
Semua orang sudah bangun dari pagi hari sekali. Mereka bersiap-siap untuk pergi melanjutkan perjalanan karena pegunungan yang mereka tuju masih sangatlah jauh untuk dijangkau.
Sebelum itu, mereka menyiapkan beberapa makanan dan mulai membersihkan bagian tempat yang kotor akibat mereka sendiri. Bagaimanapun, menjaga lingkungan itu adalah hal yang baik dan dengan itu juga, mereka dapat menghilangkan jejak jika saja dibuntuti oleh kelompok penjahat.
Nathan masih memanggang ikan yang sudah ditangkap oleh Renne sebelumnya. Ia sendiri tidak menyangka jika gadis itu juga sudah menyiapkan jaring dan pancingan dari jauh-juah hari. Berkat persiapan yang matang itu, perjalanan terasa lebih mudah untuk dilewati.
Renne menghampiri Nathan setelah membersihkan beberapa sampah dan menyingkirkan serta melepaskan benteng pertahanan sederhana yang mereka buat sebelumnya.
“Di mana Violet? Sebentar lagi ikan ini akan matang,” Nathan membuat matanya berkeliling, mencari keberadaan Violet.
“Tadi dia pergi ke sana,” Renne menunjuk ke arah dari mana sungai mengalir, kemudian menambahkan, “Katanya mau mandi.”
“Oh, aku akan menyisakan untuknya.” Nathan mengambil piring yang terletak di sampingnya dan menaruh ikan bakar itu.
Renne sendiri sangat bersemangat untuk kembali mengambil Queen Thyme yang masih tersisa di dalam aliran sungai itu. Sedangkan Zerra sendiri terlihat tengah duduk berseberangan dengan Nathan, ikut membantu membakar ikan yang belum matang.
Setelah beberapa saat kemudian, Violet telah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang berbeda dari sebelumnya. Ia juga dengan semangatnya memeluk Zerra secara diam-diam dari belakang.
“Kau tahu, aku sangat menyukai mata merah ini. Seakan-akan dia itu mencoba untuk merobek-robek pakaianku dengan mata yang tajam itu ...” Violet mengencangkan pelukannya.
“Kau tahu, anak itu akan segera terbang ke surga jika kau melakukannya. Kau juga mengatakan hal itu seperti gadis mesum,” Nathan menanggapi.
Violet tersadarkan jika pelukannya terlalu kencang untuk Zerra yang memiliki tubuh ringkih, dengan segera ia melemahkan pelukan itu.
“Ah, maaf Zerra.” ucap Violet.
Zerra tak menanggapi hal itu, ia berusaha mati-matian untuk melepaskan pelukan itu dari tubuhnya. Tetapi, ia kalah kuat. Gadis itu benar-benar memiliki tenaga yang lebih dari pada dirinya sendiri.
“Renne, apa kau sudah selesai? Mari kita makan bersama ...” Nathan berteriak sedikit keras agar menyadarkan gadis yang sudah tergila-gila dengan uang itu.
“Iya, aku sudah selesai.” sahut Renne, dengan segera ia keluar dari permukaan air dan menghampiri ketiga orang itu.
Nathan langsung memberikan Renne piring yang terbuat dari tanah liat yang di atasnya terdapat ikan bakar yang sudah dilumuri dengan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.
“Enak,” puji Renne, ia merasa jika Nathan benar-benar berbakat dalam memasak makanan, berbeda dengan dirinya yang tak dapat melakukannya dengan benar.
“Ini benar-benar enak,” tambah Violet.
“Syukurlah jika kalian senang, aku sebenarnya pernah menjadi seorang koki di dunia nyata, jadi... Ya, begitulah.” Nathan sempat memperlihatkan senyuman dan kembali memakan makanannya.
Renne tak pernah mengetahui hal itu di kehidupan sebelumnya. Dulu, yang hanya Renne ketahui dari Nathan adalah sosok pendiam dan tertutup. Mulai saat ini, Renne akan mencoba untuk menggali lebih dalam lagi informasi-informasi tentang orang-orang sekitarnya.
