
Salah satu jendela kaca yang lebar pada Gedung event itu hancur saat aku dan Rea menembusnya Ketika dikejar serangan bertubi-tubi dari gadis penyihir lain yang sangat mencintai Agura idola mereka.Dengan amarah yang besar mereka mampu mendeteksi jika kami ingin membantu Qori dan Umi yang ingin melarikan diri dari serangan Agura, aku dan Rea terpaksa melawan para fans itu yang sepertinya sangat ingin membunuh kami terlihat dari serangan mereka yang langsung menggunakan jurus utama.
Tak lama kemudian Qori dan Umi kulihat akhirnya muncul juga dari jendela satu lagi diujung sana saat dikejar T-Rex besar yang diciptakan oleh Agura, beberapa kali mereka hampir terkena gigitan T_Rex itu namun bisa diatasi dengan gerakan mereka yang cekatan saat menghindar.
Rea dan Aku menyerang semampunya belasan gadis penyihir yang buta akan cinta mereka pada Agura itu, begitupula Qori dan Umi mereka berhasil membuat T-Rex yang mengejar mereka kewalahan dengan sihir.
Aku sangat kesal saat dari kejauhan aku bisa melihat jika Agura duduk santai saat menonton kami bertarung dengan T-Rex dan Fansnya seakan sangat yakin jika dirinya yang memiliki kuasa di tempat ini tidak bisa disentuh, karena itu aku melemparkan kapak besar kearahnya agar dia tidak menggunakan pandangan meremehkan pada matanya yang dia gunakan saat melihat kami sekarang.
Lemparan kapak ku sangat tepat kearah tempat duduknya Agura saat melewati jendela kaca, dia pun terbang dan langsung keluar dari dalam Gedung dan muncul dalam wujud gadis penyihirnya yang seperti cosplay maskot kostum dinosaurus kemudian menatapku tajam dengan penuh kekesalan.
“Rena rupanya” Agura berkata saat terbang pelan mendekatiku.
“Tak kusangka seorang artis mengenaliku” kataku, karena benar-benar tidak percaya jika sekelas Agura mengenaliku.
“Sudah jelas aku mengenali seorang gadis penyihir yang jadi perbincangan beberapa hari ini” Agura mengeluarkan satu lagi boneka dinosaurusnya yang berbentuk Pteranodon si dinosaurus bersayap.
“Tiba-tiba menjadi sangat kuat saat mengalahkan Less, Mengalahkan Bian salah satu Gadis Penyihir Terkuat bahkan nama besar seperti Len” setelah dia mengatakan kabar pujian yang sedikit membuatku senang itu Agura seakan tidak memberikanku kesempatan untuk menanggapi dan langsung melemparkan dinosaurusnya padaku.
Dinosaurus terbang itu langsung menyerang ku dengan ganas, sehingga membuatku harus menciptakan banyak perisai militer untuk melindungi diri sembari menciptakan sebuah bazooka yang cocok untuk menumbangkan mahluk sihir ini.
“Baiklah, sekalian saja aku mencari tahu sekuat apa dirimu!” namun Agura yang berkata dengan nada tinggi tiba-tiba muncul di belakangku dan mencekik leherku dari belakang dengan lengannya.
Meski kesulitan bernapas aku masih bisa berpikir tenang dan memanfaatkan kecerobohan Agura yang melakukan cekikan mematikan ini diatas langit, aku bisa dengan mudah membanting tubuhnya dengan punggungku hingga membenturkannya ke perisaiku yang aku terbangkan sehingga lepas dari cengkeramannya.
Karena tertantang dengan cekikannya yang seakan mengajakku bertarung dengan tangan kosong aku pun memanfaatkan kelengahan Agura yang baru saja pusing karena terbentur untuk menendang dan meninju tubuh dan kepalanya bergantian dengan cepat.
Dibanding dengan Len, gadis Artis ini mentalnya sangat lemah karena matanya yang terpejam saat aku berikan serangan fisik berurai air tangis dan dia hanya menangkis dengan kedua lengannya tanpa membalas, untungnya Pteranodon yang dia panggil tadi menabrak ku dari bawah sehingga Agura bisa lepas dari siksaanku.
