
Mereka sudah selesai menikmati makanan. Meskipun bukan makanan yang langsung dimasak oleh Nathan, tetapi berkat bimbingan keras dari pria itu, makanan yang mereka masak terasa begitu nikmat. Apalagi mereka menikmati makanan itu bersama-sama dengan suasana yang membuat hati menjadi sejuk.
“Enak, koki kita memang benar-benar hebat!” puji Violet, kemudian ia melanjutkan, “Sebagai hadiah, aku akan menyuapkan Nathan makanan ini!”
Renne sedikit tertawa, menertawai dirinya sendiri, “Aku pikir makanan ini akan berakhir tidak enak.” lirihnya.
“Ini sangat enak!” wajah Nathan penuh ekspresi senang dan kagum.
Nathan yang mendengar pujian-pujian temannya sedikit tersenyum, ia senang jika orang lain menyukai masakannya meskipun bukanlah dia yang memasak. Ya, sebenarnya itu adalah resep yang hanya diketahui oleh Nathan seorang.
Renne sudah selesai makan dan mencoba untuk membuka inventory. Dari sekian banyak barang sampah ia menyembunyikan diri di dalamnya, gadis itu mencari sebuah barang yang baru saja ia dapatkan.
‘Ah, ketemu!’ batin Renne.
Ia kemudian membuka informasi dari item tersebut.
「Seed of Life
Kelangkaan: Unique
Deskripsi: Benih yang jatuh dari langit. Berikan sebagian besar mana dari dalam tubuhmu, maka benih ini akan tumbuh dengan cepat.」
Renne sedikit berpikir terlebih dahulu. Ia tidak pernah mendapatkan item seperti ini dan berpikir jika ini adalah barang yang hanya ada satu di dalam game ini. Jadi, ia memutuskan untuk menyimpannya dan menggunakan dilain waktu daripada menjualnya.
Gadis itu kemudian melanjutkan dengan membuka barang bernama Sword of Inferno.
「Sword of Inferno
Kelangkaan: Legendary.
Deskripsi: Melambangkan kehormatan dan kematian. Menurut legenda, dikatakan bahwa pedang ini mengandung kutukan yang sangat besar.
Kelebihan: - Memberikan efek terbakar dalam jangka waktu 10 detik.
- Memberikan efek kutukan dalam jangka waktu 10 detik.
- Meningkatkan kekuatan hingga 15%.
- Mendapatkan bonus poin pengalaman ketika membunuh musuh sebesar 40%.
- Meningkatkan seluruh atribut sebesar 20%.
Ketahanan: 3000/3000.
Status:
STR: 492
AGI: 381
VIT: 327
INT: 191
DEX: 221
LUK: 71
Syarat pemakaian: - Memiliki profesi Swordman.
- Mencapai level 50.」
Renne merasa kecewa karena melihat hal itu. Ia tidak dapat langsung memberikannya kepada Zerra karena persyaratan untuk penggunaan item tersebut. Sebuah ide baru akhirnya terlintas di pikiran.
‘Mungkin ini — eh, bagaimana Zerra dapat menggunakan Dragon Armor itu?’ batin Renne. Ia baru saja menyadari kejanggalan yang terjadi selama ini.
Renne menggenggam pundak Zerra dengan tiba-tiba, ia kemudian menatap anak itu dengan serius.
“Zerra, apa aku bisa melihat status Dragon Armor ini?” minta Renne.
“Ya,” balas Zerra dengan singkat.
Renne menekan sebuah tombol setelah mendapatkan izin langsung dari anak itu.
「Dragon Armor
Kelangkaan: Mystical.
Deskripsi: Membawa petaka kepada seluruh umat manusia, membumihanguskan dataran tinggi. Terbuat dari kulit dan tulang Red Dragon dan ditempa dalam jangka waktu 1000 tahun oleh Dwarf dan Elf yang saling bekerja sama.
Kelebihan: - Mengabaikan kerusakan di bawah 5000.
- Kemungkinan untuk serangan meleset hingga 10%.
- Menambah kesehatan sebesar 5000.
- Mendapatkan bonus poin pengalaman ketika membunuh musuh sebesar 10%.
- Meningkatkan seluruh atribut sebesar 5%.
Ketahanan: 10000/10000.
Status:
STR: 50
AGI: 81
VIT: 1291
INT: 41
DEX: 61
LUK: 12
Syarat pemakaian: - Mencapai level 100.」
Renne terkejut bukan main, ia bertanya-tanya tentang Zerra yang dapat memakai peralatan itu padahal terdapat persyaratan yang tinggi untuk menggunakan item tersebut.
