
Tidak seperti saat itu di rumah mewah milik Rena yang seperti bermain-main denganku menerima serangan ku dengan menghindar kali ini Lep benar-benar serius akan meladeni kami berdua jika melawan perintahnya.
Lep saat menatap tajam aku dan Mily mengeluarkan energi sihir berkali-kali lipat dari yang pernah kami berdua keluarkan aura energi sihir yang keluar itu tercampur dengan hawa membunuh yang pekat dari maskot penguin itu yang terlihat begitu ingin membunuh kami, aku dan Mily memilih untuk mundur untuk melawan Lep yang begitu misterius itu dengan berbagai potensi kekuatan yang mungkin saja lebih besar dari kami dan memungkinkan akan membuat kami berdua kalah telak dan terpaksa batal mengejar Rena masa depan.
"Kenapa kau membantunya Lep" kataku yang hanya ingin mengetahui alasan dari tindakan mencurigakan dari maskot gadis penyihir itu.
"Kau tidak setuju era gadis penyihir berakhir?" Mily menambah pertanyaan pada Lep.
"Tentu saja tidak aku masih ingin membantu para gadis penyihir lain menggapai impiannya dengan Hope Point" kata Lep kemudian menggulung ujung sayapnya seakan sedang mengepal dengan ekspresi wajah datar namun kepalanya ditegakkan seakan memberi gestur keyakinan.
"Ah, sial, kekuatan apa yang membuat Karen di masa depan mampu mengakhiri era gadis penyihir "Lep berkata lagi dan kali ini menggunakan sayapnya untuk menggosok-gosok kepalanya karena bingung.
"Padahal aku sendiri yang menciptakan kekuatan untuknya kenapa bisa malah berbalik menjadi pedang bermata dua untukku dan menjadi sekuat itu ya" Lep berkata dan saat maskot itu sadar jika kami menyerah dia pun berbalik dan masih mempertahankan gosokan sayap penguinnya pada kepala.
Dan setelah berubah kembali ke wujud manusia aku dan Mily yang mundur dari pertarungan langsung pulang ke rumah Mily yang selama ini menjadi tempat ku menumpang karena Mily sudah tahu jika rumah mewahku sebagai Rena sudah hancur.
***
Sesuai dengan rencana yang telah aku pikirkan bersama MIly, Mily membantuku membasmi Less untuk menambah Hope Point serta memberikan hampir seluruh Hope Point yang tak pernah ia gunakan untuk aku demi kelancaran misi ini agar aku bisa menghidupkan Karen dan menjadikan Karen sebagai gadis penyihir seperti yang diberitahu Rena masa depan untuk mengakhiri era gadis penyihir dan saat ini aku telah ada di hadapan lep untuk membangkitkan sekali lagi Karen.
"Kau masih mau membangkitkan Karen" kataku pada Lep saat kami berdua sama-sama berdiri ditengah heli pad di sebuah gedung pencakar langit.
"Tentu saja aku tidak bisa mengabaikan impian Gadis Penyihir yang mengumpulkan Hope Point terbanyak" jawab Lep santai sembari melakukan ritual pengabulan impian untuk diriku.
"Tapi jika dia menjadi gadis penyihir aku tidak akan segan mengakhiri hidupnya" ia menatapku dengan tatapan dingin nan kosongnya yang seperti robot sebagai upaya ancaman.
"Aku yakin kata-kata membantu para gadis penyihir untuk menggapai impiannya saat itu darimu hanya kebohongan" aku membalas tatapan Lep dengan penuh kekesalan dan amarah.
Aku meneguk liur dan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri agar tak diliputi amarah kemudian berkata "Kau memiliki maksud tertentu kan."
Lep bergumam "Hmm, mungkin saja"
"Hahaha" kemudian maskot gadis penyihir itu tertawa dan menyelesaikan proses pengabulan impian dan kembali membuat Karen hidup,
Setelah berhasil menghidupkan Karen yang sudah ada di rumahnya aku dan MIly hanya berjaga sekitaran desa tanpa menampakkan diri untuk berjaga agar Rena masa depan tidak membunuh Karen lagi dan di malam hari ini kami pun masih berjaga di tower yang ada di dekat desa untuk mengawasi pergerakan Rena masa depan,
"Jadi apa yang akan kita lakukan" aku menoleh pada Mily yang menunjukkan wajah yang begitu serius saat berjaga.
