Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
Petualangan Baru Saja Dimulai



Hari pun berlalu dengan begitu cepat. Di hari yang cerah dan bersahabat ini, mereka akan sampai di pegunungan tersebut hanya dalam jangka waktu beberapa jam saja. Mereka sudah menyiapkan beberapa keperluan dalam bertarung, makanan, dan juga beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk keadaan darurat.


Setelah selesai melakukan berbagai hal, mereka akhirnya siap untuk segera pergi. Sebelum melakukan itu, mereka menyempatkan untuk membersihkan area sekitar agar menghilangkan jejak.


Mereka tidak ingin seseorang mengganggu saat mereka sedang melakukan pemburuan. Apalagi jika seseorang sengaja membokong mereka ketika dalam keadaan sekarat. Tetapi masuk ke dalam keadaan sekarat adalah hal yang mustahil sekarang.


Renne sudah membuat begitu banyak Health Potion yang memulihkan HP secara keseluruhan. Mustahil mereka akan mati kecuali lawan yang dihadapi memiliki damage yang tinggi.


Kuda mulai dipacu, membuatnya dengan segera menarik kereta yang berisikan lima orang itu. Karena beberapa barang dapat disimpan di dalam inventory, kapasitas kereta tidak terlalu berat dan masih sanggup untuk ditarik dengan mudah oleh kuda.


Selama perjalanan mereka mendapati beberapa monster yang menghadang. Walaupun begitu, tak ada satu pun monster yang dapat ditandingi dengan kekuatan mereka berlima saat ini.


Bagaimana tidak? Dengan perlengkapan kelas Legendary Zerra saja sudah cukup untuk membunuh musuh dengan level 20 hanya dalam satu kali serangan. Itu benar-benar menakjubkan karena hal itu dilakukan oleh Zerra.


Hanya saja, sepertinya kekuatan yang besar juga memerlukan pengorbanan yang besar berlaku terhadap Zerra. Anak itu langsung muntah darah ketika menyerang monster, tenaga yang ia miliki juga terkuras habis karenanya.


Oleh sebab itu juga, Renne melarang Zerra untuk kembali menggunakan armor dan pedang yang ia miliki. Dia tidak ingin keadaan Zerra menjadi lebih buruk lagi.


Dalam beberapa waktu ke depan setelah itu, mereka berhasil sampai di kaki gunung. Sebuah notifikasi peringatan pun muncul di saat bersamaan.


「Memasuki kawasan Pegunungan Curty.」


“Hmm, nama pegunungan ini benar-benar berbeda, ya?” Renne sendiri tidak pernah mendengar nama pegunungan ini sebelumnya jadi dia tahu bahwa tempat ini memiliki nama yang berbeda.


“Itu benar, nama sebelumnya adalah Pegunungan Ascen. Meskipun begitu aku pikir jika ini benar-benar luar biasa. Maksudku, cobalah lihat sekitar kalian.” sahut Nathan.


Mereka mulai melihat sekitar. Pemandangan yang begitu asri dan menenangkan. Bunga-bunga tumbuh dan bermekaran di sana-sini. Tidak dapat dipungkiri lagi jika tempat ini benar-benar daerah yang belum dijamah oleh pemain yang biasanya akan melakukan perusakan.


Tidak, tidak. Bukan berarti pemain sering berbuat onar ataupun merusak pemandangan alam karena sengaja. Hal itu terjadi karena mereka bertarung menggunakan sihir skala besar.


Sistem sendiri sudah memiliki sistem di mana area yang hancur akan dipulihkan kembali. Tetapi hal itu memakan waktu cukup lama, hal itu sendiri karena dunia Hourland Online itu sangatlah luas.


“Ini luas biasa. Aku sangat ingin memetik beberapa bunga untuk dijadikan kenang-kenangan.” mata Violet berbinar ketika mendapati bunga-bunga yang tumbuh subur di hamparan padang rumput itu.


Renne sudah menduga hal itu. Violet sangat menyukai berbagai macam jenis bunga, tak peduli jika bunga itu memiliki wangi yang harum maupun tidak.


