
Dengan begitu lihai Nathan mengendap-endap di antara ilalang menggunakan skill Stealth yang ia miliki. Dia bermaksud untuk tidak membuat suara yang berisik agar Big Boar itu tidak terbangun dari tidurnya.
Nathan juga berniat untuk menggorok celeng itu di bagian leher. Ia sudah menyiapkan tiga belati yang akan digunakan untuk melukai kaki celeng itu jika saja ia berhasil selamat dari serangan kritis itu.
Dalam sekejap mata, Nathan berhasil membuat luka besar di bagian leher Big Boar dan melukai bagian kaki tak lama setelah itu.
Big Boar itu terkesiap, ia menggarung karena kesakitan. Di saat bersamaan ia mencoba untuk berlari meskipun langkah kakinya terpincang-pincang. Renne tak ingin mangsa mereka lepas begitu saja, ia lantas mengeluarkan skill Melody Arrow.
Beberapa anak panah berhasil menancap tepat pada bagian kepala celeng itu. Renne lantas kembali melanjutkan dan kembali mengincar kepala karena dia dapat memberikan critical damage yang memiliki peluang muncul tinggi.
Nathan juga melemparkan ketiga belati itu pada seluruh bagian kaki Big Boar untuk melumpuhkannya. Dari ketiga belati itu, hanya satu yang mengenai tepat dan membuat binatang itu tersungkur di tanah.
Renne sendiri cukup heran, padahal serangan yang diberikan Nathan sebelumnya sudah cukup membuat kepala dari celeng itu hampir terpisah dari badan. Tetapi, bagaimana bisa ia tetap hidup dengan keadaan yang mengerikan seperti itu?
Renne kembali melanjutkan bermain harpa guna memunculkan ratusan anak panah dan mengarahkannya ke arah Big Boar sampai sebuah notifikasi yang sudah tak asing lagi muncul.
Nathan kembali menyelinap dengan menggunakan skill Stealth karena sudah dapat kembali digunakan. Langkah kakinya terdengar begitu cepat karena Renne yang memiliki pendengaran yang tajam berkat profesi Legendary Bard.
“Wind Cutter!”
Nathan memberikan sihir angin pada belatinya dan kembali mencoba untuk memisahkan celeng itu dari kepalanya. Pria itu berhasil melakukannya dan sebuah notifikasi muncul di hadapan mereka.
「Berhasil mengalahkan Big Boar.
Hadiah: - Poin pengalaman bertambah 816.
- Pork.」
「Naik level 11.」
Renne menghela nafas lega karena mereka sudah berhasil mengalahkan seekor Big Boar tanpa mendapatkan perlawanan yang merugikan. Oleh sebab itu, ia dengan segera merebahkan tubuh di atas rerumputan itu dan menikmati dinginnya semilir angin yang berembus.
“Ini ... sangat nyaman.” Renne menutup mata menggunakan tangan karena cahaya matahari yang menyilaukan.
Nathan hanya melihat Renne sebentar kemudian kembali memperhatikan keadaan sekitar. Ilalang yang tumbuh dengan tinggi sedikit mengganggu penglihatannya.
Renne dengan tiba-tiba dikejutkan dengan suara yang berderap. Ada sangat banyak monster yang sedang menuju ke tempat mereka berada saat ini. Sontak membuat Renne berdiri dan menarik tangan Nathan untuk segera berlari.
Nathan terkejut dan langsung menanyakannya, “Apa yang terjadi?” kemudian ia ikut-ikutan berlari bersama dengan Renne.
“Banyak sekali Big Boar yang menuju ke tempat kita,” nafas Renne tak beraturan saking terkejutnya.
Ratusan Big Boar sudah berhasil mengejar mereka hanya dalam hitungan detik. Sontak membuat Nathan kembali menggunakan skill Stealth dan menggendong Renne layaknya tuan putri.
Nathan mencoba untuk sebaik mungkin menghindari ratusan Big Boar itu. Karena level skill Stealth yang lemah, ia tak dapat membuat Renne ikut menghilang, tetapi itu sudah lebih baik karena kecepatannya meningkat dengan pesat.