“Apa itu benar? Aku ingin datang ke restoran tempatmu bekerja.” Renne bersemangat, ini benar-benar kesempatan untuk mendekatkan diri dengan pria itu.
“Aku sudah berhenti menjadi koki dan memutuskan untuk bermain game ini. Kau tahu, mendapatkan uang dari game lebih mudah dari pada bekerja.”
“Begitu,” Renne terlihat kecewa, meskipun begitu, itu adalah pilihan yang diambil oleh Nathan dan mencoba untuk memahaminya.
Nathan menyadari kekecewaan gadis itu, ia lantas mencoba untuk menghibur, “Jika kau mau, aku akan memasakkan makanan khusus untukmu,” setelah jeda beberapa saat, “Kapan pun kau mau,” tambahnya.
“Aku juga mau, kalian curang sekali!” Violet cemberut sembari menaruh kepalanya di kepala Zerra dan menarik lembut pipi anak itu.
Nathan tertawa, “Iya, baiklah. Kapan pun kalian mau, aku akan memasakkan. Jangan lupa dengan bahan-bahannya, aku tidak ingin rugi karena kalian.”
Setelah beberapa saat, mereka dikejutkan dengan keberadaan buaya yang hendak menyerang ketika semua orang ingin melanjutkan perjalanan. Dengan segera seluruh orang mempersiapkan senjata masing-masing dan bersiap untuk melakukan pertahanan. Mereka juga menjauhkan kuda dari buaya itu.
「Croco
Level: 7
HP: 4000/4000」
Buaya itu terlihat begitu besar. Sangat besar hingga dapat terlihat dengan jelas di dalam air yang dangkal itu. Renne sendiri bersyukur karena semalam tak menemui buaya ini. Jika hal itu terjadi, maka ia tak akan sempat melakukan perlawanan dan Zerra akan berada dalam bahaya.
“Bersiaplah, usahakan untuk menghindari ekor buaya itu karena dia memiliki racun.” Renne memberikan arahan.
Semua orang mengangguk setuju dan mulai menyiapkan skill yang mereka miliki. Saat buaya itu hendak berlari menerkam salah satu dari keempat orang yang berada di hadapannya, Violet mengeluarkan sihirnya.
“Freeze!”
Dalam waktu yang sama, buaya itu membeku dan terkena efek stun dalam jangka waktu 10 detik. Semua orang bergegas karena tak ingin menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Violet.
“Melody Arrow!”
“Dancing Daggers!”
“Fire Ball!”
Hanya Zerra yang tak mengeluarkan skill sama sekali. Renne yang melihat langsung menyadari hal itu, Zerra belum memiliki satu pun keterampilan unik yang dapat digunakan. Keinginannya untuk menemukan pelatih untuk anak itu pun semakin kuat.
Saat menyadari efek membeku yang diberikan oleh Freeze milik Violet sebentar lagi habis, kedua orang itu langsung mengambil jarak agar dapat mengamankan diri.
Croco semakin mengganas, ia berlari ke arah Renne dan hendak menelannya hidup-hidup. Namun, lantunan lagu yang dihasilkan dari Sleeping Lullaby membuatnya mengantuk dan tertidur.
Semua orang kembali menyerang dengan memperhitungkan waktu cooldown dari masing-masing skill. Bagaimanapun, mereka harus waspada jika saja buaya itu terlepas dari jerat Renne.
Setelah buaya itu mati, sebuah notifikasi muncul di hadapan ketiga orang itu.
「Berhasil mengalahkan Croco.
Hadiah: - Poin pengalaman bertambah 405.」
Renne sudah tidak terkejut lagi. Ketika pemain mencapai level 10 ke atas, mereka tidak akan lagi mendapatkan koin perunggu, perak, ataupun emas dari monster. Hal itu dilakukan agar para pemain lebih sering melakukan misi yang diberikan oleh NPC.
Di waktu bersamaan setelah menghilangnya jasad buaya itu, semua orang memasangkan senyuman di wajah mereka masing-masing kecuali Zerra. Violet yang merasa begitu senang juga dengan sontak memeluk erat Zerra yang berada di depannya.