
Itu benar sekali. Mereka yang datang ke pegunungan itu untuk melakukan pemburuan pasti sudah sangat siap untuk menghadapi situasi seperti ini. Apalagi mereka sebelumnya sudah dihadapkan dengan fakta bahwa mereka akan melawan seekor naga di sana jika ingin mendapatkan tanaman obat yang diinginkan oleh Renne.
Nathan membuka inventory dan memakai perlengkapan yang ia miliki. Hal itu membuat Renne sedikit terkejut karena perlengkapan yang dimiliki oleh pria ini sudah cukup bagus untuk dipakai hingga puluhan level berikutnya.
Renne hanya dapat memainkan harpa dan tak berniat untuk mengganti senjatanya saat ini. Bagaimanapun, Harp of the Golden Lion adalah senjata dengan tingkat kelangkaan Mystical dan memiliki kekuatan yang lebih unggul dari pada alat musik lainnya.
“Apa kalian berdua bermaksud untuk mengalahkan kami semua?” Big Boar King tertawa kemudian dia melanjutkan, “Sepertinya, kalian terlalu meremehkan kami.” tatapan Big Boar King menjadi tajam.
Big Boar King yang awalnya berbentuk menyerupai Orc kini kembali pada wujud semulanya. Dia juga terlihat mendengus beberapa kali dan memperlihatkan sikap sombong beberapa kali.
“Apakah kau adalah raja bodoh yang tidak memiliki wibawa dan kehormatan sedikit pun? Bagaimana bisa seorang dengan posisi seperti itu memerintahkan untuk mengeroyok, padahal lawan kalian hanya ada dua orang.” Nathan mencoba untuk memprovokasi.
Seperti yang diharapkan oleh Nathan, celeng itu benar-benar terpancing dan menjadi emosi. Dia juga menginjak-injak tanah dengan hentakan kaki yang kuat untuk memperlihatkan kemarahannya itu.
“Apa itu benar-benar sikap pemimpin yang terhormat?” Nathan tertawa, ia lantas menatap tajam dan berkata, “Bagaimana kalau kita berduel untuk menentukan siapa yang terkuat di sini?”
Berbeda dari sebelumnya, Big Boar King itu tertawa terbahak-bahak dan menatap kedua orang itu dengan penuh hina.
“Kau pikir, aku peduli dengan kehormatan?”
Nathan dan Renne dibuat terkejut. Mereka mengumpat dalam hati karena terlalu mengharapkan sikap seperti kesatria dari seorang monster menjijikkan.
“Serang mereka!” titah Big Boar King.
Renne dengan cepat mengeluarkan skill Rage Sound, memberikan buff kepada Nathan yang saat ini sudah terlebih dahulu menghilang.
Satu demi satu Big Boar tumbang berkat keterampilan yang dikeluarkan oleh Nathan. Renne tidak terlalu tahu trik seperti apa yang digunakan oleh Nathan, tetapi ia bersyukur karena pria itu berada di pihaknya saat ini.
Berkat Rage Sound yang dikeluarkan oleh dirinya sendiri, ia juga mendapatkan peningkatan yang sama dengan yang dimiliki oleh Nathan saat ini.
Renne melompat dari satu kepala ke kepala lainnya guna menghindari serangan Big Boar itu. Ia juga memainkan harpa itu dengan lembut, jika dilihat dari kejauhan maka gadis itu akan terlihat tengah menari dengan beberapa ekor hewan.
Karena skill Dance of Death tidak berpengaruh terhadap Big Boar, Renne memutuskan untuk menggunakan Sleeping Lullaby yang sudah lama tidak ia keluarkan. Seperti yang diharapkan, skill Sleeping Lullaby benar-benar berdampak pada beberapa Big Boar yang mendengarkan lantunan lagu itu.
Beberapa Big Boar benar-benar mengantuk dan tersungkur ke tanah setelah mendengar lantunan lagu yang dihasilkan dari harpa yang dimainkan oleh Renne. Meski beberapa Big Boar tidak terpengaruh karena mungkin saja level mereka lebih tinggi sehingga tidak mendapatkan pengaruh apa pun.
Renne terus melakukan kegiatannya itu. Ia juga sangat waspada karena takut menjadi beban bagi Nathan yang saat ini berhasil membunuh puluhan Big Boar hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Gadis itu mendarat ke tanah setelah berhasil membuat puluhan Big Boar kehilangan kesadaran. Ia memperhatikan sekitarnya dan mengeluarkan Melody Arrow guna membunuh celeng yang tertidur itu.
Karena masih banyak musuh yang mengincar Renne, ia tak boleh lengah sedikit pun. Gadis itu memainkan harpa sembari menghindari serangan tanpa bergerak terlalu jauh dari tempat.
