Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
Beracun



Mereka telah melewati beberapa waktu bersama dengan saling mengobrol. Tetapi Renne sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ia terlihat sibuk membuat beragam jenis ramuan menggunakan seluruh tanaman obat yang ia miliki.


Semua itu dilakukan olehnya untuk dapat menghadapi segala kemungkinan yang akan datang mengingat mereka akan pergi ke daerah berbahaya yang sudah tak jauh lagi.


Setelah selesai mempersiapkan hal-hal itu, Renne menyeberangi sungai dan pergi dan menjauh dari kelompok. Ia bermaksud untuk kembali mencari tanaman obat lainnya secara diam-diam dan seperti yang ia harapkan, tak ada yang menyadari kepergian Renne karena mereka terlalu sibuk mengobrol satu sama lain.


Renne melewati jalan berlumpur secara perlahan-lahan dan memastikan langkah kaki agar tidak tenggelam dan mati secara mengenaskan. Secara perlahan tetapi pasti, ia semakin mendekati dataran dan sampai dengan selamat.


Ia kini berada di seberang sungai, sebuah hutan yang begitu lebat dan rimbun. Alasan Renne untuk memilih datang ke tempat ini bukan karena hendak mencari tanaman obat, melainkan mencari tanaman beracun yang dapat digunakan dikala waktu mendesak.


Renne tidak berniat untuk masuk lebih dalam, jadi ia hanya menyusuri beberapa bagian saja. Setidaknya, ia masih bisa melihat keberadaan teman-temannya dari kejauhan.


Gadis itu membuat matanya berputar ke segala penjuru yang ada, ia mencoba untuk mendapatkan lebih banyak tanaman beracun dan kembali setelah merasa persediaannya cukup.


“Ah, aku menemukan Dumb Cane!”


Renne dengan segera memotong batang tanaman itu dengan hati-hati dan memasukkannya ke dalam inventory. Ia mengambil seluruh tanaman yang tersisa tanpa menyisakan sedikit pun.


「Mendapatkan Dumb Cane.」


「Kumpulkan 410 tanaman obat lagi untuk mendapatkan keterampilan Competent Herbalism.」


“Sedikit lagi aku akan mencapai Competent Herbalism, aku sungguh tidak sabar lagi.”


Gadis itu kembali berjalan setelah selesai mengambil Dumb Cane. Ia kini berjalan ke arah timur dan mendapati segerombolan Slime yang berukuran sedikit besar.


Karena keadaan Renne yang terkejut, ia tidak sempat untuk menghindari serangan dan saat ini ia tertelan oleh monster tersebut.


“Sialan, aku tidak bisa bergerak!” umpat Renne kesal.


Pakaian Renne tiba-tiba saja terurai karena berada terlalu lama di dalam sana. Secara perlahan tetapi pasti HP miliknya juga ikut berkurang. Gadis itu mencoba untuk berteriak, tetapi suaranya tidak dapat menjangkau area luar.


「HP: 912/3400


MP: 5175/5175」


Saat HP Renne semakin mendekati angka nol, seseorang baru saja melayangkan serangan kepada Slime itu dan dengan segera mati hanya dalam satu kali serangan.


Renne melirik orang yang baru saja membantunya itu, seseorang dengan profesi seorang Ranger. Seorang gadis kecil dengan ras Elf, memiliki wajah sangat dingin dan menatap dengan sangat tajam ke arah Renne.


“Ja-jangan menatapku seperti itu, meskipun kau adalah seorang gadis sekalipun!”


Renne sontak menutupi tubuhnya dengan tangan, ia juga dengan segera mengeluarkan pakaian cadangan yang diberikan oleh Violet sebelumnya. Walaupun sedang ditatap oleh sesama perempuan, tetap saja hal itu membuat gadis itu sangat malu.


Renne sudah selesai memakai pakaiannya meskipun ia harus terus menahan malu. Ia kemudian melihat ke arah gadis dengan ras Elf itu dengan penuh sungguh-sungguh.


“Terima kasih— Kyrie?” Renne langsung menutup mulut, ‘Sialan mulut ini, akan aku potong kau di lain hari!’


“Bagaimana bisa kau mengetahui namaku?” Kyrie terlihat penasaran, tetapi wajah dingin itu tetap dipertahankan.


Renne memalingkan wajah, tak berniat untuk menjawab karena ia memang tidak tahu apa yang harus ia jawab atas apa yang menjadi pertanyaan gadis itu.


“Jawablah sekarang atau aku akan memakai kekerasan!” pertegas Kyrie.


