Maple High School Academy Hidden Year 3

Maple High School Academy Hidden Year 3
Noir Crushing Journey - Cryoville




Cryoville


“DARI MANA SAJA kau, hah!”


David seketika terdiam, ekspresi senangnya berubah dalam sekejap. Ia menatap Miguel tajam. “Kau pikir aku ke mana?” David mendorong bahu Miguel dengan telunjuk. “Tentu saja berusaha menyelamatkan diri dari hewan tak berguna itu, bodoh! Mereka hampir membuatku mati karena serbuk berbahaya itu!”


Thann dan Nastradamus belum ada pergerakan untuk memisahkan kedua remaja itu. Mereka ingin tahu siapa yang mampu menelan ego pada diri masing-masing.  Noir pun sudah mereka temukan di gua itu, sekarang hewan yang suka melarikan diri itu berada di gendongan Nastradamus.


“Kau pikir mudah untuk menghindari sekawanan burung Haireat?” David tersenyum sinis. “Kau saja tak bisa menolong dirimu sendiri saat diserang. Kau … cacat, ‘kan?”


Miguel mengepalkan tangan. Urat di leher serta rahang mengeras, menandakan emosinya benar-benar terpancing. Biasanya Miguel tak akan terpancing dengan hal sepele, tetapi bocah Demigod itu tahu sesuatu yang ia sembunyikan. “Kau mengetahui sesuatu ternyata.”


“Tentu,” balas David dengan sorot menantang.


Ekspresi Miguel seketika berubah. Sekilas iris mata kiri remaja itu berubah warna menjadi merah, seperti api. Sekeliling Miguel terasa panas seperti ada api yang menyala-nyala. Thann dan Nastradamus mundur beberapa langkah saat aura Miguel membuat sekitarnya terasa mendidih.


David waswas melihat perubahan Miguel. Tanpa sadar, ia berjalan mundur sampai punggungnya menabrak dinding gua. “B-berhenti! Apa maumu?” David menunjuk Miguel, tubuhnya gemetar.


Suara tawa Miguel menggema dalam gua, terdengar seperti psikopat yang akan memangsa korban. Melihat ekspresi David yang ketakutan, malah bagai hiburan di mata pemilik rambut putih itu.


“Kau yang memulai, David. Bukan hal baik mengusik ketenangan seseorang.” Suara Miguel terdengar berbeda. Miguel menciptakan api di tangannya seukuran bola kasti. Api itu menari-nari dengan indah, tetapi mematikan secara bersamaan.


David menggeleng saat Miguel menyodorkan bola api tepat di depan wajahnya. Keadaan panik membuat pemilik rambut kuning keemasan itu tak mampu mengeluarkan kekuatan. Saat Miguel mulai lepas kendali dan hampir membakar tubuh David, Thann menarik kerah Miguel agar tersadar.


“Kau mau membunuh temanmu, hah!” bentak Thann marah.


Miguel tersenyum sinis seolah tak peduli kemarahan Thann, ia mendekat dan berbisik pada David. “Kau juga menunjukkan kelemahanmu padaku, baru saja.”


 Pagi tiba. Setelah perdebatan semalam, semua anggota terdiam di sepanjang perjalanan. Bahkan David tak membuka suara sekadar mengeluh karena berjalan kaki dari Majestic Widerham Wood menuju pinggiran hutan Woodville Market. Tujuan selanjutnya adalah Cryoville, mereka harus melewati wilayah bersalju itu untuk sampai di altar Noir. Luka di kaki David pun sudah diobati oleh Nastradamus.


Nastradamus yang tak menyukai suasana beku ini memulai percakapan dengan Noir duduk di pundaknya. “Tidak mau berhenti untuk mengisi perut?” tanya penyihir asal Rainville itu pada dua remeja yang berjalan bersebelahan.


“Tidak!” David dan Miguel berucap bersamaan.


Thann melirik kedua siswa angkatan ketiga itu, seperti déjà vu saat field trip. Miguel dan David seperti Wolfe dan Ashlen yang selalu bertengkar. Setelah keluar dari Majestic Winderham Wood, mereka disuguhi oleh pasar yang ramai dan padat.


Mereka melewati Woodville Market yang merupakan pasar di wilayah Woodville, letaknya tak begitu jauh dari Majestic Winderham Wood. Terlihat dari semua arah aktivitas perdagangan, pertukaran budaya dan informasi, penerimaaan jasa sihir, dan lainnya berada di tempat ini. Nastradamus mengetahui dari penduduk Woodville jika perayaan festival Auntumnland selalu dirayakan di sini selama berhari-hari. Tempat ini juga memiliki segala jenis toko, kedai, restoran, dan kios.


“Wah, makanan!”


