Magical Girl Serial Killer Rena

Magical Girl Serial Killer Rena
39. Misi



Aku dan Mily terdiam mendengar perkataan Rena dari masa depan itu yang begitu membuatku terkejut karena mengatakan jika Karen adalah gadis penyihir yang akan dia cegah menjadi gadis penyihir yang akan mengakhiri era gadis penyihir yang begitu tragis ini, tentu saja karena memiliki pandangan yang menyedihkan tentang fakta gadis penyihir di dunia ini aku pun sudah jelas akan mendukung apapun  keputusan Karen yang akan menjadi gadis penyihir untuk mengakhiri sistem tragis yang selama ini aku saksikan.


Mily pun  langsung mengangguk ketika mencerna informasi tentang gadis yang datang dari masa depan di matanya dan diriku yang mengalami reinkarnasi pada tubuh Rena yang asli karena tidak aneh dengan dunia sekarang yang memiliki gadis penyihir yang ajaib.


Selain misi Karen yang mulia aku juga sangat marah pada gadis yang merupakan Rena dari masa depan ini karena telah membunuh Karen beberapa kali dan menggagalkan usaha yang telah aku raih selama ini hingga membuatku berkata dengan nada kesal "Jadi karena Karen akan menjadi gadis penyihir untuk mengakhiri era gadis penyihir di masa depan membuatmu membunuhnya."


Aku kemudian menarik kerah kostum penyihir yang sama persis denganku yang sedang di kenakan Rena masa depan kemudian membentak "Padahal sudah susah payah aku hidupkan kembali sialan!"


Rena memejamkan matanya saat menerima bentakan dari aku kemudian terkekeh dan berkata dengan tempo pelan bersama nada yang bangga "Bukan pas kau hidupkan saja sih sejak pembantaian satu keluarga Karen akulah yang membayar para mafia Raven."


Kepalaku langsung mendidih sampai-sampai membuat mataku memerah karena geram ketika menatap tajam Rena masa depan yang begitu menyebalkan ini berkata tanpa perasaan bersalah.


"Dibuat agar semirip mungkin seperti kasus pembunuhan_" dan tanpa basa-basi aku langsung mencekik lehernya dengan begitu kuat.sehingga perkataannya terputus karena tercekik, tapi dari belakang Mily menarik lenganku dan berkata "Kau yakin tidak mau mendengar informasi darinya?" mendengar perkataan Mily itu membuatku dengan perlahan melepas cengkraman tanganku pada leher Rena masa depan karena aku sadar masih banyak jawaban dari sekian banyak misteri gadis penyihir di kota ini.


"Sialan!" hujat ku kemudian mendorong tubuh Rena masa depan ke dinding.


"Sabar-sabar kau tidak akan bisa mendengar alasanku jika kau membunuhku sekarang" kata Rena masa depan yang memegangi lehernya yang sakit dan menepuk nepuk pundaknya yang kotor karena terbentur dinding gedung disamping kamu.


"Alasan?" tanya Mily  yang sedang menepuk-nepuk pelan pundak ku agar aku sedikit tenang.


"Aku harus membunuh Karen, dia adalah gadis penyihir yang akan mengakhiri era gadis penyihir di masa depan"


Rena masa depan berkata dengan wajah yang begitu serius kemudian merapi-rapikan jubah bertudungnya.


"Sedangkan di masa depan masih banyak gadis penyihir yang belum sempat mengabulkan impian, meski mereka sudah susah payah membantu manusia karena gangguan Less" kata Rena masa depan yang melirik keatas seakan sedang memastikan sesuatu.


"Tongkat sihir ku yang asli ini berkekuatan menghentikan waktu ternyata bisa digunakan untuk ke masa lalu namun setelah itu tidak bisa digunakan untuk mengembalikan ku ke masa depan" Rena masa depan mengeluarkan tongkat sihirnya yang berwarna biru dengan ujung bulat bewarna emas terang berbentuk matahari kemudian memutar-memutar ujung bentuk matahari itu yang menggelap saat di putar untuk menunjukkan cara kerja tongkat sihirnya yang bisa membawanya dari masa depan ke masa ini.


