Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
Big Boar III



Nathan menyiapkan ancang-ancang setelah mengetahui begitu banyaknya Big Boar yang berdatangan dari waktu ke waktu. Jika Nathan sedikit lebih kuat lagi untuk dapat mengatasi semua monster itu, ia pasti akan menganggap tempat ini sebagai lahan EXP.


Bagaimana tidak, satu Big Boar saja sudah memberikan mereka hampir seribu EXP. Jika saja jumlah mereka sampai 300, maka dapat dipastikan jika mereka akan mendapatkan lebih dari 300.000 EXP dan dapat dipastikan mereka akan mencapai level tinggi dalam waktu singkat.


“Aku akan mencoba sesuatu, meski ini belum terlalu sempurna...” Renne sedikit berbisik kepada Nathan.


Nathan langsung mengerti, itu berarti Renne meminta kepadanya untuk memberikan sedikit waktu guna mempersiapkan apa yang ingin gadis itu lakukan.


“Aku akan mengulur waktu sebanyak mungkin,” Nathan mengangguk dan sangat serius.


‘Padahal — ah, sudahlah.’ batin Renne.


Renne sebenarnya berniat untuk menyembunyikan hal itu. Ia tak bermaksud untuk menggunakannya saat ini karena hal itu dipersiapkan secara khusus untuk melawan monster kuat seperti naga bernama Zmaj.


Nathan menghilangkan keberadaannya dan dengan begitu cepat melesat, memberikan serangan dengan mengincar titik vital dari beberapa Big Boar yang berada di sana.


“Lihatlah itu, kedua manusia itu tengah berusaha mati-matian untuk dapat hidup.” Big Boar King tertawa.


Karena merasa kesal, Nathan berniat untuk mengeluarkan skill pamungkasnya dan menyerang Big Boar King itu. Tetapi, ia kembali mengingat kejadian sebelumnya. Celeng itu pasti sudah menyiapkan semacam trik khusus untuk kembali melakukan sesuatu yang sudah ia lakukan sebelumnya.


Nathan tak ingin kembali lengah, jadi dia hanya memutuskan untuk melindungi Renne hingga persiapan yang dilakukan oleh gadis itu selesai.


Di sisi lain, Renne sesekali menghindari Big Boar yang berhasil menerobos masuk dari jangkauan serang Nathan. Ia membuka inventory dan mengeluarkan beberapa benih yang sudah ia siapkan beberapa waktu lalu.


Benih itu sendiri memiliki nama dan merupakan tumbuhan berbahaya jika tumbuh menjadi sangat besar. Tanaman itu berjenis tanaman rambat dan mampu menyerap energi kehidupan serta memiliki waktu untuk tumbuh hanya dalam hitungan jam.


Yang menjadi masalah saat ini adalah tentang jangka waktu untuk tumbuhnya tanaman itu, tetapi tenang saja. Renne sudah menyiapkan sebuah skill yang sangat berguna untuk mengabaikan hal itu dan juga mengendalikannya.


Nathan yang menyadari hal itu tak bereaksi sedikit pun. Ia tahu jika Renne pasti sudah merencanakan sesuatu yang tak mungkin ia duga.


Renne melemparkan benih-benih itu ke segala penjuru dan mengaktifkan skill yang belum pernah ia gunakan sama sekali karena skill itu sangat menguras MP.


“Music of Life!”


Music of Life, sebuah skill yang diajarkan oleh Lany secara khusus kepada Renne. Skill ini sendiri berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman-tanaman tertentu dan mengendalikannya di waktu bersamaan, juga memberikan efek buff kepada rekan dalam ruang lingkup beberapa meter. Yang menjadi kelemahannya adalah karena keterampilan ini sangat boros, baik dalam penggunaan MP maupun cooldown.


Lantunan lagu yang keluar dari permainan harpa Renne terdengar begitu indah dan lembut dari pada Sleeping Lullaby, hingga membuat beberapa tanaman lainnya juga ikut bergoyang dan terkena efek.