"Berarti menggunakan Karen sebagai umpan?" tanyaku dengan nada rendah karena agak tidak berkenan memanfaatkan Karen.
Mily hanay membisu dan mengangguk pelan dan dari ekspresi wajahnya mengisyaratkan aku jika hanya itulah satu-satunya jalan, Mily akhirnya menoleh padaku dan memberikan tatapan sendu bersama senyum simpul seakan meyakinkanku jika aku harus menerima rencana seperti itu jika ingin semua hal tentang gadis penyihir yang menyedihkan di kota ini bahkan di dunia ini berakhir, aku pun mengangguk dan memutuskan menerima pemikiran Mily dan fokus pada rencana yang telah ia pikirkan.
"Aku juga akan membantu" tiba-tiba saja suara familiar dari orang yang telah lama tak pernah ku dengar lagi muncul di belakangku dan saat menoleh pada orang itu mataku yang terbelalak pun berkaca-kaca karena tak percaya jika gadis yang mengurung diri karena trauma selama ini muncul di hadapanku.
"Rea" aku menyebut nama gadis itu yang sekarang kelihatan lebih kurus dengan matanya yang sendu dan wajah yang tak bersemangat.
"Aku menghubunginya beberapa hari ini dan sudah menjelaskan semua situasi selama ini pada Rea" Mily berkata dan tersenyum.
"Aku bisa memanfaatkan kepercayaan Rena masa depan itu dan membuat dia goyah agar kita bisa merebut handphone sihir Karen, jadi aku akan membantu mu" Rea berkata namun kemudian terengah-engah seakan tidak terbiasa menjelaskan sesuatu hal yang panjang.
"Aku juga ingin mengakhiri era gadis penyihir ini" Rea diantara wajahnya yang menyedihkan berusaha untuk tersenyum hangat ke arahku dan memegang erat tanganku hingga membuatku bisa merasakan tangan kurusnya yang begitu dingin.
"Teman-temanku dan jiwaku telah hancur karena sistem gadis penyihir ini" Rea berkata dan menoleh kearah luar tower tempat kami berdiri karena sadar sesuatu telah memasuki desa ini, dan saat aku bersama Mily melihat juga kami menemukan Rena masa depan sedang terang-terangan memasuki desa.
Rea pun langsung terbang ke bawah sana dan mendekati Rena masa depan dan langsung berbicara banyak hal pada gadis yang merupakan teman dengan jiwa aslinya itu, aku bisa melihat wajah tak percaya dan sedih saat melihat Rea dari Rena masa depan seakan di masa depan gadis itu telah kehilangan Rea sahabatnya.
Rea pun memanfaatkan momen itu dan memeluk tubuh Rena begitu erat kemudian berteriak "Mily sekarang!"
Mendengar perintah Rea dari tower Mily terbang dan terjun untuk menghantamkan pedang pada tubuh Rena masa depan setelah terpental Rena masa dpan di kejar oleh MIly dan tubunya yang terbanting di tindih dan di cengram oleh Mily dan Mily pun membentak Rena "Serahkan handphone sihir Karen.
Aku ikut terbang dan mendarat di dekat Mily untuk mengancam Rena masa depan juga dengan meonodong senjata yang telah aku ciptakan.
"Rea!" kata Rena masa depan yang menatap penuh amarah pada Rea yang menipunya.
Dari belakang kami ada bunyi hantaman tubuh seseorang yang diabnting, kami pun menoleh dan melihat tubuh seorang laik-laki yang bersimbah darah tergeletak tak bernyawa di dekat kami dan sesaat kemudian muncul suara ceria yang familiar di telingaku.
"Polisi ini menghalangi memperlambat pertemuanku dengan kak Rena saja"
Dan dari dalam kegelapan muncul Clara dengan kostum gadis penyihirnya yang terlihat lusuh sembari melambaikan tangan padaku untuk menyapa.
"Hai, kak Rena aku datang."
"Kakak?" teriak Rea di dekatku yang melihat mayat yang dibanting Clara adalah kakak laki-lakinya yang pernah aku temui.