MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 43



" Na, lo gak laper apa di kamar mulu?" teriak Amel di depan pintu kamar utama


" iya-iya bawel.. bentar lagi gue keluar"


" dasar, laki bini sama aja" omel Amel


Amel pun segera kedapur menolong Luna yang sedang menyiapkan makan malam mereka dan ditemani oleh pangeran tampan pujaan Luna.


" ishh ishh ishh, calon ibunya anak-anak aku nih.. masak apa sayang?" kata Andre menggoda pacarnya sambil mencium pipi Luna


" masak udang saus tiram buat ibu hamil, masak ayam goreng sambel terasi dan pepes ikan nila, serta sayur tumis bayam buat kita semua" jawab Luna


" gue bantu apa Lun?" tanya Amel


" tolong potongin bayamnya ya mel"


" Mel, kamu tu contoh tuh kakak iparmu, udah cantik, baik, gak sombong, suka menabung, pandai masak lagi." kata Andre kepada adiknya


" rayuuu terusss" ejek Amel


" eh, bukannya ngerayu ya.. emang kenyataannya pacar kakak tu kayak gitu, kalau boleh sih pengen kakak halalin langsung hari ini kayaknya"


" dasar!!!" jawab Amel


" gimana sayang? mau dihalalin gak?" goda Andre


" Ya mau atuh, tapi sabar ya ampe tamat SMA ya sayang" jawab Luna


" hahahahhaaha kasian abang gue" ejek Amel


" ih sayang, kenapa ketawanya ampe kayak gitu?" kata Hans yang baru datang dan bergabung dengan mereka


" ini nih yank, kak Andre barusan lamarannya di tolak ama Luna" kata Amel masih tertawa


" mana ada, bukan ditolak, tapi di pending. Ya kan yank?" Andre membela diri sendiri


" iya kekasihku yang tampan" jawab Luna


" kamu emang yg terbaik sayang"


" preetttt, palingan ntar tamat SMA Luna nikah sama yg lain"


" hush, jangan gitu lah Mel. Gak kasihan apa kamu dengan kakak ganteng mu ini"


Mereka terus saja bercanda dan membully pasangan Andre dan Luna, hingga tak terasa masakan Luna sudah siap dan dihidangkan di meja makan.


" hmmm wangiiiii" ibu hamil muncul dengan perut besarnya menuju meja makan


" siapa yg masak kak?" tanya Nana


" ibunya anak kakak donk"


" lo bisa masak Lun?" Nana gak percaya


" bisa, kan dirumah gue suka bantuin bibi" jawab Luna


" enak banget udangnya, makasih ya Luna sayang" Nana menikmati makan malamnya.


" oh iya, habis ini kita jalan yuk, lihat Jogja malam hari" kata Andre


" kita pake apa perginya Ndre?" kata Hans


" Tadi sore mobil gue yang ada dirumah om gue udah diantar kesini, jadi kita pake itu selama di sini"


" mantap tuh, ya udah kita siap-siap yuk" kata Hans


Akhirnya mereka berenam pergi berkeliling kota Jogja dan menikmati suasana malam yang ada di kota tersebut. Hans dan Amel kebagian jadi supir, Fahri dan Nana duduk di bangku tengah, sementara pasangan Andre Luna memilih duduk di kursi belakang sambil sesekali mencuri waktu bermesraan mereka.


Sepulangnya mereka, Hans sudah lebih dulu masuk kamar, Nana dan Fahri pun sama, diikuti oleh Amel. Namun Luna belum bisa memejamkan matanya memilih untuk duduk di tepi kolam renang. Di sana terdapat sebuah sofa panjang empuk dan Luna memilih merebahkan tubuhnya di sana. Tak lama, Andre datang dan langsung berbaring memeluk Luna dari belakang.


" Kak Andre?" kata Luna


" iya sayang, ini aku" kata Andre berbisik


" belum ngantuk juga ya?"


" belum sayang, aku masih pengen berduaan dengan kamu"


Andre mengecup leher putih Luna dan menjilatinya. Sementara tangannya mulai beraksi membelai perut ramping Luna hingga keluarlah desahan pertama dari bibir Luna.


" kak Andreee gelliiiii"


" Nikmati aja sayang, rilex aja"


" nanti dilihat temen-temen gak enak jadinya"


" ya udah, kita kekamar yuk"


" ngapain?"


" aku mau bobok sambil peluk kamu cantik"