Dengan tiba-tiba benih itu tumbuh menjadi tunas kemudian menjadi lebih besar dari sebelumnya. Setelah seluruh puluhan sampai ratusan benih itu tumbuh menjadi sangat besar, Renne mulai mengendalikan mereka, dan menjadikan benda itu sebagai tempat perlindungannya juga.


Renne menggerakkan tanaman itu kesana-kemari, menyerap energi kehidupan seluruh Big Boar yang menjadi incarannya. Nathan juga sama halnya, berkat skill Music of Life dari Renne, ia menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Tentu hal itu sudah diantisipasi oleh Nathan. Ia tak perlu khawatir lagi jika Big Boar King itu kembali menggunakan trik yang sama karena Renne sendiri sudah berada dalam perlindungan tanam rambat miliknya sendiri.


“Conviction Combo!”


Sebuah keterampilan yang meningkatkan kecepatan dan menambah daya kerusakan hingga beberapa kali lipat. Membunuh musuh dalam jangka waktu 20 detik akan meningkatkan seluruh atribut hingga mencapai 25%.


Nathan menahan serangan Big Boar King menggunakan kedua belatinya, kemudian ia mengeluarkan skill Stealth dan mencoba untuk membokong.


Serangan Nathan lantas berhasil dihindari oleh Big Boar yang sudah mengantisipasi hal itu. Hanya saja, ketika celeng itu berniat untuk menyerang Nathan, Renne mengganggu dengan mengerakkan salah satu dari tanaman rambat itu.


‘Hampir saja!’ batin Nathan.


Nathan kemudian kembali menyelinap ketika menyadari skill Stealth miliknya sudah melewati batas cooldown. Ia melemparkan belatinya dengan kecepatan tinggi, namun semua serangannya berhasil dihindari.


“Kau pikir cara seperti itu akan berhasil melukaiku?” Big Boar King tertawa.


“Poison Daggers!”


Sebuah cairan berwarna hijau yang diyakini sebagai racun mulai keluar untuk melumuri setiap bagian dari belati yang dimiliki oleh Nathan. Pria itu lantas melesat dengan cepat ke kanan dan kiri guna membingungkan penglihatan lawannya.


Trik yang digunakan oleh Nathan berhasil karena Big Boar King itu tidak dapat mengikuti kecepatan Nathan menggunakan matanya. Ia terkena serangan tepat di bagian perut dan mengalami sedikit pendarahan.


Hal itu sudah cukup bagi Nathan, yang hanya perlu ia lakukan adalah memastikan jika racun itu sudah menyebar ke seluruh badan monster itu.


Di saat bersamaan, Big Boar King itu mengerang kesakitan. Ia dengan tiba-tiba menangkap prajuritnya sendiri dan memakan mereka. Hal itu sontak membuat Renne dan Nathan terkejut di waktu bersamaan.


‘Kanibal,’ batin mereka berdua dalam waktu bersamaan.


Renne tahu jika itu dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dari Big Boar King dan menghilangkan berbagai efek negatif. Dengan memakan rekannya sendiri, seekor monster akan menjadi sangat kuat.


Setelah beberapa waktu, Big Boar lainnya mulai mengerumuni Big Boar King dan bersedia untuk dimakan. Lantas Renne tak ingin membiarkan hal itu terjadi begitu saja, ia dengan cepat menggerakkan tanaman-tanaman agar monster itu tidak menjadi lebih kuat lagi.


Nathan juga begitu, ia kembali berlari ke arah Big Boar King dan melepaskan skill Wind Cutter. Namun, dengan tiba-tiba sebuah penghalang muncul dan melayangkan Nathan beserta tanaman rambat yang dikendalikan oleh Renne.


Big Boar King tertawa, “Sudah terlambat, manusia! Aku sudah menjadi lebih kuat lagi!”


Sebuah bola hitam mengelilingi Big Boar King. Renne mengetahui hal itu, Big Boar King itu tengah mengalami proses evolusi yang akan membuatnya lebih kuat lagi dari sebelumnya. Mengganggu sekarang juga merupakan hal percuma karena monster itu kini bersifat transparan untuk beberapa waktu.