
Renne kini memainkan beberapa alat musik yang diberikan secara khusus oleh Viscount Aguestel. Hal itu dilakukan olehnya karena takut jika gadis itu memainkan semacam trik pada alat musik yang ia miliki.
Renne hanya dapat mengikuti permainan yang diberikan oleh bangsawan itu. Ia tidak boleh melawan karena hal itu berdampak pada rencana balas dendam dan ia akan kembali kehilangan teman-temannya yang berharga.
Viscount Aguestel tak bergeming ketika menonton pertunjukan yang diberikan oleh Renne. Di satu sisi ia terlihat menikmatinya dan di sisi lain malah sebaliknya.
Mereka juga sudah terlalu lama berada di ruangan itu. Yang membuat Renne khawatir adalah jika semacam rumor akan menyebar dengan begitu cepat dan hal itu akan berdampak pada Viscount Aguestel dan Renne sendiri.
Ia khawatir jika rumor seperti itu muncul akan menyebabkan sang Viscount kehilangan pamor, akibatnya Renne tak dapat melaksanakan rencananya yang bertujuan untuk memanfaatkan pria itu.
Renne berhasil menyelesaikan sebuah lagu yang baru saja ia pelajari dalam sekejap mata. Karena dulu pernah mendapatkan pelajaran langsung tentang cara bermain piano, Renne berhasil melakukannya dengan hasil yang memuaskan bagi dirinya sendiri.
Gadis itu menatap lembut sang Viscount yang duduk beberapa meter di depannya, berharap mendapatkan sebuah jawaban namun hal itu tak kunjung terjadi.
“Bagaimana? Apakah aku sudah lolos dari ini?” Renne sedikit tersenyum agar mendapatkan kesan baik, ia sudah belajar dari kesalahan sebelumnya.
“Itu buruk ... tetapi karena kau bisa melakukannya, aku rasa aku akan mengapresiasi hal itu.”
Mendengar jawaban begitu membuat Renne merasakan dua hal secara bersamaan. Ia merasa senang karena berhasil lolos dari maut mematikan, di sisi lain ia merasa tersiksa dan ingin mencekik pria berusia sekitar 30 tahun itu.
“Jangan merasa lega dulu, aku masih memiliki beberapa hal yang perlu kau lakukan.” Viscount Aguestel memperingati Renne.
“Aku tahu hal itu, tetapi apa semua akan baik-baik saja? Mengingat pesta pernikahan anakmu sedang berlangsung...” Renne mencoba untuk menghindarinya meskipun ia tahu jika hal itu mustahil untuk dilakukan.
“Aku percaya dengan anakku, mereka akan baik-baik saja meski aku tak berada di sampingnya.”
“Bukan itu yang aku khawatirkan. Bagaimana jika muncul rumor buruk tentangmu?” Renne mengerutkan dahi.
Viscount Aguestel menghembuskan nafas kesal sebelum berbicara, “Jika aku tidak siap akan hal itu, aku tidak mungkin mengadakan pesta pernikahan anakku di perdesaan seperti ini.”
Mendengar jawaban yang diberikan oleh pria itu membuat Renne terdiam. Memang benar apa yang dikatakan oleh Viscount Aguestel, mengadakan pesta di sebuah perdesaan saja sudah cukup untuk mencoreng nama baiknya.
“Ah, ya...” Renne membalas dengan singkat karena tak tahu harus berkata seperti apalagi.
“Setelah aku memperhatikan caramu memainkan alat musik itu, sepertinya kau sudah mendapatkan beberapa pelatihan? Apa itu benar?” Viscount Aguestel mencoba untuk memastikan.
“Begitulah,” jawab Renne singkat.
“Oh, aku lupa menanyakan tentang umurmu. Jadi, berapa?”
“17 tahun,” balas Renne.
Viscount Aguestel terlarut dalam pikirannya sendiri. Ia terus menatap ke arah meja yang menjadi tumpuan untuk kakinya itu. Di saat bersamaan Renne menatap tajam-tajam pria di hadapannya, menunggu beberapa reaksi.
“Kau terlalu muda untuk mewarisi Legendary Bard, tetapi aku rasa kau adalah gadis yang berbakat.” ucap sang Viscount.
