MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 18



Pukul 7 malam, keduanya baru sampai di puncak, tepatnya di villa keluarga fahri. Villa itu jarang sekali dikunjungi, karena keluarga fahri sangat sibuk. Hanya ada bik sumi dan mang tata yg setia mengurus villa itu.


" eh tuan, kok gak nelfon dulu mau kesini" ujar mang tata kaget karena tuan nya datang


" mendadak mang, gak ada rencana sebenarnya"


" silahkan masuk non, tuan, bibi mau nyiapin makan malam dulu" ujar bik sumi


" sayang, kamu mandi dulu ya, baju kamu aku ambilin dulu dimobil"


" ya bie" ujar nana


" bik tolonng antar non nana ke kamarku ya bik" ujar fahri


" baik tuan, mari non bibi antar"


Setelah makan malam, fahri mengajak nana untuk pergi ke halaman samping. Di Sana mereka disuguhkan dengan pemandangan lampu2 yang indah dari atas bukit, dengan hawa dingin yg begitu menenangkan pikiran.


Fahri memeluk kekasihnya itu dari belakang, serta tak lupa memberikan kecupan-kecupan lembut dirambut nana.


" kau bahagia sayang??" ujar fahri


" sangat bahagia bie, makasih y bie" ujar nana. Jujur saja, nana telah melupakan masalah nya tadi siang. Apalagi ditambah dengan perlakuan2 fahri kepadanya. Semakin membuat nana tenggelam dilautan cinta fahri.


Fahri semakin mengeratkan pelukannya diperut nana, sambil sesekali mengelus2 buah cinta mereka.


Hingga tak terasa hari telah menunjukkan pukul 11 malam, fahri mengajak nana untuk masuk karena cuaca semakin dingin.


" ayo kita masuk yank, disini sangat dingin"


" iya bie, aku udah menggigil nih"


Fahri mengajak nana kekamarnya.


" bie, aku segan ama bik sumi kalau kita sekamar"


" hmm bibik tu udah paham yank, jadi udah cuekin aja"


" apa kamu pernah bawa wanita kesini bie? " tanya nana


" you are the first baby" ucap fahri


" kalau ke apartement kamu?


" tetap saja kau yg pertama"


" apa pernah aku berbohong padamu?"


Nana tersenyum bahagia. Ternyata fahri bukan tipe pemain wanita. mereka membaringkan tubuh mereka diatas kasur. Nana begitu lelah hari ini. Dia pun meminta fahri untuk membuka bajunya


" bie, buka donk baju kamu." rengeknya


" kamu mau bie?"


" iih apaan sih, aku pengen cium aroma tubuh kamu bie. biar aku cepet bobok"


" ooo kirain kamu mau" fahri tertawa


Nana pun tidur dengan posisi hidung dan bibirnya nempel di dada bidang fahri, sementara fahri memiringkan badannya sambil mengelus2 perut nana.


" fahriiiiii....!!!!! apa yg kamu lakukan?" tiba2 datang seseorang membuka pintu kamar


Ternyata hari sudah pagi..


" papa!!!" ujar fahri kaget setengah mati.


" astaga, kamu ngapain fahri? papa kecewa sama kamu fahri!!!"


Nana yg kaget pun sudah mulai mengeluarkan air matanya yg juga ketakutan.


Fahri lalu menyusul papa nya diruang tamu.


" jelaskan fahri!!!! ada apa ini?? kenapa kamu bawa perempuan tidur dikamar kamu"


" pa, sebelumnya fahri minta maaf. dia nana pa, kekasih fahri.. dan juga... " fahri terdiam


" dan juga apa!!!!" bentak papa nya


" dia ibu dari anak fahri pa, nana sedang hamil anak fahri." ujar fahri terbata-bata


" apa??? hamil kamu bilang??? astaga fahri... apa yg kamu lakukan nak.. "


" maafin fahri pa, semua terjadi begitu saja, tapi fahri mau tanggung jawab. Fahri mohon papa restui fahri dengan nana ya pa"


Nana yg sudah duduk disamping fahri pun tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.


" orang tua kamu sudah tau nak?" ujar papa fahri selanjutnya


" belum om" ujar nana sambil menunduk