Magical Girl Serial Killer Rena

Magical Girl Serial Killer Rena
42. Senjata Sihir



Setitik cahaya putih masih mengitari tubuh kami berdua saat aku dan Karen berpelukan karena kebahagiaan berkat pertemuan pertama kami berdua sebagai orang yang sama-sama pernah mati, cahaya putih itu membisu seakan benar-benar sedang memperhatikan kami berdua yang sedang Reuni.


Karen kemudian menghapus air matanya setelah itu dirinya yang sepenuhnya telah menelan semua informasi fantasi yang ada dunia ini bersiap untuk mengakhiri era gadis penyihir dan melawan Lep yang akan menentangnya.


“Maaf sebelumnya kau ini siapa?” tanyaku yang menunjuk lembut cahaya putih itu dengan tanganku karena dari tadi cahaya putih msiterius itu hanya memberi fakta tentang alasan besar kenapa aku bisa bereinkarnasi tanpa mengatakan siapa dirinya.


“Aku entitas kosmik yang di segel oleh Lep di suatu planet” cahaya putih itu menjawab saat berputar-putar kearah langit.


“Yang kalian lihat sekarang hanyalah sebagian unsurku yang berhasil kabur” lanjutnya saat kembali mendekati kami dan bergerak di depan wajah kami.


Aku langsung memahami alasan sosok dari cahaya putih yang ada kaitannya dengan Lep ini yang membuatku hidup kembali lewat reinkarnasi bisa menghidupkan Karen kembali dan menjadikannya gadis penyihir untuk mengakhiri era gadis penyihir seperti dikatakan Rena masa depan agar Rena dari masa depan tidak menghalangi misi cahaya putih ini dan memilihku sebagai pionnya.


“Kenapa kau memilihku untuk reinkarnasi?” tanyaku yang tahu jika banyak orang serta gadis penyihir kuat lain yang paham seluk beluk tentang gadis penyihir dan juga Karen dan tidak mengerti kenapa aku seorang pembunuh berantai jahat yang dipilih.


“Dari perasaanmu yang aku baca aku tahu hanya kau lah orang yang akan menyelamatkan Karen dari roda kematian yang akan disebabkan Rena masa depan, karena itu aku memilihmu” nada tulus muncul dari sosok cahaya putih itu.


“Lep adalah kembaranku yang tak berperasaan yang suka memainkan dunia mahluk hidup dengan kemampuannya” cahaya putih itu berkata dan sekejap membentuk cahaya yang menggambarkan bentuk dirinya yang mirip seperti Lep namun dengan warna putih,


“Ternyata kembaran pantas saja sifat kalian agak mirip” aku menyela karena merasa sifat tanpa perasaan dari cahaya putih itu yang membuatku mengalami reinkarnasi dan melewati semua hal tragis ini demi tujuannya mirip seperti Lep yang menciptakan sistem gadis penyihir di kota ini.


Kembaran Lep itu memunculkan suara tertawa untuk menanggapi perkataanku saat kembali kembali ke wujud awalnya yaitu cahaya putih, tanpa membahas perkataanku dia kemudian melanjutkan penjelasannya tentang Lep “Lep mendapatkan imbalan berupa energi negatif dari keputusasaan dan menciptakan sistem gadis penyihir agar jiwa para gadis muda yang paling mudah diliput emosi negatif bisa memberinya makan.”


“Jika dibiarkan akan lebih banyak gadis yang menderita” Kembaran Lep itu mengakhiri perkataannya kemudian mendekati senjata sihir Karen yang merupakan busur dengan anak panah berbentuk hati dan memberikan sebuah energi sihir yang tampak seperti benang cahaya saat terhubung dengan senjatanya namun benang cahaya itu tidak hanya tersambung pada senjata sihir tapi juga tersambung pada angkasa di atas sana.


“Agar bisa melawan Lep yang akan menghalangi rencanaku untuk mengakhiri semua ini aku ingin membantu kalian dengan seluruh kekuatan pada tubuhku yang tersegel jauh di atas sana” kembaran Lep yang berbentuk cahaya putih itu semakin bertambah terang menyinari sekitar dan tubuh Karen saat menyalurkan semua unsur kekuatannya pada Karen.


“Kekuatan untuk gadis yang memiliki banyak energi positif meski banyak mengalami hal sedih” wujud cahaya putih dari kembaran Lep yang tadinya terang benderang perlahan meredup saat memenuhi tubuh dan senjata sihir Karen.


“Kekuatanku sangat cocok untuk gadis seperti kau Karen” kembaran Lep mengakhiri perkataannya saat wujudnya benar-benar menghilang ketika menyelimuti wujud gadIs penyIhir Karen yang sekarang tampak lebih bersinar dan bercahaya bak seakan seorang dewi gadis penyihir.


