
Gadis itu, Violet mengeluarkan serangan yang mengakibatkan efek stun pada target dengan ruang lingkup yang cukup besar. Mereka tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang hanya berlangsung selama beberapa detik itu dan dengan segera mengayunkan pedang mereka.
Renne juga mengeluarkan Sleeping Lullaby dan berhasil membuat beberapa orang dewasa tertidur. Ia tak berniat untuk membunuh mereka dan memilih untuk menahan. Dengan begitu, Renne dapat memeras habis uang yang mereka miliki.
‘Sebentar lagi aku akan menjadi kaya,’ Renne cengar-cengir dan membuat Violet bingung karena perilakunya.
“Apa yang kau pikirkan?” Violet memiringkan kepala.
Renne langsung melengos, memalingkan wajah dengan malu karena gadis di depannya terlihat begitu cantik dengan rambut berwarna putih dan iris mata yang memiliki warna sama dengan rambutnya. Ia juga bermaksud untuk menyembunyikan perasaan bahagianya saat ini.
“Tidak ada apa-apa,” jawab Renne dengan segera.
Pertarungan terus berlangsung, Zerra mulai menyerang dan meluncur ke bawah tubuh mereka untuk menghindari serangan. Ia juga kemudian memukul pria itu dengan gagang di bagian kepala, dilakukan untuk membuatnya kehilangan kesadaran.
Nathan juga terus menyembunyikan kehadiran dan menyerang secara tiba-tiba. Karena kondisi saat ini sedang berada pada malam hari, tentu itu sangat menguntungkan dirinya yang merupakan seorang Assassins.
Setelah beberapa waktu, semua orang berhasil dikalahkan dan diikat dengan kuat membentuk lingkaran. Kesadaran mereka juga telah kembali sehingga Renne dapat dengan cepat memeras uang yang dimiliki oleh orang-orang itu.
“Lepaskan kami, sialan!” teriak orang yang merupakan kepala desa.
Renne tertawa ketika melihat orang-orang itu, sebelumnya mereka mengemis-ngemis untuk mendapatkan makanan dan sekarang meminta untuk dilepaskan setelah mencoba untuk merampok. Bukankah itu adalah skenario yang lucu untuk dipertontonkan?
“Berikan semua uang kalian jika ingin selamat," Renne tersenyum licik.
Sedangkan disisi lain, ketiga orang itu hanya dapat menganga ketika melihat secara langsung rencana Renne. Mereka tak menyangka jika gadis ini bermaksud untuk memeras mereka setelah menangkap dan mengikat.
“Kenapa, apa kalian tidak ingin nyawa kalian selamat?” lanjut Renne.
“Kami tidak akan melakukannya. Mati saja kau sana, sialan!” salah seorang mencuca.
“Oh, apa kau saat ini sedang tidak sadar dengan posisimu?” Renne tersenyum tipis. Sudah sangat jelas jika ia sedang merencanakan sesuatu yang tidak mungkin bisa ditebak oleh semua orang yang berada di sana.
Bersamaan dengan itu juga, para wanita yang merupakan istri-istri pada perampok ini datang membubus, mencoba untuk melakukan negosiasi dan meminta maaf atas perlakuan yang mereka lakukan.
“Tolong lepaskan, suami kami. Jika mereka tidak ada, siapa lagi yang akan mencari nafkah?” ucap Chun Hua, orang yang meminta Renne untuk merawat anaknya yang sakit.
Renne kembali tersenyum dengan begitu jahatnya, “Kau bilang lepaskan? Bukankah mereka sudah menyingkirkan anakmu, kenapa kau harus memohon ampun demi keselamatan orang seperti ini?”
“Meskipun begitu, jika kau membunuhnya, aku akan menjanda dan kondisi keuanganku akan terus memburuk ...” Chun Hua bersujud di hadapan Renne.
Renne bukanlah orang yang mudah memberikan belas kasih kepada orang lain. Dikhianati oleh orang terpercaya juga menjadi alasan dari sikapnya saat ini.
“Berikan aku 1000 koin emas,” titah Renne, lantas ia melanjutkan sebelum mereka menjawab, “Jika tidak ada uang, benda apa pun bisa.”
“Renne, bukankah itu terlalu berlebihan?” Nathan akhirnya angkat bicara, ia merasa tidak tega dengan penindasan yang dilakukan olehnya, meski mereka adalah orang-orang jahat.
