
Violet nampak senang ketika mendengarkan jawaban yang diberikan oleh Renne. Seperti seseorang yang baru saja diterima di sebuah perusahaan besar dan terkemuka. Ia juga tak menyangka jika Renne dapat menerimanya dengan begitu mudah.
“Violet, bagaimana kau bisa terjun dari langit?” Renne heran.
“Ah, itu ... aku tanpa sengaja mengaktifkan skill pendorong yang aku miliki. Setelah aku sadari, aku sudah berada di tempat kalian.”
Renne akhirnya mengerti, memang ada sebuah sihir pendorong yang dapat membuat penggunanya melayang dan terpental jika melakukan kesalahan. Dia juga mengetahui jika gadis itu adalah orang yang ceroboh.
“Itu cara yang konyol untuk mati ...” Nathan mengomentarinya.
Violet tersenyum, perkataan Nathan memang ada benarnya. Setelah ia mendarat tadi, HP yang ia miliki berkurang sangat drastis hingga dapat membuatnya mati hanya dalam satu kali serangan saja.
“Bagaimana kau bisa mengetahui namaku? Bukankah sebelumnya kau mengatakannya?” tanya Violet.
Renne tiba-tiba saja memalingkan wajah, memikirkan cara untuk menjawab pertanyaan Violet dengan sebuah kebohongan.
“Ah, warna pakaianmu.” jawab Renne.
Tanpa perlu melihatnya terlebih dahulu, Renne sudah tahu jika gadis itu sangat menyukai warna violet dan selalu memakai warna yang sama setiap hari. Oleh sebab itu, Renne sangat percaya diri.
“Oh, begitu ... aku memang sangat menyukai warna ini dan selalu memakai pakaian dengan warna yang sama.”
Setelah beberapa saat, mereka telah memasuki kawasan hutan, kewaspadaan pun ditingkatkan dengan tujuan agar dapat mengantisipasi monster yang menyerang.
「Memasuki kawasan Hutan Spruce.」
Berkat penerangan dari sihir cahaya Violet, mereka dapat melihat dengan jelas. Bahkan jarak pandang mata mereka menjadi lebih dari puluhan meter. Renne melihat sebuah kilatan cahaya dan menjadi antusias karena hal itu.
“Tunggu, tunggu! Aku menemukan tanaman bagus!” Renne menepuk-nepuk pundak Nathan dengan sedikit keras.
“Ada apa?” Nathan dengan segera menghentikan laju kuda.
Renne sudah menjawab hal itu, kenapa ia harus mengulangi perkataannya? Dengan segera ia turun dari kereta kuda dan menghampiri tanaman yang membuatnya tertarik.
「Mendapatkan Crystal Lavender.」
「Kumpulkan 821 tanaman obat lagi untuk mendapatkan keterampilan Competent Herbalism.」
Renne semakin bersemangat, apa yang dikatakan oleh matanya itu memang tak pernah salah dalam melihat sesuatu. Ia terus memanen tanaman obat liar itu dengan segera dan berapi-api.
“Apa yang kau lakukan?” Nathan menghampiri Renne.
“Memanen tanaman obat. Jika dijual, harganya sangat mahal, bahkan lebih dari beberapa keping emas.” Renne tak sedikit pun menolehkan wajahnya.
“Menarik, aku akan membantu.” Nathan menjadi tertarik dan berniat untuk membantu.
Renne merentangkan tangan dan menoleh ke arah Nathan dengan tatapan tajam, “Tidak perlu, aku membutuhkannya untuk menaikkan level keterampilan.” ia kemudian kembali mengalihkan pandangan.
Nathan mengerti akan hal itu. Sebagai orang yang pernah memainkan LLO sebelumnya, sikap yang ditunjukkan itu adalah sesuatu yang wajar. Terlebih lagi, poin EXP tidak akan bertambah jika menyangkut keterampilan sampingan seperti Herbalism.
“Baiklah, aku mengerti. Lakukan dengan cepat sebelum menarik perhatian monster.” Nathan membalikkan badan dan kembali ke kereta kuda.
Zerra saat ini sedang berada pada posisi waspada. Ia akan langsung melakukan perlawanan jika monster datang untuk menyerang.
“Apa sudah selesai?” tanya Nathan.
“Ya, kita boleh jalan sekarang.” Renne dengan segera merebahkan tubuh di kursi kayu panjang itu.