Saat David akan melangkah menuju kedai makanan, Thann menarik seragamnya. “Nastradamus bisa memberimu beberapa buah dan makanan seperti yang kau lihat.”


“Tapi ….“


 Nastradamus segera menyumpal mulut David dengan jamur berbentuk bunga sakura yang mekar saat bocah itu melayangkan protes.


Saat di Avotonis Cave, Nastradamus mencari beberapa buah atau tumbuhan yang dapat dikonsumsi, kemudian meletakkannya dalam tas sihir yang sudah diberi ramuan pengawet agar tahan sampai beberapa hari ke depan.


Melanjutkan perjalanan menuju pinggiran hutan Woodville Market, langkah mereka selalu dihentikan para pedagang yang menawarkan berbagai jenis makanan, minuman, dan barang lainnya. Thann selaku kapten memimpin jalan, ia menggunakan ekspresi datar agar para pedagang tak menghalangi jalan. Namun, para wanita melihat wajah Thann bagai matahari di pagi yang cerah, indah dan bersinar.


Akhirnya, mereka sampai setelah dua puluh menit yang penuh sesak oleh keramaian pasar, godaan dari pedagang perempuan pada Thann, David yang kembali mengincar makanan, dan terakhir si penyihir Rainville tertarik pada toko ramuan. Hampir saja Miguel lupa diri seperti Nastradamus saat melihat isi toko berupa simplisia yang bermanfaat. Ia segera menyeret seniornya ke luar toko ramuan setelah menarik Thann dari kerumunan.


 “Kita menyeberang pakai apa?” tanya David bingung. Seingatnya, Thann mengatakan agar mereka menghemat tenaga, berjaga-jaga untuk serangan dadakan Haireat.


Thann melirik Nastradamus yang biasanya tahu harus menggunakan apa, tetapi penyihir itu menggeleng. Aux mengepakan sayap ke udara lantas tubuhnya membesar tiga kali lipat dari ukuran asli. Hewan itu mendarat di tanah kemudian mengirim telepati pada sang pemilik.


Kau bisa menggunakanku sebagai tunggangan untuk menyeberangi sungai menuju Cryoville.


Dahi David berkerut. “Kau bilang tak mau meninggalkan tempat ini?”


Seketika senyum David mengembangkan, kemudian berseru pada tim. “Ayo, kita naiki, Aux! Dia akan membantu kita menyeberangi sungai!”


“Kau yakin?” tanya Thann ragu.


David mengangguk pasti lalu naik ke atas tubuh Aux. Miguel yang ingin terbang, seketika dimarahi oleh Thann. Sang kapten menyuruh anggotanya menghemat mana dan Miguel pun duduk di belakang Nastradamus. Setelah siap, Aux mengepakan sayap beberapa kali sampai terangkat ke udara, kemudian terbang lepas. Pemandangan wilayah penuh salju yang menutupi gunung berapi bernama Anak Vulk yang akan mereka datangi.


Butiran salju menyapa kulit saat memasuki wilayah Cryoville. Udara dingin seketika menembus sampai ke tulang. Hingga koak sekawanan burung Haireat kembali terdengar. Di belakang Aux, sekawanan burung hitam legam itu terbang menyusul.


“Dengar, kita tidak bisa melawan hewan itu di udara. David, perintahkan Aux mendarat, sementara aku dan Miguel akan mengadang burung jelek itu!” titah Thann cepat.


Nastradamus menepuk pundak David. “Katakan pada Aux, terbanglah menuju Oighar Barat, di sana adalah gerbang utama memasuki dataran Cryoville. Setelahnya, terbang menuju pinggiran hutan Giofar.”


Namun, Noir lagi-lagi berulah saat burung Haireat menyapa tim. Kucing hitam bersayap itu mengelus pipi Nastradamus dengan kakinya yang berbulu hitam, kemudian melingkarkan kedua kakinya pada leher Nastradamus, seperti memeluk. Sayap hewan itu mengepak beberapa kali setelah memberi ucapan ‘selamat tinggal’ sebelum melarikan diri menuju dataran bersalju.


“Noir!” teriak Nastradamus membuat Thann dan Miguel menoleh bersamaan sebelum menyerang burung Haireat yang siap menyerang.


Thann kembali fokus menembakkan energy shoot di sisi kiri, sementara Miguel menciptakan api sebesar bola basket yang menghantam burung Haireat di sisi kanan. Aux mulai terbang menukik untuk mendarat. Melewati gerbang utama wilayah Cryoville, Aux memasuki pinggiran hutan Giofar. Miguel melompat dari tubuh Aux, kemudian membuat perisai api agar burung Haireat tak dapat memasuki hutan dan menyentuh tim.