Di saat bersamaan, seseorang baru saja menggerakkan semak belukar itu. Sontak membuat Renne semakin waspada jika saja monster yang datang menyerang.


Seketika pikiran itu terpatahkan setelah mereka tahu bahwa orang yang menghasilkan pergerakan itu adalah Nathan.


“Kau di sini, Renne. Aku sempat khawatir ketika sadar kau sudah tidak berada bersama kami.”


“Ah, maaf. Aku hanya ingin mencari beberapa tanaman obat.”


“Aku sudah menduga hal itu!” Nathan tertawa, ia kemudian melanjutkan, “Aku akan membantu.”


Saat Renne membalikkan wajahnya, ia sudah tidak mendapati keberadaan Kyrie. Hal itu membuat Renne semakin khawatir dan bingung, di kehidupan sebelumnya dia adalah anak yang pendiam dan tertutup dan kenalan dari guild yang berbeda. Walaupun begitu, Renne sering bertemu dengan anak itu dan berada di dalam satu party yang sama.


“Apa yang kau cari saat ini? Aku bisa membantu mencari dengan skill pendeteksi yang baru saja aku dapatkan.”


Perkataan Nathan memecah lamunan yang menyelimuti Renne. Di saat bersamaan juga dengan segera gadis itu mengeluarkan beberapa daftar tanaman beracun dari dalam inventory, lengkap dengan gambar.


“Hmm, kau mencari tanaman beracun? Untuk apa?” Nathan penasaran.


“Bagaimanapun kita harus waspada dengan serangan monster seperti Big Boar Emperor ataupun yang lebih kuat lagi. Kita juga mungkin akan dihadapkan dengan keadaan di mana kita tidak bisa bersama. Jadi, aku pikir jika racun akan berguna di saat mendesak.” perjelas Renne.


Nathan mengangguk sebagai balasan dari penjelasan panjang-lebar Renne. Ia kemudian menggunakan skill Detection dan menyebarkan sebuah lingkaran berwarna kuning yang bergerak bagaikan gelombang air.


Dalam ruang lingkup 50 meter, Nathan dapat melihat segala sesuatu dan mengidentifikasi sebuah barang ataupun kehadiran musuh. Nathan kemudian berhenti menggunakan skill tersebut.


“Aku menemukannya.”


“Di mana?” Renne menjadi sangat bersemangat.


Mereka berjalan ke salah satu arah dan semakin masuk ke dalam hutan. Saat Renne sadari, ia menemukan banyak sekali tanaman obat dan tanaman beracun hidup berdampingan.


“Ini ... ini benar-benar surga bagiku!” Renne sangat senang.


“Walaupun aku tidak mengerti tentang Herbalism, tetapi aku setuju dengan perkataan itu.”


Nathan kemudian melihat ke salah satu buah berwarna merah yang dengan tiba-tiba menarik perhatiannya. Ia kemudian mencoba untuk memakannya tetapi Renne menghentikan sebelum benda itu memasuki mulut pria itu.


“Ada apa?”


“Apa kau benar-benar ingin memakannya? Bukankah kau terlalu lengah, Nathan?”


Nathan tidak mengerti tentang apa yang dibicarakan oleh Renne. Ia kemudian melepaskan buah itu dari tangan dan membiarkannya terjatuh.


“Buah itu bernama Viper Jequirity, tanaman ini mengandung zat abrin yang beracun bagi tubuh. Zat abrin akan mengambil alih tubuh dengan cara menonaktifkan ribosom, bagian tubuh yang bertanggungjawab dalam menyintesis protein yang telah dikonsumsi.” perjelas Renne dengan segala yang ia ketahui.


Nathan terdiam ketika mendengar penjelasan Renne, apa yang dikatakan oleh gadis itu memang ada benarnya. Ia sudah menjadi sangat lengah dengan hendak memakan benda yang tidak diketahui nama bahkan manfaatnya.


Nathan kemudian mengambil sepasang bunga dari dalam inventory dan menyapu rambut yang menutupi telinga Renne. Ia kemudian menaruh bunga cantik nan elok itu dan membiarkannya berada di telinga.


“Kau terlihat cantik dengan bunga ini. Aku tidak mengerti kenapa kau bertindak tidak seperti gadis pada umumnya, apa ada sesuatu yang terjadi?”


Nathan mendekatkan wajahnya ke hadapan Renne dan semakin mendesaknya hingga gadis itu tidak dapat melangkah mundur karena batang pohon yang berada di belakang.