Nathan menghentikan laju kereta kuda. Dia sadar jika Violet menginginkan bunga-bunga yang tumbuh itu. Lagi pula itu tidak memakan banyak waktu hingga mereka akan terlambat sampai mendaki pegunungan itu.


“Ambillah beberapa,” Nathan tersenyum, dia kemudian mengutak-atik inventory.


Violet benar-benar bersemangat karena mendapati izin langsung dari Nathan. Dia juga mengajak Zerra untuk memetik beberapa bunga bersamanya.


Tak memakan banyak waktu, untaian bunga berhasil didapatkan. Bau yang dihasilkan benar-benar haram, sangat cocok jika diberikan langsung kepada orang penting, sahabat, ataupun pasangan.


Karena Nathan adalah orang yang mengizinkan Violet mengambil bunga, ia memberikan pria itu setangkai bunga yang didapatinya.


Renne hanya cengar-cengir karena melihat kejadian itu, mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang begitu cocok. Bahkan dia ingin menikahkan mereka berdua, jika bisa.


“Kalian benar-benar romantis,” Renne terkekeh, mencoba untuk menggoda kedua pemuda itu.


Nathan dan Violet langsung menolehkan wajah mereka ke arah Renne, menatap dengan sangat tajam seakan-akan mata itu adalah mata yang hendak mencabik-cabik tubuhnya.


“Aku bercanda, bercanda. Jangan diambil serius...” Renne kembali tertawa kecil, bahkan mereka melakukan hal itu di saat bersamaan.


Violet kembali tersenyum setelah itu, sedangkan Nathan kembali fokus mengendarai kuda. Dalam sekejap mata gadis itu berada di samping Zerra dan memeluknya dengan erat.


“Tak akan ada seorang pun yang akan menggantikan posisi Zerra tersayang!” pertegas Violet sembari memeluk Zerra dengan erat.


Setelah beberapa waktu lamanya, dalam hitungan jam mereka sudah memasuki pegunungan lebih dalam lagi. Jalan juga semakin menanjak dan tidak memungkinkan bagi mereka untuk melanjutkan dengan kuda.


Karena hal itu juga Nathan memutuskan untuk mengembalikan kereta beserta dengan kuda itu menggunakan kristal teleportasi yang khusus dibuatkan untuk kuda-kuda itu.


“Berhati-hatilah, beberapa monster mungkin sudah mengincar kita sejak pertama kali menginjakkan kaki di sini,” Nathan memperingati semua orang karena dia adalah seorang pemain profesional yang sangat tahu betul tentang game ini bahkan sebelum dirilis versi VR.


Semua orang mengangguk termasuk Artelis yang sudah kembali dari kesibukannya. Penjagaan pun mereka perketat karena tak ingin disergap oleh monster-monster kuat dan menakutkan. Perlengkapan yang mereka dapatkan dari Big Boar Emperor sebelumnya juga ikut dipakai.


“Kira-kira monster seperti apa yang akan kita temukan nantinya?” tanya Artelis, dia sudah tidak sabar lagi untuk meningkatkan level karena ingin menaklukkan lebih banyak gadis bangsawan.


“Aku pikir beberapa seekor Wyvern sangat mungkin untuk ditemukan jika mengingat ini adalah pegunungan. Lalu berdasarkan informasi yang kita dapatkan sebelumnya, terdapat Zmaj di sebuah tempat.” jawab Nathan dengan segera.


Renne mengangguk setuju karena hal itu. Pegunungan adalah tempat tinggal yang paling tepat dan nyaman bagi seekor Wyvern. Suhu udara yang dingin dan rindangnya pepohonan yang ada menjadi alasan utama bagi mereka untuk menetap di tempat seperti ini.


“Apa itu benar? Aku sudah tidak sabar lagi untuk mengetes beberapa skill baruku.” Violet kembali menjadi bersemangat, sepertinya dia berhasil mendapatkan Skil Book dari Big Boar Emperor yang berhasil dikalahkan.


“Aku juga mendapatkan skill baru, mungkin ini akan berguna.” tambah Artelis.


Setelah cukup lama mendaki, mereka akhirnya menemukan seekor monster yang datang menghadang.


「Harpy


Level: 40


HP: 50000/50000」