
Sesaat dengan wajah datar Mily melirikku yang hampir jatuh karena hempasan energi sihir yang ia keluarkan, setelah itu dia langsung mengacuhkan aku untuk memfokuskan dirinya pada Clara di hadapannya yang sepertinya akan ia bunuh, Amarah Mili meluap beriringan dengan uaan cahaya putih pedang miliknya yang ia ayunkan kearah Clara dengan begitu cepat.
"Hei, tunggu dul".Clara tak sempat mengatakan sesuatu saat pedang yang mirip dengan pedang peperangan abad pertengahan itu akan menghantam wajahnya.
Clara melompat-lompat seperti kelinci menggunakan sepatu sihirnya yang kini berubah menjadi pegas saat menghindari ayunan demi ayunan pedang Mili yang membabi buta kearahnya, wajah Mili pun kulihat sangat berbeda saat menyerang bak Iblis yang memiliki api dendam membara tak terkendali yang terlihat dari kerutan dahi dan giginya yang terkatup kuat karena kesal.
Berbeda dengan Mily,Clara aku lihat wajahnya sangat tenang saat menerima hempasan energi sihir dari pedang sihir bercahaya Mily yang menyerangnya, senyuman tipis pun masih terjaga di wajahnya walaupun kesulitan dengan tubuh lelahnya yang berkeringat dingin, namun ditengah-tengah kesulitan Clara, tampaknya Gadis Penyihir Badut itu sedang memikirkan sebuah trik untuk menghentikan Mili.
Ternyata benar didalam lompatan-lompatan nya perlahan sepatu sebelah kiri Clara yang tadinya pegas berubah menjadi moncong Shotgun, dan pada beberapa lompatan akhirnya benar-benar menjadi shotgun, kaki Clara yang telah menjadi Shotgun itu tidak disadari oleh Mily yang sedang gelap mata, hingga mempermudah Clara menembakkan Shotgun Nya tepat kearah kepala Mily.
Tapi Miyi yang diakui Gadis Penyihir lain sebagai salah satu Gadis Penyihir terkuat di kota Batavia ini menangkisnya dengan pedang sihir yang ia punya sehingga memunculkan kilatan cahaya besar yang muncul karena dua energi sihir besar yang beradu, awalnya aku lihat jika Clara lah yang berniat melompat cepat untuk mengakhir Mily, namun ternyata Mili lebih cepat dan sekarang menghilang dengan kecepatan tinggi dan berada di atas kepala Clara.
Clara yang tidak menyangka jika Mily yang ia kira akan menjadi lambat saat bertarung dengan pedang besar dan armor gadis penyihir miliknya yang terlihat berat tak bisa bergerak karena terkejut dengan kecepatan Mily yang beberapa saat lagi akan mengakhiri hidupnya dengan tebasan pedang yang kali ini cahayanya lebih besar dari sebelumnya pertanda jika dia akan mengeluarkan energi sihir yang banyak pada pedang itu hanya untuk menghabisi Clara.
Sebenarnya aku tidak tertarik membantu Clara gadis aneh yang begitu menyukaiku ini namun karena aku pikir perasaan tulusnya yang selama seminggu lebih ini kulihat cukup berguna untuk aku yang ingin cepat membangkitkan Karen dari kematian akhirnya memilih melesat cepat untuk memasuki pertarungan demi mencegah serangan pamungkas Mili yang akan mengakhiri hidup Clara.
Dengan tameng militer biasa yang cepat aku ciptakan aku menahan ayunan pedang Mily dengan menggunakan energi sihir yang besar hingga membuat hempasan angin yang sangat kuat dan tanah di bawah kaki kami pun menjadi retak akibat medan energi besar yang keluar.
Wajah bingung muncul pada Mili yang melirikku kemudian tameng milikku yang menghadang serangannya Mily kemudian berkata "Minggir Rena, aku harus membunuh orang ini."
"Kenapa?" tanyaku dengan nada yang dingin.
