
Attack
DAVID MEMPERHATIKAN SEKITAR yang terasa mencekam, ia merasa ada banyak langkah datang. Thann berpindah ke depan karena Miguel berbuat konyol saat keadaan genting. Ia berbalik melihat sekitar yang gelap karena cahaya bola api tak mampu menerangi. Aux terus berdekut sehingga membuatnya meningkatkan kewaspadaan.
Percakapan antara Thann dan orang yang mengadang mereka masih terdengar, tetapi David memilih mengawasi sekitar, perasaanya tak enak. Ketika menoleh ke kanan, ia melihat seorang kriminal mendekati Nastradamus yang melamun.
“Nastradamus!”
Rasa ngilu dan panas menjalar di sekitar leher David ketika melihat Nastradamus kesulitan bernapas saat dicekik oleh orang tak dikenal. Thann dan Miguel seketika menoleh ke belakang karena teriakan David.
Seorang kriminal dengan tindik di telinga dan gaya rambut undercut mencekik si penyihir. Pria itu menatap remeh murid Maple Academy, kemudian melempar Nastradamus begitu saja dan mulai menghampiri Thann.
“Nastradamus!”
Pria bertindik itu menatap Thann dari atas sampai bawah, kemudian terkekeh. Tak lama, mereka dikelilingi oleh mantan kriminal dengan gaya pakaian dan aksesoris yang menyeramkan. Setelah menilai penampilan Thann, pria itu bertepuk tangan seolah mengejek.
“Namamu siapa anak muda?” tanya pria itu sambil menahan tawa.
Thann menatap tak suka pria di hadapannya. Ia seperti diremehkan, padahal seluruh murid di Maple Academy menatap kagum. Rasanya, Thann ingin menyerap seluruh energi kehidupan pria jelek yang mengejeknya.
“Penampilanmu bahkan lebih buruk daripada itik,” sindir Thann.
Pria bertindik itu terkejut saat anak muda di hadapannya mengetahui apa yang ia tertawakan. “Oh, kau tahu jika diriku sedang menertawakan penampilanmu yang sangat rendah dibanding diriku?”
Thann mengetatkan rahang, ia paling benci saat penampilannya yang sempurna ini diremehkan. “Dasar buruk rupa dan jelek! Enyahlah dari muka bumi!” Thann meninju wajah pria itu.
Miguel, David, dan Nastradamus menepuk dahi masing-masing saat Thann terpancing ejekan tak bermutu mantan kriminal itu. Sekarang mereka dalam keadaan terancam, salah satu anggota mantan kriminal dibuat pingsan dengan satu pukulan di wajah.
Beruntung, setelah dilempar Nastradamus tak mengalami patah tulang atau pingsan. David dan Miguel menangkap penyihir itu sebelum menyentuh tanah. Nastradamus ingin bicara baik-baik pada mantan kriminal agar diperbolehkan memasuki wilayah Boneyard. Kenyatannya Thann membawa mereka ke dalam mulut buaya.
Geraman keluar dari sepuluh orang yang mengepung, setelah Thann berhasil menumbangkan salah satu. Mereka saling memunggunggi dan waspada.
“Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau melakukan hal konyol karena penampilanmu dihina?” gerutu Miguel.
Thann menggeram marah. “Kau juga melakukan hal konyol saat keadaan genting! Dasar malaikat tak berguna!”
“Apa!”
Pria pertama yang mengadang jalan menghampiri Thann, ia menempuk pundak remaja itu sementara yang lain mengawasi pergerakan pria yang terlihat kalem tersebut.
“Sepertinya kau ketua dalam kelompok ini. Melihat bagaimana kau menghampiri temanmu …,” jeda pria itu, lantas menatap Miguel. “Melakukan hal konyol saat didatangi dan diberi pertanyaan olehku. Siapa dan dari mana kau berasal?”
Pria di hadapannya terlihat tenang, tidak seperti pria sebelumnya. Thann sedikit tenang saat menghadapi pria bertato aneh ini, tetapi tak mengurangi rasa waspada dalam dirinya. Ia hanya tak boleh lengah atau kalah. Jika kalah, maka Zovras akan menertawakan dirinya habis-habisan.
“Kami murid Maple Academy yang sedang mengikuti turnamen di Wisteria Academy. Boneyard adalah wilayah tujuan yang kami datangi.” Thann menjawab dengan tenang.
Pria itu menaikkan alisnya. “Oh, begitu? Turnamen … Diriku pernah mendengar turnamen tersebut. Sepertinya kau memiliki kelompok yang hebat untuk bisa sampai ke tempat ini.” Pria itu menepuk kepala Thann beberapa kali. “Kalian bisa memanggilku, Erdan. Ketua mantan kriminal di wilayah ini.”
Erdan adalah ketua dari mantan kriminal yang telah direhabilitasi, kemudian menjadi pekerja yang membudidaya jamur. Ia memiliki sifat yang kalem dan tenang, tetapi akan marah jika salah satu anggotanya terluka.
