Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
Gua Goblin



Serangan terus berlanjut hingga beberapa Goblin mulai kewalahan untuk menyerang. Merasa tak akan sanggup untuk mengalahkan kedua orang itu, mereka lantas berlari untuk menyelamatkan diri masing-masing. Dan dengan segera kedua orang itu pergi mengejar untuk mengetahui lokasi di mana para gadis disekap.


Melewati lorong yang gelap, tetapi tidak cukup gelap hingga membutakan mata. Mereka terus mengikuti langkah kaki yang tergesa-gesa itu menuju suatu tempat. Tempat yang mungkin akan membawa mereka kepada jalan yang sulit untuk mencapai sebuah keberhasilan.


Mereka sampai di sebuah tempat yang terlihat seperti arena bertarung. Beberapa dinding juga ikut disangga dengan tiang-tiang yang sudah terlapisi lumut dan retak. Saat kaki melangkah lebih jauh, dengan tiba-tiba pintu masuk terkunci.


“Sial, kita terjebak.” umpat Renne ketika mengetahui kehadiran ratusan Goblin yang menggantung di langit-langit. Terlihat juga beberapa monster hijau berdiri di lantai dua dan yang tersisa berasal dari pintu yang berbeda.


Setidaknya saat ini terdapat lebih dari ratusan Goblin yang mengepung mereka. Renne sendiri sudah tahu apa yang harus ia lakukan, mengandalkan keterampilan Dance of Death adalah jalan terbaik untuk saat ini. Namun, apakah dia dapat bertahan jika musuh yang dihadapinya saja sudah sebanyak ini?


“Zerra bersiaplah, lindungi aku selama mungkin.”


Renne meminta seperti demikian. Jika saja ia berhenti untuk memainkan alat musik, maka keterampilan dari Dance of Death akan berhenti sampai saat itu. Maka, ia diharuskan menunggu beberapa menit untuk dapat mengaktifkannya kembali.


Para Goblin kini sudah siap untuk meningkar dan menangkap kedua manusia itu. Mereka melompat dan berlari untuk memberikan serangan, tetapi Renne sudah terlebih dahulu mengaktifkan skill yang ia miliki.


“Dance of Death!”


Pergerakan dari beberapa Goblin terhenti dan mulai menjadi aneh. Mereka seakan-akan terhipnotis dengan suara yang berasal dari lantunan permainan alat musik yang berasal dari harpa milik Renne.


Zerra juga ingin segera bertindak Ia mengacah beberapa Goblin dan menusuk mereka tepat di jantung. Ia juga sesekali memenggal kepala monster-monster itu dengan sangat cepat.


Saat hendak diserang, anak itu kembali mengacan, lalu ia memberikan serangan amukan secara brutal terhadap monster hijau yang sedang dilawannya. Beberapa Goblin juga menjadi terbabas karena kehilangan bola mata.


Zerra kini membandul serta melompat ke atas bahu salah satu monster itu untuk membelah tubuh mereka menjadi dua. Para Goblin juga memerangi saudaranya yang terkena efek keterampilan gadis muda itu.


Serangan itu diperkuat oleh Zerra agar dapat membidas daerah musuh dan memasuki benteng pertahanan yang lebih jauh lagi. Saat hendak melakukan itu, seekor tuyul hijau mendada dan malah mati konyol karenanya.


Satu demi satu Goblin berhasil dikalahkan. Renne juga sudah berhasil berada di tempat yang lebih aman untuk menggunakan skill secara terus-menerus tanpa harus khawatir dengan musuh yang menyerang.


Kedamaian tak berlangsung lama. Renne tiba-tiba terdadak oleh seekor monster yang melompatinya dari ketinggian. Hal itu sontak membuat dirinya terempap dan efek dari skill tersebut hilang.


Zerra tersingahak, ia lantas dengan cepat berlari ke arah Renne dan menyingkirkan Goblin yang berada di atas tubuhnya. Monster itu berhasil dikalahkan tetapi keadaan semakin memburuk.


Mereka kali ini benar-benar tersudut akibat serangan seekor monster sebelumnya. Monster-monster itu menatap dengan tatapan mengerikan dan tajam. Hendak membunuh sekaligus menyekap.