"Gadis gila ini telah membunuh dua teman dekatku yang tak bersalah dengan sangat kejam, jika tidak di bunuh dia akan banyak menambah korban lainnya" Mily menjawab cepat dengan nada tinggi.
"Dia berguna untuk diriku" Aku sedikit melirik kearah Clara yang sekarang memasang wajah terkejut dengan air muka yang bahagia dan sempoyongan hampir pingsan saking senangnya.
Mendengar perkataanku, Mily memberikan ekspresi tak percaya dengan matanya yang terbelalak dan sedikit memundurkan langkah ke belakang karena terkejut dan langsung menghilangkan pedang sihirnya, kemudian saat berbalik untuk meninggalkan kami berdua dia berkata dengan nada rendah padaku "Baiklah Rena, tak ku sangka membela pembunuh teman-temanku."
Aku yang ia lirik dengan mata sampingnya yang tajam dan penuh kekesalan merasa bersalah terhadap orang yang pernah membantuku itu, sehingga membuatku dengan sendirinya menundukkan kepala lebih rendah dari biasanya.
Sepeninggalan Mily yang tampaknya memiliki dendam padaku, Clara semakin mencoba mendekatiku lebih intens dan agresif akibat perkataanku yang membelanya dari serangan Mily, namun tentu saja selalu aku cegah tindakan berlebihannya itu dan hanya memperbolehkannya membantuku memburu Less.
Aku menanyakan hal apa yang membuat Mily dendam kepada Clara itu sendiri dan kenapa dirinya membunuh teman-teman Mily, namun gadis gila itu tidak menjawab apapun dan hanya memberikan senyuman simpul padaku mau beberapa kali pun aku memaksanya untuk menjawab, hingga akhirnya aku menyerah dan tetap membiarkan Clara melakukan apa pun yang ia mau asalkan mau membantuku mengumpulkan Hope Point.
Setelah hampir satu bulan lamanya, Hope Point ku akhirnya terkumpul sebesar 850 ribu Hope Point yang di dapatkan dari bantuan Clara, berburu Less, membunuh seluruh anggota mafia Raven sampai orang-orang Agura dan seakan tahu jika aku telah banyak mengumpulkan Hope Point Lep muncul tiba-tiba di hadapanku kemudian berkata "Hope Point yang kau dapatkan sudah sangat banyak, dan kau menjadi Gadis Penyihir dengan perolehan Hope Point tertinggi Rena."
Lep mencoba memberikan tepukan tangan sebagai tanda ucapan selamat padaku namun tidak bisa karena kondisi sayapnya yang pendek, seperti biasa dia pun hanya bisa berdeham demi mempertahankan sifat dinginnya yang mirip robot kemudian berkata dengan tempo pelan "karena itu aku akan mengabulkan apapun keinginanmu Rena, silahkan sebutkan apa keinginanmu."
Aku yang tidak sabaran langsung menjawab dengan menggebu-gebu "Tolong hidupkan gadis bernama Karen Falera yang pernah hidup di desa pinggiran South Java"
"Baiklah-baiklah aku tahu gadis itu" Lep memotong perkataanku karena sudah mengetahui siapa yan g ku maksud dari perkataanku saat menyebut nama Karen,
Melihatku hanya diam dan mengangguk cepat menanggapi perkataannya Lep pun melanjutkan perkataan "Kalau begitu aku akan menukar seluruh Hope Point mu dengan kebangkitan Karen dari kematian."
Setelah proses yang memunculkan cahaya terang benderang yang menari-nari di atas kota Batavia, Lep yang memunculkan fenomena ajaib itu, memerintahkan aku untuk pergi ke desa tempat Karen tinggal, dan setibanya di sana aku benar-benar menemukan Karen yang sedang berbincang pada tetangga dengan tubuh yang sangat sehat setelah berhasil dihidupkan kembali karena Hope Point yang aku kumpulkan.