“PEL!” teriakan yang begitu menggelegar terdengar dari belakang dan saat aku berbalik Lep sudah tiba namun bukan dengan wujudnya yang kecil seperti biasa melainkan wujud raksasa yang sedang menginjak-injak perkebunan dan rumah kecil warga desa sembari melempar mayat  para gadis penyihir yang membantuku tadi ketika berjalan demi mendekati kami.


“Sudahlah Lep! tugas kita hanya mengkonsumsi energi dari mahluk hidup dari planet yang akan berakhir” Pel berteriak dari dalam tubuh Karen.


“Planet ini masih belum mencapainya” Pel pun mengeluarkan cahaya-cahaya sihir yang terarah untuk menyerang Lep sehingga cukup efektif untuk menggoyahkan langkah kaki Lep Raksasa itu.


Namun kemudian Lep menerabas cahaya-cahaya sihir itu dengan menambah kecepatan Langkah kakinya kemudian benar-benar berlari mendekati kami dan setelah mengerang kesakitan ia berkata “Kau tidak pernah mengerti apa yang aku suka selain memberikan ku konsumsi mereka juga memberikanku hiburan_”


Aku memutuskan perkataan Lep saat menyerangnya dengan beberapa Bazooka yang segera aku ciptakan dengan menyalurkan energi sihir yang besar dan saat dia kewalahan terkena ledakan bazooka itu tanpa lama-lama aku langsung menghujamkan ke tubuh raksasanya pedang-pedang ciptaanku yang ku terbangkan, kemudian terbang kearahnya dan menyerangnya dengan tembakan Thompson sembari melindungi diri dari kibasan sayapnya yang mengamuk dengan perisai militer ku.


Karen yang dengan wujud gadis penyihirnya ikut terbang di belakangku dan menyerang Lep dengan busur sihirnya yang memiliki daya ledak energi sihir yang besar dibandingkan denganku, perhatianku yang teralihkan saat melihat kekuatan mengagumkan yang dimiliki Karen membuatku berhasil kena hantaman sihir balasan dari Lep sehingga membuatku terpental cukup jauh.


Aku pun terbaring dengan cukup lama dan beberapa saat kemudian kembali menyaksikan pertarungan hebat Lep raksasa dan Karen yang tampak bersinar dan seperti gadis penyihir pada animasi gadis penyihir sesungguhnya yang sangat berkharisma, aku pun memberikan senyum simpul mengagumi pertarungan itu serta yakin jika diriku tidak akan sebanding dan akan menghambat Karen jika membantunya melawan Lep yang berhasil menumbangkan ku seperti tadi.


Sembari menunggu regenerasi luka tubuhku karena serangan Lep aku menyimak perbincangan Karen pada Pel yang telah menjadi kekuatannya dan Lep berkata “Karen kekuatanku sama seperti yang Lep miliki yaitu penciptaan namun sumber energiku berasal dari energi positif.”


“Jadi penambah energi untukmu adalah hal yang berkaitan dengan cinta, kasih sayang dan kebahagiaan!” Lep meninggikan nada bicaranya dengan begitu antusias.


Beberapa saat kemudian Karen pun terbang mendekatiku dan meraih tanganku untuk mengajakku terbang sembari berkata “Rene kau yang hanya bisa membantuku.”


Aku pun mengangguk pelan dengan wajah kebingungan saat tak menyangka jika bagi karen aku adalah sumber cinta dan kasih sayangnya yang bisa membuatnya menambah energi sihir demi mengalahkan Lep, aku pun menurutinya dengan sedikit rasa bahagia dan terbang menuju Lep bersamanya.


“Gabungkan kekuatanmu denganku Rene” kata Karen yang sedang terbang saat memberikan uluran tangan kanan padaku.


“Baiklah!” ucapku kemudian memberikan tangan kiriku dan saling menggenggam diatas langit dan kami berdua pun saling mengeluarkan energi sihir kami yang begitu besar dan mengumpulkannya ke senjata yang kami pegang dan berkat tambahan energi sihir dari energi positif yang dikatakan Pel tadi Thompson yang aku genggam dan busur panah Karen bersinar terang karena memiliki begitu banyak energi sihir yang cukup untuk menyerang Lep yang ada di depan mata kami.


“Ayo serang!” Karen berteriak dan setelah itu aku dan Karen menembakkan sihir dari senjata yang kami pegang.


“Sialan!” teriak Lep yang menyipitkan mata bulatnya saat melihat serangan menyilaukan kami yang tertuju ke arahnya.


Energi sihir besar yang menciptakan cahaya kelap-kelip  besar dengan ribuan anak panah dan ribuan peluru Thompson dengan cepat menghantam tubuh raksasa Lep dan dengan cepat  menghancurkan tubuh mahluk kosmik penyerap energi negatif itu, Pel kembarannya ikut membantu dengan memberikan ledakan cahaya putih besar yang benar-benar membersihkan tubuh Lep sehingga benar-benar lenyap dari muka bumi.