Merasa bangga dengan pujian Erdan, mereka lengah. Bahkan Thann menaikan dagu lantaran bangga pada dirinya. Erdan yang melihat reaksi sekelompok anak muda di hadapannya pun tersenyum penuh arti.
“Kalian memang hebat, tetapi salah satu anggotaku tumbang karena ketua bodoh yang memimpin kelompok ini. Jadi ….”
Erdan mengeluarkan pisau lipat yang sudah tertempel di leher Thann. “Langkahi kami terlebih dahulu atau mati di sini.”
Nastradamus terkejut saat lengannya ditarik, secepat kilat ia sudah berada di tengah-tengah Miguel, David, dan Thann. Bola api pun padam menyisakan gelap. Nastradamus merasa tak berguna sampai dilindungi seperti ini.
“Nastradamus, gunakan kekuatanmu untuk melihat apa yang akan terjadi.” Thann memberi perintah sebelum Erdan menyuruh pasukannya menyerang.
Nastradamus segera menutup mata, rasa dingin dan panas menyelimuti, hingga sebuah gambaran muncul di dalam kepalanya. Nastradamus mengerjap setelah melihat sesuatu.
Gawat, batinnya.
“Kalian harus berhati-hati! Para kriminal itu adalah Necromancer. Mereka mampu mengendalikan benda mati seperti tulang dan daging,” kata Nastradamus memberi peringatan setelah melihat. “Miguel, berikan racun akar klaveries kepada David!”
“Apa!”
Thann menendang kaki Miguel dalam gelap agar remaja itu menuruti perintah Nastradamus. Miguel memberikan barang hasil mencuri yang berharga pada David dengan setengah hati.
“Kalian harus melewati kami dulu. Jika kalian menang, kubiarkan kalian lewat. Kalau kalah ….”
Erdan menjentikkan jari. “Serang!”
Thann yang menyerap energi jamur melalui tanah pun menembakan energy shoot pada Erdan yang menjadi lawan. Laki-laki bertato itu melawannya tanpa mengeluarkan kekuatan Necromancer dan tanpa senjata. Thann merasa diremehkan jika seperti ini.
“Kau ingin melawanku atau meremehkan kemampuanku!” Thann berujar marah, sementara Erdan tersenyum sinis.
Aux menciptakan duplikat awan hitam yang muncul seperti busa dengan petir yang menyambar. Tak lama, air hujan mulai mengguyur tanah Garden of Dawn di sekitar David. Racun akar klaveries berwarna hitam mengambang di atas tangan remaja Demigod itu, kemudian menyatu pada air hujan
“Cloude, move!”
Awan hitam dengan air hujan beracun mengguyur lima orang kriminal sebelum mengeluarkan kekuatan. David dengan cepat membuat mantan kriminial yang ia akui memiliki gaya berpakaian yang keren, pingsan setelah terguyur hujan beracun.
David terduduk setelah lima menit menggunakan kekuatan cuaca hujan. Ia tak mampu berdiri karena harus beristirahat selama delapan menit untuk mengembalikan kekuatan. “Dasar lemah! Begini saja seperti mau mati!” gerutunya, lantas menutup mata.
Miguel melindungi Nastradamus, kedua remaja yang berbeda tingkat itu saling memunggunggi. Salah satu mantan kriminal menggunakan kekuatan Necromancer, lingkaran sihir hitam membentuk pola aneh tergambar di tanah, kemudian memunculkan banyak tulang yang mampu bergerak sendiri.
“Sial, kita dikepung!” gerutu Miguel. “Tetap di dekatku, Nastradamus!”
Nastradamus tak diam saja, ia menggunakan mantra penyerang untuk membekukan tulang hidup yang akan menyerangnya. Xiovi membekukan pergerakan beberapa mantan kriminal yang ingin memunculkan kembali kerangka hidup, sementara Miguel membakar kerangka yang bermunculan dengan api merah.
Kerangka hidup itu tak ada habisnya, membuat Miguel kesulitan. Ia membentuk lingkaran api sebagai tameng, lantas menembakan bola api sebesar kasti pada kerangka yang mendekat. Setelah itu, Miguel membuat busur api, ia arahkan ke tengah lingkaran sihir agar kerangka hidup tak lagi bermunculan dari sana.
“Fire bow!”
Busur api memelesat ke lingkaran sihir, tepat sasaran. Seketika, lingkaran itu terbakar dan berhenti memunculkan kerangka hidup yang menyusahkan. Miguel kembali melakukan hal yang sama dengan anak panah berjumlah lima buah, ia arahkan pada kerangka hidup yang tersisa. Beberapa menit ia melakukan itu sampai kerangka hidup berkurang dan habis. Tersisa para mantan kriminal dengan wajah pucat.
