Magical Girl Serial Killer Rena

Magical Girl Serial Killer Rena
43. Rena, Rene (TAMAT)



Serpihan debu dari tubuh Lep yang hancur untuk lenyap berterbangan ke udara saat kami mendarat di sebuah lapangan voli di desa tempat Karen tinggal, ekspresi bahagia karena berhasil menyingkirkan masalah utama dari sistem gadis penyihir pun tergambar jelas di wajah Karen dan gadis itu pun langsung memeluk tubuhku dengan erat sembari berkata riang “Kita berhasil!”


Aku begitu bahagia melihat dia bahagia karena pertarungan pertama dan terakhirnya itu sungguh menakjubkan dan mampu mengakhiri akhir dari kisah tragis para gadis penyihir di kota ini , Karen melepas pelukanku kemudian melirik ke sekitar desa yang kini telah luluh lantak bekas dampak yang disebabkan oleh Lep dan sihir.


Tanpa aba-aba kemudian Karen langsung terbang mendekati orang-orang yang tertimpa reruntuhan atau orang terluka dan memberikan sihir penciptaannya untuk menciptakan kesembuhan seketika pada orang-orang desa itu , rasa terimakasih, tangis bahagia pun muncul dan seketika semua perhatian orang-orang desa tertuju pada Rene ada yang memberikannya tepuk tanga nada juga yang merekam sosok ajaib seperti Karen itu yang sedang terbang membantu orang dengan smartphone mereka.


Pel cahaya putih yang merupakan kembaran Lep tadi itu keluar dari tubuh Karen dan mendekatiku yang sedang memandangi bahagia Karen yang sedang membantu orang-orang dan Pel pun berkata “Tidak aku sangka ternyata sebuah perasaan dari masing-masing hati yang kalian miliki mampu memberikan energi positif yang sangat banyak dan memberikan sihir penghancur yang mahadahsyat.”


Aku menundukkan kepalaku sedalam-dalamnya karena merasa terbantu oleh kekuatan Pel kemudian berkata “Ya syukurlah.”


“Terimakasih banyak Pel atas bantuan kekuatan besar yang kau berikan” ucapku pada Pel cahaya putih yang menanggapi perkataanku dengan bergoyang-goyang dan menjawab “Aku juga berterimakasih kalua tidak ada kalian yang menggunakan kekuatanku mungkin kekuatanku tidak akan ada artinya.”


Aku pun menanggapi perkataan Pel dengan senyuman kemudian kembali menoleh pada Karen yang sedang terbang.


Setelah membantu orang-orang dan membersihkan dan merapihkan reruntuhan rumah orang yang porak poranda Karen pun mendekatiku dan mendarat di sebelahku kemudian menempelkan kepalanya pada bahuku, tapi Pel yang tidak membaca situasi tiba-tiba saja berbicara dan membuat kami berdua terkejut.


“Aku telah memberikan semua kekuatanku bahkan semua unsur tubuhku untuk Karen yang telah menjadi kekuatan besar untuknya saat mengalahkan Lep”


“Namun masih ada sedikit sisa kekuatanku pada tubuhmu agar bisa menghilangkan seluruh hal tentang gadis penyihir di dunia ini” Pel berkata dan sekali lagi keluar dari dalam tubuh Karen,


Pel si cahaya putih itu terbang ke arahku dan berkata “Dan kau Rene kau juga bagian dari sihirku jika aku menghilang dengan berat hati kau juga akan hilang karna takdirmu yang sebenarnya di dunia ini adalah kematian saat ditembak mati para polisi saat it…”


Kemudian setelah berkata Panjang seperti itu Pel tiba-tiba menghilang dari pandangan kami.


Kami membisu beberapa saat ketika pikiran kami berdua masing-masing mencerna perkataan Pel tadi, dan beberapa saat kemudian kepala ku pun memahaminya dan menyimpulkan jika Pel adalah sosok penting yang membuatku hidup kembali dengan memindahkan jiwaku pada Rena yang kepalanya terbentur aspal ketika bertarung dengan Less saat itu dan jiwaku yang berpindah adalah dampak dari kekuatan sihir Pel.


Tapi saat ini sosok Pel itu telah lenyap karena sudah memberikan semua kekuatan bahkan unsur tubuhnya pada Karen untuk digunakan saat mengalahkan Lep tadi dan dia mengatakan masih ada sedikit sisa untuk menghilangkan segala hal tentang gadis penyihir, jika Karen menggunakan sisa kekuatan itu unsur kekuatan sihir Pel otomatis habis dan dampak yang tercipta karena sihirnya Pel pun juga pasti menghilang, salah satu dampak sihir Pel adalah diriku yang mengalami reinkarnasi.


Karen yang tampaknya mengerti kata-kata Pel tadi mulai terisak di sampingku, tetesan air matanya yang pelan mulai membasahi pipinya karena paham aku akan menghilang, aku pun langsung mengalihkan fokusnya agar tangisan Karen tidak deras dan mencoba membahas  hal lain dan memulai dari ucapan permintaan maaf atas perbuatanku yang berdosa selama ini.


“Maafkan aku Karen”


Dengan wajah menyedihkan aku pun yang telah terbiasa dengan perasaan rapuh dari tubuh seorang gadis ini akhirnya ikut menangis seperti Karen dan setelah mengatur nafas aku melanjutkan perkataanku “Selama ini aku telah menjadi pembunuh berantai hanya untuk keegoisanku.”