Renne kembali mengguncang Zerra dan membuat seluruh orang terkejut. Zerra sendiri yang mengalami hal itu menjadi pusing karena badannya terus-terusan diputar.
“Ada apa?” Violet terkejut dan khawatir dengan tingkah laku Renne yang tiba-tiba menggila.
“Ini, coba liat ini!” Renne melayangkan bar notifikasi itu ke arah Violet.
Violet kemudian dibuat terkejut sama seperti ekspresi Renne sebelumnya. Gadis itu menjadi bingung tentang bagaimana Zerra dapat melakukan hal tersebut.
“Apa gadis-gadis yang berada di sini sudah kehilangan kewarasannya?” Artelis menggelengkan kepala.
Nathan tertawa, ia setuju dengan apa yang diucapkan oleh Artelis dan berkata, “Itu mungkin saja, kita perlu ke rumah sakit setelah ini.”
Renne tak terlalu menanggapi perkataan kedua pria itu, ia terus memikirkan tentang bagaimana Zerra dapat melakukan hal itu. Kemudian ia memutuskan untuk bertanya secara langsung.
“Zerra, bagaimana kau bisa menggunakan item ini?” tanya Renne, ia kemudian mengeluarkan Sword of Inferno dan lanjut bicara, “Coba kau gunakan pedang ini.”
Kali ini yang dibuat terkejut adalah Artelis. Ia berpikir jika pedang itu sangatlah keren dengan api yang menyala-nyala di bagian bilah.
“Itu pedang yang sangat keren!” mata Artelis berbintang-bintang.
Zerra mengambil pedang itu dari Renne dengan santainya. Jika syarat tidak terpenuhi, maka orang yang mencoba menggunakan barang tersebut akan terpental hingga beberapa meter jauhnya. Tetapi, hal itu tidak terjadi pada Zerra.
“Hmm, itu sangat aneh. Bagaimana bisa Zerra menggunakan pedang itu?” Nathan ikut akan bicara setelah sedikit memperhatikan kehebohan keempat orang itu.
“Zerra, saat ini kau berada di level berapa?” tanya Renne.
Terdapat sedikit jeda sebelum Zerra menjawab pertanyaan Renne. Ia sedikit kebingungan lalu mengangkat kedua bahu sebagai arti bahwa ia tidak mengetahui hal itu.
“Apa kau benar-benar tidak tahu?” Renne kembali bertanya untuk memastikan.
“Ya,” jawab Zerra sembari mengangguk.
“Jika benar begitu ... ini menjadi sangat aneh. Tetapi, kalau Zerra memang tidak mengetahuinya, apa boleh buat.” Nathan kembali memperhatikan jalannya.
Renne juga berpikir begitu. Ia tak ingin terlalu memaksa Zerra untuk berbicara, lagi pula bagaimana jika memang Zerra tidak mengetahui hal itu?
“Kalau begitu, Zerra boleh mengambil pedang itu. Aku juga tidak mungkin untuk menggunakannya.”
“Aku menjadi sangat iri...” ucap Artelis.
“Kau pasti akan mendapatkan senjata yang lebih baik lagi, tenanglah.” Renne sedikit tersenyum.
“Ya, iya, baiklah. Tetapi, apa kau mau mencium aku?” Artelis kembali menebar pesona.
“Tidak akan!” pertegas Renne dengan tatapan tajam.
“Bagaimana dengan Violet?” lanjut Artelis.
“Aku lebih suka mencium Zerra,” Violet tersenyum lembut ke arah Artelis.
Jiwa playboy Artelis meronta-ronta, ia sangat tidak tahu bagaimana cara untuk menaklukkan kedua gadis itu. Padahal bahkan di hari pertama perilisan game, dia sudah berhasil memikat banyak gadis bangsawan.
Setelah mereka sadari, mereka sudah semakin dekat dengan pegunungan yang selama ini mereka tuju. Hari juga sudah semakin sore dan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di pinggir sungai.
Renne juga menurunkan peralatan masak dibantu oleh Nathan dan Artelis. Mereka kemudian mengumpulkan kayu bakar dan beberapa keperluan lainnya.
Renne kemudian mengeluarkan beberapa tenda untuk mereka tidur nantinya. Kemudian ia mengeluarkan beberapa mantel hangat untuk melindungi tubuh dari dinginnya suhu di malam hari.