Rena masa depan membanting tongkatnya yang sudah rusak itu kemudian berkata "Aku jadi tidak bisa pulang ke masa depan."


"Untungnya aku sempat mencuri senjata asli milik rena di masa ini yang belum pernah digunakan untuk menjelajah waktu" Rena masa depan mengeluarkan sebuah tongkat yang tidak selusuh tongkat sihir yang ia banting barusan.


Perkataan Rena masa depan itu membuatku mengerti ternyata selama ini Rena masa depan lah yang menyebabkan hilangnya senjata sihir asli milik Rena seperti yang dikatakan Rea.


"Dan aku akan pulang setelah misi ku berhasil' Rena masa depan tersenyum kemudian menunjuk kasar ke arahku.


"Namun aku selalu dihalangi oleh diriku sendiri yang bukan diriku."


Rena masa depan menghela nafas kemudian memasang wajah begitu sedih untuk diakui kadar kesedihannya oleh kami berdua sembari berkata


"Gadis penyihir yang berharap untuk mimpi mereka harus menderita karena sistem Hope Point lenyap dan membuat mereka berhenti menjadi gadis penyihir."


"Bukankah berakhirnya era gadis penyihir itu adalah hal yang bagus" Mily berkata dan mengungkapkan isi pikiran yang sama denganku.


"Mily!" dengan tatapan dingin nan tajam Rena masa depan yang kesal dengan Mily berteriak dan berniat untuk menyerang Mily dengan tongkatnya namun lehernya bersama dengan tubuhnya aku tekan kuat dengan lengan ke arah tembok dan mencegahnya untuk bergerak maju.


"Kau juga salah satu yang mendukung Karen, aku juga akan membunuhmu jika kau menghalangi" meski pun sedikit sesak Rena masa depan tetap berkata mengancam dengan suara berat.


"Kau dalam situasi yang pantas untuk diancam seperti itu" kataku saat memperhatikan sosok Rena masa depan yang terpojok.


"Eh, benarkah" Rena masa depan memiringkan kepala kemudian tongkatnya seketika memunculkan cahaya dan seketika dirinya sudah ada diatas atap gedung yang jaraknya tak jauh dari kami dan dia berhasil lolos karena Kami mengabaikan perkataan tentang tongkat asli miliknya yang bisa menghentikan waktu.


Rena masa depan pun dari sana melambaikan tangan pada kami dan mengeluarkan sebuah handphone sihir kemudian berkata setelah terkekeh-kekeh "Aku memilikinya loh, alat perubahan Karen."


Setelah terkekeh Rena masa depan diam mematung kemudian menatap tajam mataku saat memiringkan lehernya sampai seakan begitu patah dan berkata dengan nada dingin dan berat "Selama dia tidak memilikinya dia akan terus mati aku bunuh sampai kalian menyerah dan tidak bersemangat lagi menghidupkannya."


Rena masa depan membentangkan tangan selebar-lebarnya.


"Kita mulai memainkan permainan ketahanan ini wahai Rena yang bukan diriku."


Rena masa depan dengan cepat melesat terbang meninggalkan kami sembari tertawa.


"Hahahaha"


Dan dengan tenang Mily menarik lenganku dan menatap mataku dengan tegas kemudian berkata.


"Ayo kita kejar Rena!"


Namun belum selesai berkata muncul Lep yang baru saja mendarat dan menghadang kami.


"Huh" Lep menghela nafas.


"Sampai sini saja" kata Lep sembari membentangkan Lebar sayap penguinnya.


"Maaf kalian tidak boleh mengejarnya" Lep menoleh kearah Rena masa depan yang sedang terbang semakin jauh meninggalkan aku dan MIly.


"Lep" kataku dan Mily serentak saat tak menyangka Lep akan muncul untuk menghalangi kami.


Lep menatap kami dengan mata bulat kosongnya yang begitu mati namun paruh penguin miliknya seakan menyiratkan senyuman kekejaman dan diapun berkata dengan nada rendah "Tapi jika kalian memaksa aku tidak segan untuk menghabisi kalian."