Saat ini harpa yang biasanya ia gunakan terlepas dan berada jauh dari jangkauan. Membuka inventory juga adalah hal yang mustahil untuk dilakukan karena para Goblin akan semakin agresif jika ia melakukannya.


Renne mencoba untuk mengingat-ingat apa yang ia pelajari dari Lany, sebuah keterampilan tanpa memerlukan alat musik dan memiliki kemampuan untuk mengubah situasi menjadi sebaliknya.


‘Itu dia!’


“Wrestling Sound!”


Monster-monster itu menjadi panik karena sebuah serangan dadakan yang diberikan oleh Renne. Mereka kini berniat untuk menyerempak dan dengan sigapnya dihalau oleh Zerra.


Beberapa detik telah berlalu, Harp of the Golden Lion kini telah kembali ke tangannya. Ia juga selekas-lekasnya mengaktifkan keterampilan Death of Dance setelah melewati waktu batasan untuk dapat kembali digunakan.


‘Berjuanglah, Zerra!’ batin Renne, memberikan semangat melalui telepati, tentu saja itu mustahil untuk didengar.


Zerra menggeretang melompati musuh-musuhnya dan memberikan tusukan pada setiap kepala yang dilewati. Pertarungan terus dilakukan oleh anak itu untuk melampaui batasan yang belum pernah dilewati. Ia harus melakukan itu jika ingin menyambung hidup dan membuat majikannya itu senang.


Renne menghentikan permainannya, mencoba untuk mengaktifkan Sleeping Lullaby yang mungkin akan berdampak para Goblin tersebut. Ia sendiri selama ini belum melakukannya karena ragu akan hal itu dan ingin meningkatkan level dari keterampilan Dance of Death.


“Sleeping Lullaby!”


Beberapa ekor Goblin berhasil terkena efek tidur, tetapi beberapa lagi masih seperti semula, tak mendapatkan efek sedikit pun dari skill yang baru saja dikeluarkan.


Waktu telah berlalu, Zerra terkena banyak sekali luka pada tubuh kecilnya. Namun, berkat keterampilan baru yang dipelajari Renne, ia dapat memberikan penyembuhan tanpa memerlukan Health Potion sedikit pun.


Monster hijau yang mereka lawan selama ini juga semakin menipis seiring waktu berjalan. Hingga pada akhirnya, Zerra dan Renne berhasil membasmi seluruh Goblin yang berada di gua menyeramkan ini.


Kini, tugas mereka adalah menemukan keberadaan gadis yang disekap oleh para Goblin dan membawa mereka kembali ke desa sesegera mungkin.


Beberapa tempat yang terdapat di dalam gua telah mereka kunjungi, namun belum sedikit pun mendapatkan tanda-tanda keberadaan manusia. Hingga akhirnya, suara seorang perempuan melintasi telinga kedua orang itu.


Hal itu sontak membuat mereka berlari dengan cepat menuju sumber suara dari gadis yang meminta pertolongan itu. Sebuah tempat dengan pintu besi yang terkunci dengan sangat rapat.


“Apa ada orang di dalam?!” Renne berteriak, mencoba untuk mencari tahu kebenaran dibalik pintu itu.


“Ya, kami berada di dalam saat ini!” sahut seseorang dengan teriakan.


Renne mencoba untuk menerka-nerka, jika saja gadis itu berteriak, maka dapat dipastikan jika saat ini mereka sedang terikat oleh tali.


“Wrestling Sound!”


Kegunaan lain dari keterampilan Wrestling Sound adalah dapat digunakan untuk membuka gembok yang terkunci. Memang tidak masuk akal, tetapi ini adalah dunia game, dimana semua dapat terjadi dan lakukan.


Dengan segera gembok itu terbuka, begitu pula dengan pintu besi berkarat yang mencegah mereka masuk.


Betapa terkejutnya Renne ketika mengetahui kondisi dari gadis-gadis itu. Beberapa gadis terbunuh dengan tragis dan tergeletak di lantai. Bahkan hanya melihatnya saja membuat Renne ingin mengeluarkan isi perutnya. Sedangkan gadis lainnya berhasil selamat meskipun terikat oleh tali dengan sangat kuat.