Renne membalas dengan senyuman tipis, ia tak boleh melupakan fakta jika Viscount Aguestel masih akan memberikan beberapa pekerjaan sulit yang menyangkut tentang rencana balas dendamnya, jadi ia harus melakukan semua itu sesempurna mungkin.
“Jadi ... bisa kita lanjutkan hal ini?” Renne tak ingin menghabiskan banyak waktu lagi, ia harus segera menyelesaikan seluruh tantangan yang diberikan oleh Viscount Aguestel dan menepati janji untuk pergi melanjutkan perjalanan malam ini juga.
****
Renne sudah menceritakan segala hal berdasarkan apa yang ia ingat dan lakukan. Tak ada sedikit pun kebohongan yang keluar dari mulut itu melainkan sebuah kebenaran yang terlihat secara langsung melalui kedua mata.
Sebuah pesan notifikasi juga muncul di saat bersamaan.
「Berhasil menyelesaikan event Viscount Aguestel.
Hadiah: - Kepercayaan Viscount mencapai tingkat maksimal.
- Mendapatkan rekomendasi dari Viscount Aguestel.
- Auction Ticket.
- Mendapatkan julukan Trusted Person.」
Renne akhirnya benar-benar bisa menghirup udara segar kembali. Ia tak akan pernah lagi mendapatkan perlakuan dingin dari Viscount Aguestel dan mendapatkan beberapa keuntungan dari hal itu.
Ini adalah saat yang tepat untuk menjalin hubungan baik dengan sang bangsawan, oleh karena itu Renne harus segera melakukannya sebelum semua menjadi terlambat.
“Maaf, ada hal yang ingin aku tanyakan.” Renne sedikit memperlihatkan wajah manisnya kepada sang Viscount demi menarik perhatian.
Pria itu masih terlihat dingin meskipun sudah mempercayai Renne secara sepenuhnya.
“Apa itu?” Viscount Aguestel menarik alis ke atas.
“Ini tentang tanaman obat yang dapat menyembuhkan penyakit apa pun, apa aku bisa mendapatkan beberapa informasi penting?”
Viscount Aguestel diam sejenak. Ia memang memiliki informasi yang dibutuhkan oleh Renne dan hal itu akan dihargai mahal oleh beberapa orang yang mengincar barang itu.
“Apa yang akan kau lakukan dengan tanaman itu?” Viscount Aguestel mencoba untuk kembali memastikan.
“Itu karena Zerra, anak kecil yang bersamaku. Dia terkena penyakit langka dan umurnya tidak akan lebih dari satu tahun lagi. Aku memutuskan untuk menyelamatkannya karena dia adalah anak yang baik...” perjelas Renne.
Viscount Aguestel tak mendeteksi kebohongan sedikit pun dari apa yang diucapkan oleh Renne. Sebagai seorang bangsawan, sangat penting untuk memperhatikan pola gerakkan yang diberikan oleh lawan bicara.
Sebenarnya, Viscount Aguestel tak perlu melakukan hal itu. Dia sudah sangat percaya dengan Renne karena merupakan seorang pewaris dari Kakek Zou yang terdengar melegenda dan kini terlupakan.
“Baiklah, pertama-tama di sana ada seekor naga dengan nama Zmaj. Berkepala tiga dan memiliki regenerasi yang begitu mengerikan. Lalu, aku juga mengetahui beberapa jalur aman dari serangan monster.”
“Itu informasi yang sangat berharga. Aku berterima kasih dari lubuk hatiku terdalam.” Renne tersenyum dan menjadi sangat bersemangat.
Zmaj, nama naga yang memiliki kepala tiga dan regenerasi mengerikan itu memang sangatlah kuat. Tetapi, naga itu juga mudah untuk dikelabui. Renne hanya perlu membunuhnya dengan memberikan hadiah makanan berisi sulfur belerang.
Hanya saja, Renne mengetahui lebih dari itu. Dulu sekali, seekor Zmaj merupakan peliharaannya saat memimpin guild White Pearl. Mereka sangat membenci aroma dari Queen Thyme karena tanaman itu mengacaukan konsentrasi, beberapa indera, serta regenerasi dan kekuatan mereka juga akan berkurang sangat drastis.
Sebuah informasi yang hanya diketahui oleh Renne seorang. Karena dulu sekali, banyak orang yang takut ketika dihadapkan dengan naga itu dan memilih menghindar dari pada terkena efek hukuman.