Mereka tidak memutuskan untuk kembali ke kereta kuda karena takut jika Violet dan lainnya belum juga bangun dan tentu keadaan akan menjadi sangat rumit jika hal itu terjadi.
Mereka terus-terusan menyusuri padang rumput itu dan berlari memutar-mutar agar membuat ratusan celeng itu kewalahan. Namun, yang menjadi kewalahan bukanlah Big Boar itu melainkan Nathan sendiri.
“Aku tidak tahu, tanganku bergerak dengan sendirinya!”
‘Apa-apaan dengan jawaban itu? Dasar bodoh,’ batin Renne.
Renne mencoba untuk membuka inventory dan mengambil Stamina Potion. Ia membuka botol dan meminumkan Nathan. Lantas stamina pria itu kembali pulih dan kecepatannya kembali meningkat.
Saat mereka terus melewati ilalang yang tinggi itu tanpa tentu arah, mereka dikejutkan dengan kehadiran Big Boar yang lebih besar lagi dari semua Big Boar yang mengejar mereka.
Sontak langkah kaki Nathan terhenti. Dia menolehkan wajah ke kanan dan kiri untuk memastikan keberadaan celeng lainnya.
“Kita terkepung!” Nathan mengatakannya dengan kesal.
Big Boar raksasa itu tiba-tiba berubah bentuk menjadi seorang Orc. Sontak membuat Renne sangat terkejut. Selama ia bermain Love Live Online, tak pernah sekalipun mengetahui hal itu.
Sepertinya, Big Boar yang baru saja berubah menjadi Orc itu adalah seorang pemimpin dari kumpulan-kumpulan binatang ini. Meskipun, perut yang buncit dan wajah yang terlihat menjijikkan itu sangat tidak cocok untuk disebut sebagai pemimpin.
「Big Boar King
Level: 30
HP: 120000/120000.」
Renne dengan tiba-tiba terdiam ketika mendapatkan jendela notifikasi itu melayang di atas kepala Big Boar King. Monster itu lebih kuat dari pada Poisonous Hunter Snake yang pernah Renne temui saat bersama dengan Kakek Zou.
Saat ini masih sangat kecil bagi mereka untuk dapat mengalahkan seluruh monster yang berada di sana. Bahkan, kemungkinan untuk menang hampir mendekati nol persen.
Big Boar King yang berubah menjadi Orc itu lantas berbicara, “Sepertinya kalian sudah membunuh anak tertuaku, ya?” kemudian dia sedikit menyeringai.
Renne turun dari gendongan Nathan dan berdiri dengan tegap kemudian mengeluarkan harpa yang biasanya ia gunakan. Renne bermaksud untuk menggunakan Dance of Death agar dapat mengontrol beberapa Big Boar dan menyebabkan kekacauan.
Renne mulai memainkan harpa itu dengan sebuah suara yang sangat menggelora. Ya, itu adalah suara yang digunakan untuk mengaktifkan skill Dance of Death.
Renne dibuat terkejut ketika Big Boar King itu tertawa terbahak-bahak. Sontak membuatnya menghentikan skill Dance of Death dan memperhatikan sekitar.
Tak ada seekor pun Big Boar yang berhasil ia kendalikan. Renne bingung, cemas, dan khawatir akan hal itu. Tetapi, setelah beberapa saat ia kembali tenang dan berpikir dengan jernih.
“Apa kau bermaksud untuk mengendalikan kami?” Big Boar King itu tertawa.
Renne menatap Nathan dan mendapati bahwa pria itu juga sedang dalam kebingungan untuk dapat mengatasi situasi saat ini.
Renne menggenggam tangan Nathan dan tersenyum padanya, kemudian ia berbisik, “Ayo kita kembali dengan selamat.”
Nathan langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Renne. Gadis itu bermaksud untuk mengalahkan seluruh monster dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini.
Tentu saja Nathan kembali bersemangat. Rencana yang cukup gila dan bodoh untuk dilakukan, tetapi dari awal memang Nathan sudah siap menghadapi situasi seperti ini. Jika tidak, lantas kenapa dia hendak pergi ke pegunungan yang sangat berbahaya itu?