“Kau terlihat sangat menyukainya, apa memang benar begitu?” tanya Violet yang tersenyum saat memperhatikan sikap Renne.
“Begitulah. Aku sangat tertarik dengan uang. Dengan begitu, aku bisa menjamin persediaan yang akan dibutuhkan dikala waktu mendesak. Bukankah persiapan itu adalah hal yang penting?”
“Ah, benar. Aku setuju.”
Beberapa saat kemudian, Nathan menghentikan laju kuda di pinggiran sungai yang mengalir deras. Ia bermaksud untuk menetap di sini semalam.
Alasan lain karena mereka dapat dengan mudah mengambil air dan tak perlu susah payah mencari dikala waktu membutuhkan. Daerah sekitar sungai ini juga terbilang aman karena memiliki aroma khusus yang dibenci oleh monster.
Mereka juga mengumpulkan kayu bakar dan mulai memasang tenda. Mengeluarkan beberapa selimut dan membangun benteng pertahanan seadanya. Tak lupa pula mengoleskan Forest Ginger pada bagian batang pohon karena hal itu akan mencegah monster lemah datang menyerang.
Violet mengeluarkan bola api dan membakar kayu, dengan begitu api unggun sudah siap untuk menghangatkan tubuh. Renne sudah menyiapkan beberapa ikan di dalam inventory dan siap untuk langsung dibakar.
“Renne, aku ingin menanyakan sesuatu ... apa itu boleh?” Violet mengangkat tangannya.
“Ya,” balas Renne.
“Apa dia saudaramu?”
“Bukan, dia NPC yang kebetulan memiliki tujuan yang sama denganku. Jadi aku memutuskan untuk membawanya bertualang, meskipun dia adalah anak yang pendiam.” jawab Renne, setelah beberapa detik ia kembali menambahkan, “Sangat, sangat pendiam.”
Violet tiba-tiba saja tersenyum ceria, wajahnya mulai memancarkan cahaya dan kini bermaksud untuk menghampiri Zerra. Dia terlihat hendak memeluk anak itu, tetapi Zerra sudah menyadarinya terlebih dahulu dan menghindar. Ia kemudian bersembunyi di belakang Renne.
“Kenapa kau menghindari pelukan Kakakmu ini?” Violet cemberut.
Renne tersenyum melihat tingkah laku Violet yang seperti itu. Dia adalah gadis yang ceroboh dan selalu bertingkah sebelum berpikir, juga merupakan orang yang sangat menyukai anak kecil.
Violet kembali berdiri dan dengan segera mengejar Zerra yang mencoba untuk melindungi dirinya sendiri. Beberapa waktu telah terlewatkan dan nampak Zerra sudah kelelahan, ia pun tertangkap dan kini berada di pelukan gadis itu.
“Dia sangat kurus, apa kau yakin sudah memberikannya makanan yang cukup, Renne?” Violet menjadi serius sembari mengelus lembut Zerra dan memeluknya dengan manja.
“Zerra itu memiliki penyakit. Aku lupa memberitahu sebelumnya, dia juga tidak boleh terlalu kelelahan dan sekarang kami sedang melakukan perjalanan untuk mencarikan tanaman obat.”
“Eh, benarkah? Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu.” Violet memelas.
Karena melihat ekspresi memelas dari gadis yang tengah memeluknya, Zerra mulai luluh karenanya dan mulai menggerakkan mulut, “Ya,” ucapnya.
“Oleh karena itu, mulai sekarang aku akan menjadi perawat Zerra! Aku akan memastikan dia mendapatkan asupan gizi yang cukup dan memperhatikan waktu tidurnya. Zerra juga tidak boleh terlalu berlebihan dalam melakukan sesuatu serta harus lebih sering tidur bersama denganku!” Violet kembali memeluk erat Zerra.
Bagai menginjak ranjau, Zerra telah ditipu dengan wajah memelas gadis itu. Ia kini menyesal karena pernah mempercayai wajah yang ditunjukkan oleh Violet.
Renne tertawa kecil ketika melihat tingkah laku kedua orang itu, begitu pula dengan Nathan yang sedari tadi memutarbalikkan ikan bakar tersebut.
Renne benar-benar tidak menyangka jika akan bertemu lagi dengan beberapa orang yang pernah menjadi kenalannya. Tetapi, ini bukanlah saatnya untuk menjadi lengah. Pengkhianatan bisa saja terjadi jika dia kembali melakukan kesalahan yang sama.