Maple High School Academy Hidden Year 3

Maple High School Academy Hidden Year 3
Marionette Feather in WAET CCXXII - Boss of Troublemaker




Boss of Troublemaker


"DI MANA AKU?" Wolfe menghela napas cemas, "Mana pemberontak sialan yang menawan gadis itu!"


"Kau masih tidak berubah. Kalau sudah urusan gadis tak ada habisnya." Wajah cerah Zeon seketika berubah masam.


"Apa, sih, maumu Telinga Panjang sialan! Selalu saja mengganggu euforiaku!" Wolfe perlahan mencoba bangkit.


"Dasar tak tahu diri! Bukannya berterima kasih, malah menghina seenak jidat lebarnya." Zeon berdiri tegak hendak meninggalkannya.


"Bajingan! Cih ... pria lemah kemayu sepertimu menolongku? Fish upon the sky, hahaha!"


Kelinci Bulan biru melompat dari bahu Zovras.  Ia perlahan mendekat ke arah Wolfe, cahaya biru bersinar dari tanda tato mirip kunci di pipinya. Tanpa Wolfe sadari, Elyosa menyepak punggungnya. Wolfe terpental jauh menabrak pohon, sementara Zeon dan Axel menahan tawa. Wolfe meraung kesakitan, kepalanya berhasil mencium batang pohon dengan keras. Ia meraung kesakitan.


Wolfe bangkit dengan amarah dan kekesalan, ia berlari menangkap kelinci itu. "Argh! Kelinci kurang ajar! Akan kubuat satai kau kelinci nakal!"


Elyosa berlari secepat kilat dari kejaran serigala berbulu putih halus itu. Kecepatan Wolfe meningkat bersamaan api emosi yang terpancing. Ia hampir menyamai kecepatan lompatan Elyosa. Namun, Elyosa berhasil kabur ke bahu tuannya sebelum tangan penuh cakar runcing Wolfe berhasil menangkapnya. Zeon tertawa kencang, tetapi hal itu membuat amarah serigala itu meledak. Ia meraih kerah seragam turnamen Zeon, mencengkram dan mengangkat Zeon hingga ia tak bisa menyentuh tanah lagi. Zeon memberontak, tetapi kekuatan mereka berbanding jauh. Napas Elf bersurai putih panjang dengan mata biru keunguan itu tercekat, meronta meminta pertolongan.


Sekelabat angin memelesat, entah datang dari mana, Axel berhasil menahan kepalan tangan Wolfe yang ingin meninju Zeon. Wolfe makin geram, tetapi Axel tak takut dengan seniornya itu. Aura kekuatan dendam menyeruak dari tubuh Wolfe. Axel dengan cepat membebaskan Zeon dari genggamannya dan membuat jarak di antara mereka.


Michille mengembangkan sayapnya dan berkata, "Memang serigala penciumannya saja yang bagus, tapi otak dan kontrol emosinya mirip dengan udang."


"Apa kau bilang?!" Wolfe menerjang Axel dan Zeon dengan taring dan cakar runcingnya.


Tiba-tiba petir emas tercipta mengurung Wolfe. Hampir saja, kalau telat beberapa detik, Axel akan kehilangan nyawa. Zovras tepat waktu, ia berhasil meningkatkan kemampuannya.


Zovras mendekat dengan Elyosa, "Benar kata mereka, Dalton S. Wolfe, serigala yang tampan dan terhormat. Gadis itu seperti iblis, tampak cantik di depanmu, tetapi dialah yang menghilangkan kesadaranmu. Zeon yang mencari dan mengorbankan nyawanya untukmu. Do you understand, Wolfe? So, keep calm!"


Taring dan cakar buas Wolfe perlahan menghilang bersamaan sangkar petir. Tak ada ucapan terima kasih yang keluar dari mulutnya, ia malah pergi menjauh dan duduk di bawah pohon dekat sungai pembatas Stormville dengan Eternal Thunder. Zovras memberi kode kepada Zeon dan Axel. Mereka menangkap maksudnya dan memutuskan berbaring tidur di atas rumput. Zovras dan Elyosa kembali duduk di tempat semula.


Wolfe melirik Elyosa dengan geram. Ia membatin, Aku sungguh membenci kelinci sialan itu!


