
'Pemenang terbanyak' mungkin dua kata itu sangat cocok untuk mendeskripsikan diriku sebagai gadis penyihir saat ini, mengumpulkan Hope Point berkali-kali, berulang-ulang menang lebih banyak dari Gadis Penyihir di kota ini untuk pertama kalinya dan menjadi salah satu gadis penyihir terkuat secara singkat bersama Cara dan Mili.
Namun konsekuensinya aku harus menghadapi banyak gadis penyihir yang ingin membunuhku dan merebut Hope Point yang aku kumpulkan karena mereka juga ingin menang.
Namun aku tidak bisa membiarkannya dan tak segan membantai Gadis Penyihir yang ingin membunuhku demi mengamankan posisi agar keinginanku demi Karen agar tetap hidup bisa tercapai, posisi ku semakin aman belakangan ini karena mendapat bantuan dari salah satu dari dua gadis penyihir terkuat satu lagi setelah Mili yaitu Clara gadis gila yang suka membunuh.
Berbeda denganku yang membunuh untuk balas dendam Clara pernah berkata dia membunuh karena menyukai penderitaan orang-orang yang suka tersenyum dia ingin dia sendiri yang tersenyum dan saat melihatku selalu membunuh Less bahkan orang-orang yang menghalangiku dengan ekspresi serius nan suram karena kegelapan hati yang kudapatkan setelah kematian Karen demi menghidupkan Karen itu sendiri saat membunuh dia jadi menyukaiku dan mendapatkan arti kegelapan hati manusia yang sesungguhnya karena dendam yang disebabkan cinta dan mendapatkan wajah seseorang yang paling ingin dia lihat dan berjanji akan terus mengabdi padaku.
"Aku akan terus menemani kegelapan hatimu" kata-kata itu muncul saat dia tersenyum ketika melihatku membunuh Less demi Less, gadis penyihir yang mencoba membunuhku demi Hope Point kemudian membantuku sebagai upaya menemani dalam kegelapan.
Meski bukan dirinya yang membuat Karen terbunuh, dia sangat senang ketika aku mendapatkan kematian Karen di depan mata karena akan melihat lagi kegelapan hatiku yang secara brutal memburu Less demi point dan dia siap membantu terus dan alasannya membantu diriku terus karena menghormati diriku yang baginya lebih kuat darinya.
"Membunuh adalah satu-satunya jalan Kak rena" kalimat yang selalu di lontarkan Clara itu mengisyaratkan aku jika ingin Karen hidup maka harus membunuh demi mendapatkan Hope Point banyak, seakan menyuruhku terus masuk kedalam jurang kegelapan karena tidak ada jalan lain demi meraih kehidupan kembali untuk Karen.
Bahkan hari ini Clara tersenyum bahagia ketika melihatku kembali kehilangan akal saat membunuh Less secara terburu-buru untuk mencapai tujuanku dan seperti biasa dia ikut membantuku, namun saat membantuku dia terganggu oleh kilatan cahaya putih yang terbang cepat kearahnya dan membuat tubuhnya tersungkur.
"CLARA!" Teriak Mily sang gadis penyihir kesatria muncul dengan kostum armor abad pertengahan nya yang serba putih saat datang dan mendarat di hadapanku setelah menendang tubuh Clara hingga terpental.
Clara bangkit dan siap menyerang balik Mily dan segera menciptakan sepatunya dengan bentuk pedang yang sama besarnya dengan pedang milik Mily dan menyimak Mily yang sedang berkata "Tidak akan aku biarkan kau membelenggu Rena untuk terus membunuh. "
"Kenapa Clara?" Tanya Mily lagi pada Clara yang masih membisu saat memperhatikan dirinya yang bicara.
"Kenapa kau sangat senang membunuh dan melihat orang membunuh bahkan untuk orang-orang yang tak bersalah seperti teman-temanku" Mily berkata dan memasang kuda-kuda untuk bersiap melawan Clara.
Ada beberapa Less yang menyerang Clara yang masih memperhatikan Mily namun dengan Cepat Clara menebas beberapa Less itu dan setelah Less itu lenyap dengan debunya Clara berkata "Aku hanya suka melihat wajah suram, kegelapan dan keputusasaan dari seseorang yang akan ku bunuh."
"Tapi uniknya kak Rena menunjukkan itu saat membunuh" Clara berkata sembari menoleh ke arahku yang masih memasang ekspresi kosong setelah membunuh banyak Less dan memperhatikan dua gadis penyihir terkuat bertarung di depan mataku.