“Tidak apa Rene aku tahu semua itu karena sistem gadis penyihir” Karen berkata dan mulai mengusap matanya yang basah.


“Jika tidak ada sistem gadis penyihir mungkin kau tidak akan mengalami hal buruk seperti ini” Karen sekali lagi memeluk tubuhku.


“Tapi aku tidak bisa menghilangkan sistem gadis penyihir ini dengan kekuatanku jika kau juga harus hilang” Karen berkata saat pelukannya semakin erat pada tubuhku dan tangisannya pun makin menjadi-jadi.


Aku melepas pelukan Karen itu dan memegangi bahu kecilnya dan sembari menyelipkan senyuman hangat aku pun berkata “Tidak apa Karen, bagiku kau hidup saja sudah cukup”


“Aku sangat bahagia” aku menyela dan memberikan seringai bahagia padanya diantara mataku yang begitu basah.


“Tapi aku masih banyak ingin tahu tentangmu!” Karen meninggikan nada bicaranya yang mengeluarkan perkataan yang membuatku senang karena Karen rupanya ingin mengetahui hal lain dari Rene sang pembunuh berantai ini.


“Tenang ada orang yang bisa kau ajak bicara jika itu tentangku” kataku saat mengusap air mata dan melirik ke kejauhan untuk melihat Mily yang memenangkan pertarungan dengan Rena masa depan saat berjalan mendekati kami berdua.


Beberapa saat kemudian Karen yang menangis menundukkan kepala karena makin terisak dan tidak melakukan tugasnya untuk menghilangkan segala hal tentang gadis penyihir akibat masih ragu akan hilangnya diriku aku pun tanpa sadar membentak Karen “Cepat lakukan!”


Karen tersentak dan melihatku mengunakan wajah takut, aku yang sadar jika telah menakuti gadis yang aku cintai langsung menunduk dan membisu.


“Ma_maafkan aku” ucapku.


Setelah mengusap air matanya perlahan Karen mulai mengangkat busur sihirnya  kearah langit malam yang terang dengan bulan purnama ini sembari memperhatikan gerakan tangannya aku pun melanjutkan perkataan “Lagipula impianku untuk melihatmu hidup dan menggapai impian konyol masa kecilmu sudah tercapai.”


“Aku tidak akan menyesal” aku menggelengkan kepala dan kali ini melihat Karen telah mengeluarkan anak panahnya dan bersiap menembakkan panah itu kearah bulan.


“Ba_baiklah” Karen tergagap saat mencoba meredakan tangisnya sendiri.


Sebelum menghilang dari dunia ini untuk benar-benar mati aku menyempatkan diri untuk melihat terakhir kalinya hal tragis di balik keindahan gadis penyihir di dunia ini dengan melihat pertarungan Rea dan Clara yang berakhir seri saat kedua gadis itu tampak telah tewas seperti yang kulihat dengan sihir penglihatan jarak jauh, mayat-mayat gadis penyihir lainnya yang mati karena membantuku dan, Rena masa depan yang berhasil ditumbangkan oleh Gadis Penyihir terkuat di kota Batavia yaitu Mily.


Setelah melihat hal tragis aku pun menyempatkan diri untuk melihat keindahan gadis penyihir yang datang dari Kaen saat tubuhnya mengeluarkan cahaya seperti dewi yang sangat indah saat melepas panahnya kearah bulan, saat mencapai bulan panah itu terpecah dan menghujani bumi dengan cahaya terangya yang kelap-kelip malam ini. dan sosok Karen diantara hujan cahaya itu sangat berkharisma dan cantik ku lihat meski baru saja menangis.


Aku sadar setelah Mily yang kostum gadis penyihirnya menghilang ketika sedang berjalan kesini karena sihir Karen yang menghilangkan segala hal tentang gadis penyihir selanjutnya giliranku yang akan menghilang, setelah hujan cahaya diatas sana berakhir jiwaku yang bersemayam pada tubuh Rena akan lenyap, karena itu aku merasa sekaranglah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku saat dalam wujud laki-laki dulu.


Dengan sosok seorang gadis, aku yang ingin mengungkap perasaan yang telah lama aku pendam pada Karen terbata saat berkata “A_aku ingin mengatakan sesuatu.”


Karen membalas perkataanku dengan mengangguk.


“Aku sungguh mencintaimu”


Ungkapan perasaan dariku itu rupanya semakin membuat Karen sedih, sampai-sampai membuatnya kembali menangis tersedu-sedu dan hanya bisa membisu sembari menganggukkan kepalanya dengan kencang hingga membuatku tidak mengetahui apa jawaban dari ungkapan cintaku.


Tapi bagiku sudah cukup, karena aku telah mengungkapkan perasaanku dengan berani sebelum lenyap dan diriku yang merasa lega bisa tersenyum bahagia, setelah memberikan senyuman hangat pada Karen aku berkata “Selamat tinggal Karen.”


‘Seorang gadis penyihir pembunuh berantai bernama Rena yang berhasil mengungkapkan cintanya’ kurasa akhir dari kisah hidupku tidak terlalu buruk.


“RENE!” Karen berteriak saat dirinya tak bisa kulihat lagi ketika penglihatan ku seketika menggelap.


TAMAT