“Kalian kalah—”
Teriakan Nastradamus menghentikan kesenangan Miguel menghabisi lawan. Remaja bermata sebiru laut itu terkejut saat rekannya dicekik oleh kerangka hidup. Seketika, darah dalam dirinya terasa mendidih. Api merah menyelimuti kedua tangan Miguel, kemudian berganti menjadi api biru yang cukup panas dari sebelumnya.
“Blue fire!”
Miguel mengarahkan tinju api pada kerangka hidup yang mencekik Nastradamus, membuat si penyihir terlepas. Remaja itu menciptakan tali api yang mengikat tulang hidup tersebut dan membakarnya. Ada rasa senang setelah menghabisi banyak kerangka dengan kekuatan api.
Nastradamus melihat Miguel seperti orang lain. Remaja Fallen Angel itu seperti tak menyadari kekuatan api yang berevolusi. Bahkan tertawa penuh bahagia melihat kerangka hidup dibakar. Ketika menoleh ke kiri, Nastradamus menyadari jika pengendali kerangka itu belum tumbang.
“Miguel, awas!”
Kesenangan yang Miguel rasakan membuat dirinya lengah. Ketika ia menoleh, seorang kriminal mengacungkan sabit padanya.
Ternyata teriakan Nastradamus terdengar oleh Thann yang berhasil menumbangkan Erdan. Thann berlari menyusul dua rekannya. Energi yang telah ia serap dari jamur raksasa menggumpal besar di tangannya, kemudian ditembakkan pada kriminal yang mengacungkan sabit pada Miguel.
Mantan kriminal itu terlempar. Thann menghampiri si Rambut Hitam yang terlihat berbeda dengan api biru. “Bodoh! Miguel sadar! Kau tak boleh lengah!” Thann mengguncangkan tubuh Miguel.
Setelah sadar, seluruh api biru yang menyelimuti tangan remaja itu menghilang. Nastradamus menghampiri keduanya, disusul David yang sudah lebih baik setelah memulihkan kekuatan. Mereka berkumpul membentuk lingkaran, ternyata tiga orang mantan kriminal masih berdiri.
Nastradamus menegang saat mengingat apa yang tiga kriminal itu lakukan. “Thann! Mereka akan memanggil tulang hidup lebih banyak lagi!”
Thann melihat raut panik Nastradamus. “Tenang, Nastradamus.” Thann memegang bahu si penyihir. “Kita gabungkan kekuatan untuk menghancurkan mereka.”
Mereka menyusun rencana sebelum tiga mantan kriminal kembali memunculkan hal yang sama. Selang beberapa menit, lingkaran sihir berwarna hitam dengan lambang aneh di sekitarnya muncul di tanah, kemudian kerangka hidup merangkak ke luar.
"Bersiap!"
Kali ini Nastradamus akan ikut berperang, ia tidak ingin menjadi beban kelompok. Saat tulang tanpa nyawa mulai menyerang, Nastradamus segera mengucapkan mantra beku membuat semua kerangka hidup berhenti. Miguel membakar semuanya dengan busur api.
Setelah kerangka hidup habis, muncul mayat hidup dari lingkaran sihir. Mereka merangkak dan berjalan tanpa jiwa, lalu menyerang secara asal.
Miguel membuat lingkaran api yang melindungi mereka. "Sekarang!" teriak Miguel.
David membuat hujan beracun yang muncul di atas tiga kriminal tersebut, disertai sambaran petir. Ketika ingin melarikan diri, kaki mereka tak mampu digerakkan karena mantra kaku yang Nastradamus gunakan.
Thann menyentuh tanah sebagai media untuk menyerap energi tiga mantan kriminal dengan energy absorption. Tak butuh waktu lama, mereka pingsan karena energi yang terserap dan mandi hujan racun dari akar klaveries, sehingga mayat hidup yang menyerang secara asal pun menghilang.
Semua anggota terduduk di tanah karena kelelahan. Nastradamus segera mengeluarkan ramuan dari tas ajaib dan memberikan satu per satu pada anggota. Mereka menatap ramuan tersebut curiga.
“Apa ini?” tanya David penasaran.
Nastradamus berdecak, “Jangan banyak tanya, cepat minum. Kita harus pergi ke Boneyard sebelum malam.”
“Apa ada masalah jika sampai di sana malam?” Miguel mewakili pertanyaan Thann.
“Malam hari di wilayah ini sama saja berjalan dengan mata buta, tidak terlihat.” Nastradamus memberi kode agar semua rekannya meminum ramuan yang ia berikan. “Waktu kita tak banyak, cepat minum!”
Mereka meminum ramuan tersebut dengan takut. Setelah beberapa detik, energi mereka kembali meski tak sepenuhnya. “Ramuan apa yang kau berikan?” tanya Thann heran.
Nastradamus tersenyum. “Energy Potion.”
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tersenyum melihat kepergian kelompok Thann ke wilayah selanjutnya. Erdan beserta rekannya bangkit saat Thann dan yang lainnya tak terlihat.
“Anak muda yang malang, kemampuan kalian masih terlalu rendah untuk mengalahkan kami.” Erdan tersenyum miring.