"Aku belum pernah melihat yang seperti itu" Clara tersenyum kemudian langsung melompat dan menyerang Mily dengan bertubi-tubi tebasan.
"Kebanyakan dari kalian memasang wajah yang bangga berkarisma saat jadi gadis penyihir dan aku sangat membencinya" Clara melanjutkan perkataannya diantara bunyi dentingan pedang sepatu dan pedang besar milik Mily yang mengeluarkan cahaya terang warna-warni yang berkelap-kelip.
"Padahal saat akan aku bunuh saja gadis penyihir kalian langsung memasang wajah suram penuh ketakutan!" Clara meninggikan nada bicaranya saat menebas dengan begitu kuat sehingga membuat pedang yang digenggam Mily hampir terpental.
Untungnya dengan cekatan dengan kakinya Mily berhasil menendang kuat tubuh Clara sehingga membuat Clara menjauh karena terpental.
"Gadis Gila" Ucap Mily, setelah itu mengeluarkan energi sihirnya yang menghempas sekitar, Clara pun juga membalas dengan menghempas energi sihirnya sehingga membuat terjadinya getaran hebat disekitar ku karena energi sihir mereka yang bersinggungan.
Tiba-tiba saja Mily dengan cepat mengalirkan semua energi sihirnya ke arah pedang dan menusuknya ketanah aspal, karena pertarungan itu terjadi di pinggir jurang sebagian tanah aspal tempat Clara berpijak retak, energi sihir dari pedang Mily yang tercampur dengan energi sihir Clara yang keluar membuat jalanan dan tanah menjadi longsor dan menimbun Clara.
"Sialan!" Teriak Clara, kemudian menghilang saat tertimbun di depan mataku.
Tidak ada rasa sedih atau khawatir saat melihat Clara tertimbun, wajahku masih sama masih tetap kosong tanpa ekspresi saat terduduk akibat guncangan yang diciptakan Mily, namun aku tahu jika Mily berlari ke arahku sembari berkata "Aku melihat wajahmu yang tidak menerima perbuatan dirimu sendiri selama kau membunuh untuk mengumpulkan Hope Point demi tujuanmu."
"Aku selalu memperhatikannya tanpa kau sadari dalam beberapa bulan ini" kata Mily lagi saat mendekatiku,
"Wajah penuh kesuraman dan keputusasaan yang tidak bisa kau sembunyikan" Mily berjongkok saat berbicara padaku.
"Aku tahu kau tahu jika baik dirimu maupun Karen tidak bisa menerima perbuatan seperti ini" Mily mulai menggenggam tanganku.
"Tapi kau tetap melakukan demi tujuanmu" Mily meninggikan nada bicaranya sembari menguatkan genggaman tangannya.
"Tenang Rena aku akan membebaskan mu dari keharusan membunuh, aku akan membantumu karena aku tahu rasa sakit karena kehilangan" saat berkata mata Mily berkaca-kaca ketika menatap mataku.
"Aku akan membebaskan mu dari pengaruh pembunuh seperti Clara"
Mily tersenyum hangat padaku.
"Mungkin saja ada dalang yang membuat orang yang kau cintai mati terus" Mily pun memeluk tubuhku.
"Jika kau hanya membunuh dan menang hanya ada lingkaran setan yang berulang mengelilingi dirimu."
Sembari berbicara ia semakin menguatkan pelukannya untuk menenangkan hatiku yang telah terjebak dalam jurang kegelapan karena membunuh dan membunuh entah itu membunuh manusia atau membunuh Less.
"Kita akan mencari solusinya dengan kepala dingin"
Mily melepaskan pelukannya dan kembali menatap mataku begitu dalam seakan mencoba memberikan harapan padaku,
"Keluarlah dari kegelapan, raih tanganku Rena" Mily berkata dan mengulurkan jabat tangan saat mulai berdiri.
"Selagi Clara terkubur kita bisa melakukannya mencari siapa orang yang membuat Karen terus terbunuh" kata Mili lagi saat sudah berdiri.
"Clara tidak akan bisa lagi mempengaruhi mu untuk terus membunuh" Mily menunjuk kearah longsor tanah tempat Clara terkubur.
"Kita akan mencari dalangnya" Mily berkata dan mengangguk pelan aku melihat sosok gadis penyihir kesatria itu yang kali ini tampak lebih bercahaya dengan kostum putihnya bersama wajahnya yang berkharisma.
Aku meraih tangan Mily dan menerima jabat tangan gadis itu sembari bergumam pelan "Ya, mencari gadis bertudung itu"