Renne mengelak setiap serangan Big Boar dengan mudah. Kelincahannya memang benar-benar hampir menyaingi seorang Assassins berlevel 5 berkat profesi Legendary Bard yang ia miliki.
Itu bukan berarti Renne ingin membanggakan hal itu. Kekuatan yang ia miliki saat ini sangatlah lemah, bahkan ia hanya memiliki beberapa skill yang tidak terlalu kuat, padahal Renne memiliki profesi Legendary Bard.
Tujuan Renne bertambah di saat itu juga, ia berniat untuk mengumpulkan banyak Skill Book dan kembali mencari mentor guna mengajarinya keterampilan baru dan kekuatan yang lebih dahsyat lagi.
Di sisi lain, Nathan dibuat kewalahan karena Big Boar itu dapat mengetahui posisinya dengan mudah. Padahal ia sudah memakai keterampilan Stealth dan menghilangkan hawa keberadaannya.
Nathan memutari Big Boar King yang duduk dengan santai di tengah pertempuran itu. Ia mengalami kesulitan untuk menyerang karena puluhan ekor Big Boar menghadang dan bersiap untuk menyeruduk bagaikan seekor banteng.
Jika dia saja sudah secara terang-terangan meremehkan lawan seperti ini, maka dapat dipastikan bahwa Big Boar King itu sangat percaya diri. Lalu yang lebih mengkhawatirkan adalah perubahan Big Boar King ini.
Nathan sangat ingin dengan segera memenggal kepala celeng itu menggunakan kedua belati miliknya karena sangat benci jika diremehkan oleh orang lain dan hal yang memperparahnya adalah saat ini ia tengah diremehkan oleh seekor celeng menjijikkan.
Nathan sempat melihat ke belakang untuk memastikan keberadaan Renne, ia menjadi lega karena mengetahui gadis itu dapat mengatasinya dengan mudah dan kembali memfokuskan diri setelah itu.
‘Aku harus membunuh Big Boar yang menghalang ini terlebih dahulu,’ batin Nathan.
Nathan melesat dengan kecepatan tinggi dengan menggunakan salah satu skill buff miliknya. Ia dengan sangat lincah melompat ke kanan dan kiri kemudian memenggal kepala celeng itu satu per satu.
Saat seluruh Big Boar yang menghadang terbunuh, Nathan dengan begitu cepat melompat ke arah Big Boar King.
“Wind Cutter!”
Dengan tiba-tiba belati Nathan terpental dan tanpa sengaja menusuk Renne. Sontak membuat Nathan dengan segera bergerak menjauh dan berusaha untuk menyelamatkan gadis itu setelah menyadari pisau yang masih dialiri oleh angin itu menusuk tepat di bagian dada.
HP Renne berkurang dengan sangat drastis, ia kemudian seakan-akan kehilangan kesadaran namun Nathan sudah terlebih dahulu meminumkannya Health Potion.
‘Bagaimana bisa?!’ batin Nathan, ia tak tahu trik macam apa yang dimainkan oleh Big Boar King.
Nathan membawa Renne di pangkuannya guna meninggalkan tempat itu. Saat ini sangat tidak mungkin untuk menang bertarung setelah kejadian tak terduga ini.
Butuh waktu beberapa saat untuk Renne pulih dari luka itu. Ia berhasil selamat dari kematian yang akan menghukumnya untuk tidak bermain selama satu hari penuh.
“Maaf, aku tidak sengaja.” Nathan terlihat benar-benar bersalah.
“Kenapa kau harus meminta maaf? Lagi pula aku tidak benar-benar mati.” Renne tertawa.
Setelah mereka sadari, saat ini sudah lebih dari ratusan Big Boar mengepung mereka dan menghentikan Nathan yang berlari untuk menyelamatkan diri.
“Kita terkepung lagi,” Nathan menjadi kesal.
“Turunkan aku, luka tadi sepertinya sudah sembuh karena kau memberikan Health Potion sebelum aku kehabisan HP.”
Nathan tak mengidahkan apa yang dikatakan oleh Renne. Ia beranggapan jika pelarian ini akan sangat sulit jika Renne tidak berada di tangannya.
Di saat bersamaan muncul Big Boar King yang kembali berubah menjadi bentuk Orc. Big Boar King itu menjadikan salah satu Big Boar sebagai tempat duduknya.
“Romantis sekali. Aku jadi ingin menyandera gadis itu untuk dijadikan sebagai selir.”
“Mati kau celeng kotor!” umpat Renne dengan kesal.
“Wah, di saat seperti ini seharusnya kalian mengiyakan dan menuruti apa yang aku katakan.” Big Boar King tertawa.
“Menjijikkan sekali. Bahkan hanya dengan melihat wajah busuk itu membuatku ingin muntah.”
Perkataan Renne berhasil memancing emosi Big Boar King dan lantas monster itu menitahkan Big Boar lainnya untuk membunuh kedua orang itu.