 Langit hitam bertabur bintang menjadi pemandangan indah kala itu. Lampion-lampion jingga yang menerangi setiap sudut pepohonan di bawah Raijin Temple perlahan menghilang satu demi satu. Ketenangan tengah malam berubah ketika suara kepakan sayap yang awalnya kecil makin lama makin menguat. Mengusik mimpi indah sang kelinci bulan kecil itu sehingga mata kecil indah bagai lautan terbuka perlahan. Terbelalak begitu melihat kawanan burung Haireat terbang mendekat.


Elyosa mencoba membangunkan tuannya dengan jilatannya, tetapi nihil. Ia akhirnya memutuskan menyepak serigala tak berdosa itu. Wolfe terpental dan rasa sakit yang begitu parah menarik arwahnya dari alam mimpi.


Wolfe mengusap kepalanya, "Benar-benar kelinci sialan! Sini kau!"


"Hah, apa? Jangan berusaha menipuku, ya!" ucap Wolfe mencoba memahami tingkah aneh Elyosa. Ia kemudian berbalik badan melihat arah yang ditunjuk kelinci bulan itu.


"Oh Tuhan, matilah kita ...."


Wolfe membatu di tempat. Namun, Elyosa menyadarkannya dengan gigitan kecil. Ia mengaduh kemudian mencoba membangunkan ketua klub astronomi Maple Academy itu dan bergegas membangunkan yang lainnya.


Kesempatan! batin Wolfe dengan senyum semringah.


Wolfe menggenggam salah satu kaki dan membenturkan badan mereka sekaligus berteriak, "BANGUN! KITA DISERANG, KALIAN MALAH ENAK TIDURAN! BANGUN, ANAK KECIL!"


"Sakit Wolfe! Ada apa sih, Wol—" Ucapan Zeon terputus sesaat setelah ia melihat kawanan burung menyebalkan itu datang lagi.


Sial! Awas aja nanti akan kubalaskan dendam ini! batin Axel di balik wajah datarnya.


Zovras menerawang jauh dengan mata penyihirnya, "Guys ... I think we should go now or we'll get so many troubles!"


Belum lagi memulai aksi kabur, burung itu berhasil kembali mengepung mereka. Mereka terpojok dan tak bisa berbuat gegabah. Kawanan burung itu memelesat terbang menggigiti rambut mereka. Zovras dan timnya melawan sekuat tenaga, mengempaskan burung itu dan membuat jarak di antara mereka. Namun, burung Haireat berwarna keemasan dengan polkadot perak itu menyemburkan serbuk berbeda. Semuanya mengarah ke Wolfe yang tak waspada. Zeon yang melihat langsung bergegas melindungi wolfe.


"Awas Wolfe! Sylph : Holy Sto—"


Perkataan Zeon terputus ketika kawanan burung Haireat kecil menyerang rambutnya hingga putus setengah bagian. Serbuk itu berhasil mengenainya dan efek serbuk itu membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.


"Zeon!" Axel menggunakan kekuatan Marionette menarik Zeon ke arahnya. Zovras akhirnya kesal, ia menggunakan tiga kekuatan alam membentuk badai petir yang menyambar beberapa burung. Mereka mengambil kesempatan untuk melarikan diri. Zeon masih saja tak bisa berhenti tertawa, badannya terkulai lemas. Namun, tanpa mereka sadari serbuk itu juga mengenai baju mereka sedikit.


"Semua ini salahmu, Wolfe!" tuduh Axel.


"Lah, kok, aku?"


"Terus siapa lagi serigala pembuat masalah! Zeon sudah berulang kali mendapat masalah besar karenamu!"


"Emang dasar dianya saja yang lemah!" bantah Wolfe.


"Wolfe!"


Zeon menarik tangan Axel, seolah mengadangnya untuk tidak bertengkar. Namun, dendam Axel semakin lama makin subur layaknya tanaman yang diberi pupuk. Akhirnya, Zeon memanggil Falcon Autumn dan membawa mereka melintasi sungai ke daerah Eternal Thunder. Axel memutuskan terbang sendiri melihat tingkah Wolfe tak merasa bersalah sedikit pun.


Aku bersumpah akan membalasmu serigala jahannam itu! Axel memelesat terbang mendahului mereka dengan penuh dendam di hati.