Agura memanggil satu lagi Pteranodon dan menyerang ku dengan kedua dinosaurus terbang itu yang menghantamkan paruhnya pada tubuhku karena tidak sempat menggunakan perisai aku pun dihujamkan oleh dua Pteranodon itu ketanah dasar luar gedung ini.
Berkat kostum gadis penyihir ini tubuhku bisa selamat meskipun sekujur tubuhku agak sakit, karena kesal aku segera menciptakan rocket launcher besar yang aku ciptakan di tanah dan seketika meledakkan kedua Pteranodon itu dan diantara asap ledakan serta puing-puing tubuh dua dinosaurus itu aku menyamarkan diri sembari menciptakan sebuah katana.
Dengan wajah ketakutan aku bisa melihat dengan gestur tubuh yang panik Agura sedang melirik pada setiap fansnya dan berteriak “Aku bersedia memberikan kalian two shot bertanda tangan setelah ini dengan syarat hanya menyerang Rena di sana.”
Sekejap dengan perintah itu para fans Agura bahkan T-Rex miliknya menghiraukan Rea, Qori serta Umi dan langsung mengerumuniku, untungnya 3 teman party ku itu anak gadis yang baik hati dan langsung bertarung melawan kerumunan itu untuk menolongku.
Setelah beberapa menit bertarung T-Rex Agura akhirnya tumbang dan para fansnya pingsan dan kelelahan Rea melirik kearah langit kemudian berkata padaku “Rena, Agura sudah kabur!"
“Kita mundur dulu” Qori berkata dengan meninggikan nada bicaranya saat menyangka aku akan mengejar Agura.
Tentu saja aku setuju menuruti pinta Qori itu dan mengangguk seperti Rea dan Umi karena tubuhku cukup kelelahan dengan pertarungan yang secara tak terduga menjadi berat ini, dengan mengabaikan beberapa fans Agura yang masih berdiri dan ingin mengejar kami, kami pun memilih terbang dan melesat secepat kilat meninggalkan gedung serba guna itu.
Setelah Umi Qori dan Rea terbang aku yang terakhir meninggalkan gedung tempat eventnya Agura itu sempat melirik kearah gedung paling tinggi yang ada di seberang dan melihat jika Lep dengan wajah yang muram dan datar sedang menatap dingin ke arahku bersama sesosok manusia yang mengenakan jubah beserta tudung serba hitam dan memberikan senyum padaku.
***
Beberapa hari setelah pertarungan itu aku yang malam ini sedang jogging di malam hari dihampiri oleh Rea yang mengenakan pakaian kasual rapi dengan tas ransel karena baru saja pulang bimbingan belajar malam.
“Kata Qori kau belum membuka pesanmu” Rea berkata sembari merogoh tas ranselnya.
“Iya belum” kataku yang tidak jujur jika hari ini tidak membawa smartphone.
Rea menghela nafas dengan air muka yang sedikit kesal kemudian setelah sesaat melirik penampilanku yang mengenakan seragam olahraga tebal Rea pun langsung memperlihatkan smartphonenya padaku untuk menunjukkan pesan darurat dari Qori yang berisi tentang permintaan pertolongan.
Dia memberitahu jika hari ini Umi pergi mencari anjingnya yang diculik oleh salah satu fans Agura karena takut itu adalah jebakan Agura yang merasa dendam dan masih ingin merampas point Umi, Qori meminta kami untuk menelusuri kota Batavia demi mencari Umi.
Aku pun langsung menuruti permintaan Qori itu demi membalas budi atas bantuan mereka berdua padaku selama ini dan bersama Rea kami berlari, berjalan bahkan terbang sampai satu jam kemudian kami menemukan Umi yang sedang meraih anjingnya yang ada dalam celah tumpukan besar container yang ada di pelabuhan kota Batavia.
Dari kejauhan terlihat Qori yang telah kami hubungi menyusul kami, namun wajah Qori tampak terlihat panik tangannya pun beberapa kali menunjuk kearah langit diatas lautan dan saat Rea dan aku menoleh kami menemukan ada sekitar lima puluhan Less yang terbang dan seakan sedang mengepung kami berempat.