
Malam harinya, mama dan papa mertua sudah masuk kedalam kamar. Sementara nana dan fahri sedang bersantai di depan TV.
Nana sengaja menggesek-gesekkan kakinya di paha fahri, membuat si empu nya sedikit merasa bernafsu. Lama-lama kaki nana semakin naik keatas menggesek junior yg hanya ditutupi oleh boxer warna hitam.
Fahri semakin menggigit bibirnya menahan hasrat nya yg tiba-tiba naik karena diganggu oleh nana.
" yaankkk.. junior berontak nih" ujar nya
" kenapa?" ujar nana pura2 polos
" kamu
bangunin dia yank.. udah ngilu aku nahannya. Aku jengukin dedek malam ini boleh ya yank" pinta fahri
" males ah, aku ngantuk" ucap nana mempermainkan fahri. Padahal dia juga lagi menginginkan fahri malam ini.
" yaaankkk.. aku kesiksa nih.. dia berontak.. ngilu yaaankk" rengek fahri
" yukkk" ujar nana mengedipkan mata genitnya
Fahri segera menggendong istrinya kekamar. Sesampainya di kamar, fahri meletakkan tubuh istrinya perlahan-lahan. Ia langsung membuka dress rumahan milik nana dan memulai aksinya. Mulai dari mengecup mesra telinga, turun keleher, naik lagi ke bibir dan melumatnya. Tangan nakal nana pun tak tinggal diam, dia semakin berani menjamah junior. Di keluarkan junior dari sarangnya dan memulai untuk menggerakkan tangannya naik turun.
" ahhh nikmatt yankkk" rancau fahri sambil merem melek
Karena sudah tidak tahan lagi, fahri mendorong tubuh nana dan mulai memasukinya.
" auuu lembut ya yank"
" oke sayang, aku juga ga mau nyakitin dedek" ujar fahri
Dan akhirnya fahri menumpahkan pelepasannya di dalam milik nana dan ambruk disamping tubuh istrinya. Mereka pun tertidur dibawah balutan selimut.
*********
Pagi harinya, Fahri membangunkan nana yg masih tidur.
" yank, bangun.. kita sekolah hari ini" kata fahri sambil mengecup kening istrinya
" hmmm iyaa bentar lagi yank" ujar nana dengan suara serak khas bangun tidur
" heiii, udah jam 6 yank, tar kita telat" lanjut fahri sambil membelai rambut istrinya
" iya, aku mandi dulu ya"
15 menit kemudian nana telah bersiap-siap dengan seragam miliknya. Mereka pun segera turun kebawah untuk sarapan.
" hmmm wanginyaaa... mama buat apa?" ujar nana sambil mengelus-elus perut nya yg terlihat mulai membuncit
" nasi goreng udang donk, kesukaan papa, kesukaan fahri, dan sekarang jadi kesukaan mantu mama" kata mama nita tersenyum
" maaf ya ma nana tadi gak bantuin mama nyiapin ini semua" kata nya merasa tidak enak
" gak apa2 sayang, mama gak merasa repot kok" kata nita
" ya udah, yuk kita sarapan. ntar kalian telat loh" ujar papa sigit
Nana pun menikmati nasi goreng buatan mertuanya itu. Hingga tak sadar dia sudah menghabiskan isi piringnya dalam sekejab dan itu membuat fahri melongo.
" dedek laper ya yank?" kata fahri sambil memegang perut nana dan mengelusnya
" hehhee iya daddy.. " kata nana dengan suara imutnya dan membuat semua orang tertawa
" ya udah kita berangkat yuk" kata fahri menggenggam tangan nana
Mereka pun menyalami kedua orangtua mereka dan memasuki mobil milik fahri.
Dijalan, mereka pun ngobrol sambil nana memegang lengan kokoh fahri dan bersandar manja
" yank, aku risih diliatin pemuja kamu disekolah" kata nana
" udah lah cuekin aja yank" kata fahri
" iya, tapi tatapan mereka itu loh yank udah kayak mau nerkam aku aja"
" yg penting kan aku milik kamu yank" kata fahri tersenyum memandang wajah istrinya.
" iih sayang aku serius nih"
Fahri pun menepikan mobilnya,
" sayang, aku juga serius. udah, gak usah ku fikirin orang lain okey. Kita jalani hidup kita, aku kamu dan dedek. Sayang, hati aku, bibir aku, junior aku, tubuh aku, semua milik kamu sayang, Jadi apalagi yg harus kamu takutin." kata fahri
" iya2" ujar nana.