“Kau terlalu baik, Nathan. Asal kau tahu, mereka memiliki uang lebih dari apa yang aku minta.” Renne membalas perlakuan Nathan dengan senyuman manis, berbeda dengan senyuman yang ia tunjukan kepada orang-orang jahat itu.
“Dari mana kau bisa mengetahuinya?” Nathan bertanya-tanya dengan heran, dilanjutkan dengan Violet yang sama penasaran.
“Mudah saja, sebelumnya aku sempat pergi ke rumah orang ini. Aku melihat bunga-bunga mereka yang tumbuh begitu subur. Kau tahu, beberapa jenis tanaman itu membutuhkan perawatan yang begitu mahal. Lalu, dinding rumah mereka yang juga membutuhkan perawatan khusus untuk tetap terlihat mewah dan indah. Ditambah dengan lantai yang terbuat dari marmer kualitas tinggi dan sebuah pelindung yang mengelilingi rumah mereka. Semua membutuhkan biaya yang terbilang cukup banyak.”
Nathan sedikit kagum dengan Renne. Gadis ini sudah merencanakan hal ini dan mengetahui banyak hal dari sesuatu yang ia perhatikan, entah itu sekilas maupun tidak. Violet sama halnya, ia juga menganggap Renne bukanlah orang bodoh dan kini ia memutuskan untuk mengikuti Renne setelah masalah ini selesai.
Penduduk desa tak dapat menyangkalnya lagi. Mereka sudah dibuat terdiam tanpa dapat melakukan perlawanan terlebih dahulu. Yang gadis itu katakan itu memanglah sebuah kebenaran yang tak terelakkan lagi.
“Baiklah, aku akan memberikannya seperti yang kau minta.”
「Chun Hua mentransfer 10000 koin emas kepadamu.」
Renne tertawa, sepertinya saking ketakutannya wanita itu, ia sampai salah mengetik jumlah yang akan ia berikan. “Kau memberikanku 10000 koin emas, itu sudah lebih dari cukup.”
Semua orang dibuat tercengang, bahkan Chun Hua sampai pingsan ketika mendengar hal itu. Para penduduk desa menjadi panik karena kesalahan orang yang menyimpan uang mereka. Mereka juga mulai mengeluarkan umpatan-umpatan kotor dan menjadi tak terkendali.
Ketika mereka sadari, rombongan Renne sudah melarikan diri terlebih dahulu dengan begitu cepat menuju arah hutan. Tentu saja mereka akan berpikir dua kali untuk mengejar, mengingat mereka telah dikalahkan dan kondisi hutan yang berbahaya di malam hari.
Sepanjang perjalanan Renne cengar-cengir secara terus menerus. Sangat wajar baginya untuk melakukan hal itu, apalagi baru saja mendapatkan jackpot dari orang-orang jahat itu.
“Kau benar-benar hebat,” Nathan masih dibuat tak percaya akan hal itu.
Bukan hanya menjual bahan makanan dan merawat seseorang, gadis di hadapannya saat ini berhasil menguras habis uang yang dimiliki orang-orang itu. Ia juga sangat teliti dan memperhitungkan setiap pergerakan, tak heran jika Renne memenuhi kriteria untuk dijadikan pemimpin party.
Violet juga berpikiran sama seperti Nathan dan bermaksud untuk segera meminta persetujuan agar dapat bergabung dengan party mereka saat ini.
“Perkenalkan, aku Violet.” Violet mencoba untuk bersalaman dengan Renne.
“Aku Renne dan dia Zerra.” Renne menggapai tangannya dan menunjuk ke arah anak laki-laki yang berada di sampingnya.
“Aku Nathan,” Nathan juga ikut-ikutan memperkenalkan diri.
“Renne, izinkan aku bergabung dengan party ini!” Violet terlihat begitu sungguh-sungguh dan penuh semangat.
Renne sudah tak perlu lagi memikirkan untuk menerimanya ataupun tidak. Violet adalah salah satu sahabatnya di masa depan dan berhenti bermain ketika ia dikeluarkan dari guild dengan alasan pengkhianatan. Meskipun begitu, Renne tidak boleh melepaskan kewaspadaannya begitu saja.
“Boleh," jawab Renne.