non nana belum tidur" kata bik yani


" Nana nungguin Fahri bik, kok jam segini dia belum datang ya bik" kata nana


" sabar non, mungkin den Fahri masih di jalan"


Tak berapa lama, Fahri pun datang dengan tentengan plastik makanan ditangannya.


" assalamualaikum sayang" kata nya sambil mengecup kening nana


" wa'alaikumsallam sayang" jawab nana


" nih, aku bawain nasi goreng udang buatan aku" kata fahri


" wah.. mau donk sayang. Suapin ya.." lanjut nana dengan manja


" oke tuan putri yang cantik"


Fahri pun menyuapi istrinya sampai makanan yg dia bawa itu habis. Dilanjutkan dengan minum susu coklat hangat khusus ibu hamil.


" Sudah kenyang kan? kita tidur lagi yaa" kata fahri


" tapi dipeluk" kata nana


" gak malu apa dengan bibik?" tanya fahri


" gak papa den, bibik kan tidur di sofa, aden temenin aja non nana. Dari tadi dia nungguin aden pulang" kata bik yani


Akhirnya, mata cantik milik nana pun terlelap didalam pelukan fahri. Bau khas aroma parfum fahri lah yg membuat nana tenang dan cepat mengantuk.


*****


Pagi ini, Amel dan Luna trlahs sampai diruang rawatan nana. Mereka membawakan buah-buahan kesukaan nana. Dan ternyata Ada Han dan Andre yang mengikuti mereka.


" chiee ada pasangan baru nih yank jengukin kita" sindir nana


" apaan sih lo na" ujar Amel malu


" nih gue udah bawain buah kesukaan elo. Gue kupasin ya" lanjut luna


" makasih sahabat cantikku" rayu nana


" sama-sama bumil cerewet" balas luna kepada nana


" emang gue gak cantik na?" kata Amel cemberut mendengar nana hanya memuji luna


" kamu tetap yg tercantik di hati aku yank" ujar han yg tiba-tiba sudah menggenggam tangan Amel, hal itu sukses membuat pipi amel bersemu merah


" suit suitt" ujar fahri dan Andre


Pagi ini, hanya gelak tawa yang mengisi ruangan rawat nana. Hal itu tentu saja membuat nana bahagia.


" kak fahri, kapan nana bisa pulang?" tanya amel


" kata dokter tadi pagi, sore ini udah boleh pulang" jawab fahri


" Alhamdulillah, gue udah bosen disini" ujar nana


******


Sepulangnya kawan-kawan nana dan Fahri, mami dan papi nana pun datang. Mereka langsung terbang dari Amerika kemarin setelah mendengar kejadian yg menimpa putri semata wayang nya.


" sayang, kamu kenapa?" kata mami ratih menangis


" ihh mami, nana gak papa kok. Jangan nangis lah mi" kata nana


" mami sama papi khawatir sayang, " lanjut mami


" gimana kondisi nana kata dokter fahri?" tanya papi yusuf


" Alhamdulillah sehat pi, anak kami juga sehat. Dan sore ini sudah diperbolehkan pulang"


" kalian pulang kerumah mami ya nak, mami dan papi libur 1 minggu ini untuk mengurus kamu" pinta Mami pada nana


" Nana terserah kak fahri aja mi, gimana kak? boleh kita tinggal di rumah mami beberapa hari ini" tanya nana pada suaminya.


" boleh sayang, nanti kalau kamu udah sehat baru kita ke apartement lagi." jawab fahri


" makasih sayang" jawan nana dan disambut dengan senyuman kedua orang tua mereka.