Setelah sekawanan burung Haireat pergi, Miguel menyusul tim ke dalam hutan Giofar. Ia melihat Aux sudah kembali ke bentuk semula dan bertengger di bahu David yang kedinginan. Remaja bersayap itu tak menyadari jika kapten tim sudah menatapnya dengan tajam.


“David, kau—”


Thann menembakkan energy shoot pada Miguel, membuat punggung remaja itu menghantam batang pohon. Miguel yang diserang secara mendadak pun terkejut, ia menatap bingung Thann. “Ada apa denganmu?” tanya Miguel heran.


“Kau pikir meloncat lantas menghalangi sekawanan burung jelek itu tak membahayakan nyawa, hah!” murka Thann. Wajahnya memerah menahan marah yang tertahan.


“Lantas bagaimana? Kau mau membahayakan anggota dengan serangan hewan jelek itu?”


Keduanya bersitegang, Thann sedikit memahami watak junior di hadapannya. Melakukan sesuatu tanpa diperintah, tetapi membahayakan diri sendiri. Sementara Nastradamus mengguncangkan tubuh David agar tetap sadar.


“Kalian masih mau bertengkar sementara salah satu anggota hampir mati kedinginan?” teriak Nastradamus, membuat Thann dan Miguel kompak menoleh.


Bibir David mulai membiru karena tak tahan dengan cuaca yang berbeda, dingin sampai membuat tulang terasa nyeri. Miguel segera menyentuh leher David, menyalurkan energi panas dari sana agar bocah itu bertahan sampai mereka menemukan tempat bermalam.


Melihat bagaimana Miguel menolong David, emosi Thann surut. Ia menghampiri Nastradamus yang masih kelihatan cemas akan kondisi David. “Jangan khawatir, David pasti bertahan. Sekarang kita harus mencari tempat agar David bisa beristirahat. Kau tahu di mana?”


“Kita akan memasuki hutan Giofar lebih dalam, di sana dibangun tempat untuk penyihir ilmuwan dan pengunjung tinggal.”


Saat Nastradamus berdiri, Thann menyadari sesuatu. “Di mana kucing itu?”


Tubuhnya menegang seketika, ia melirik sang kapten dengan takut. Nastradamus pikir  Thann tidak menyadari jika Noir hilang dan tak memarahinya. Namun, kenyataan tak sesuai realita. Thann belum menyadari jika Noir kabur lagi saat sekawanan Haireat datang.


“M-maaf. Noir … kabur lagi saat burung—”


“Apa kau bilang?” Emosinya yang baru saja turun, kembali naik karena Nastradamus yang tak becus menjaga seekor kucing. “Kau itu bagaimana, sih? Menjaga hewan sekecil itu saja kecolongan? Hewan itu bahkan sangat manja padamu, lantas bagaimana bisa kabur?”


Nastradamus kembali menunduk membuat Thann berdecak lelah. “Sekarang kita harus mencari tempat untuk David istirahat. Sebaiknya kau tunjukan di mana tempat yang cocok.”


Thann memapah David yang terkulai lemas, sedangkan Miguel membawa Nastradamus di kakinya. Miguel memimpin jalan sesuai arahan penyihir, sekaligus menghalangi angin dingin yang menerpa Thann dan David di belakang. Setelah sepuluh menit, mereka menemukan banyak rumah pohon dibangun dalam hutan. Suhu hutan Giofar lebih sejuk alih-alih dingin.


Berbagai hewan dan tumbuhan tumbuh di dataran sejuk Giofar. Beberapa penyihir ilmuwan juga tinggal di tempat ini untuk mengembangkan Tower of Seeds, tempat menyimpan dan meneliti sampel alam dari seluruh penjuru Auntumnland. Terdapat kambing antikloda yang seumur hidupnya hanya memakan apel mal beracun. Kotoran hewan itu dapat dijadikan bahan bakar dan bulu mereka adalah sumber pakaian hangat utama penduduk Cryoville.


Nastradamus mengarahkan Miguel pada rumah pohon yang sudah lapuk dimakan usia dan tak berpenghuni. Mereka memasuki rumah pohon itu, Thann membaringkan David di lantai kayu. Sementara Miguel pergi keluar setelah Nastradamus menapaki lantai. Sepuluh menit berlalu, Miguel membawa kotoran kambing yang entah bagaimana bisa ia dapatkan, kemudian memasukannya pada perapian. Hangat api dengan bahan bakar kotoran kambing menyebar ke seluruh penjuru rumah pohon.


Menyadari keanehan pada tubuh David yang menggigil, bibir kebiruan dan denyut jantung yang lemah, serta tidak teratur membuat Nastradamus panik. “David!”


Thann dan Miguel menoleh kompak  kemudian melihat kondisi David.


Hipotermia, batin Miguel.