Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
White Tiger



Violet sempat berpikir sebentar, lalu ia mengatakan apa yang terlintas di pikirannya, “Bagaimana dengan peralatan memasak? Aku akan menghiasinya dengan sangat indah hingga hadiah itu terlihat sangat mencolok!” Violet terlihat begitu bersemangat.


“Tidak ... aku rasa itu bukanlah hadiah yang bagus untuk seorang bangsawan mengingat mereka memiliki banyak pelayan.” Renne menggelengkan kepala.


Bagi seorang bangsawan, melakukan pekerjaan rumah akan mencoret nama baik mereka. Mereka juga akan menjadi bahan gunjingan bangsawan-bangsawan lain jika melakukannya. Juga, bangsawan tidak diminta untuk dapat melakukan pekerjaan rumah, termasuk perempuan sekalipun.


“Hmm, bagaimana dengan buket?”


“Itu terlalu sederhana, apa kau tidak bisa memikirkan hal yang lebih menarik?” Renne tidak tertarik karena hal itu terlalu biasa-biasa saja.


“Apa memang benar begitu? Beberapa bunga memiliki makna dan aroma yang khas ... aku curiga jika kau pasti tidak pernah mendapatkan sesuatu seperti itu, apa aku benar?”


Perkataan Violet benar-benar menusuk di hatinya. Yang dikatakan oleh gadis itu memang benar, Renne tidak pernah mendapatkan sesuatu seperti itu. Bahkan, pacaran sekalipun tak pernah ia rasakan dan hubungannya selama ini dengan Dyon hanyalah sebatas sahabat belaka. Sahabat palsu lebih tepatnya.


“Baiklah, baiklah. Aku akan menyerahkan semua ini pada Nyonya Muda Violet yang punya banyak pengalaman.” Renne menghembuskan nafas dengan begitu kesal.


“Serahkan padaku, aku akan membuat sesuatu yang luar biasa hingga orang-orang akan membukakan mulut mereka lebar-lebar ketika melihatnya.” Violet sangat bersemangat, matanya juga ikut berapi-api.


****


Semua orang membagi menjadi dua kelompok untuk mencari bunga yang berada di hutan. Mereka juga tidak boleh lengah karena besar kemungkinan beberapa monster akan menyerang dikala waktu lengah.


“Hmm, apa tanaman ini?” Renne menunjuk salah satu bunga yang berada di depannya, sontak membuat Zerra dan Artelis menoleh.


“Bukan ... sebenarnya aku juga mengetahui bunga seperti apa itu. Kau tahu, aku sering memberikan bunga-bunga seperti itu kepada beberapa gadis.”


‘Dia memanglah playboy,” batin Renne.


Mereka kembali menyusuri hutan lebih dalam lagi. Pandangan mata terus menjelajah ke berbagai tempat, juga dilakukan demi mengantisipasi serangan monster.


Beberapa tanaman obat juga menarik perhatian Renne, tetapi Artelis mengingatkannya karena saat ini ia memiliki batas waktu untuk menyelesaikan misi.


Sesuatu baru saja berderis, sontak membuat mereka bertiga mempersiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaan. Mereka juga saat ini tengah berada di tempat terbuka, tidak seperti sebelumnya sehingga akan sangat mudah menjadi incaran orang lain ataupun monster.


Ketika monster itu keluar dari persembunyiannya, angin berdebus dengan sangat kencang.


「White Tiger


Level: 10


HP: 10000/10000.」


“Sialan, kenapa harus di saat seperti ini? Mana lagi White Tiger itu punya skill pasif yang menyebalkan!” Renne mengumpat dengan kesal.


“Skill pasif, yang benar saja?!” Artelis tidak percaya.


“Kau akan terkena efek stun dengan jangka waktu 5 detik ketika menyerangnya dan skill pasif itu punya cooldown 20 detik.” perjelas Renne.


Sebelum sempat memberikan tanggapan atas apa yang Renne katakan, White Tiger itu sudah melompat untuk menerkam Artelis yang berada paling dekat dengannya.


Artelis menyadari hal itu dan memberikan perlawanan dengan membandul pedang. Serangannya berhasil melukai White Tiger, tetapi Artelis terkena efek stun.


“Sialan!” umpat Artelis.


White Tiger itu merasa mendapatkan kesempatan karena skill pasif yang ia miliki sudah aktif, dengan segera kembali melompat untuk menerkam Artelis.


Zerra sudah bersiap, ia memberikan serangan dan berhasil memukul mundur White Tiger tersebut. Tetapi, karena perbedaan kekuatan yang begitu jauh, pedang itu terjatuh tepat ketika harimau itu menjauh.


“Zerra, mundurlah!” perintah Renne.


Zerra tak terlalu memedulikan pedang yang terjatuh itu dan berlindung di belakang Renne. Tingkatan kekuatan mereka memang benar-benar berbeda hingga membuat tangan Zerra terasa sakit ketika menghantamkan pedangnya ke cakar dari White Tiger.


“Melody Arrow!”


Artelis juga sudah terlepas dari efek stun yang diberikan oleh White Tiger dan dengan segera kembali melakukan posisi pertahanan jika binatang itu berlari ke arah mereka.


Renne terus-menerus mengeluarkan anak panah yang bersumber dari permainan harpa itu. Hingga akhirnya, ia berhasil mengenai tubuh White Tiger dan terkena stun.


Serangan yang dikeluarkan oleh gadis itu berhenti. Sontak membuat White Tiger mengincar dirinya karena menganggap ia lebih berbahaya. Namun, tentu hal itu akan dihalau oleh Artelis yang sudah siap sedia.


Ia menerjang White Tiger itu dengan tubuh, di waktu bersamaan juga menancapkan pedang ke tubuhnya. Binatang buas itu terlempar ke tanah dan terguling-guling.


Darah segar mulai keluar dari bekas luka pemberian Artelis. Renne juga sudah terlepas dari efek stun dan kembali memfokuskan diri.


“Rage Sound!”


Rage Sound adalah salah satu skill yang memberikan tambahan kekuatan kepada orang yang dianggap sebagai sekutu dan memberikan efek debuff kepada musuh di sekitarnya.


「Proses penguasaan Rage Sound mencapai 1%.」


「Capai hingga 100% untuk meningkatkan keterampilan Rage Sound ke tingkat selanjutnya.」


“Oh, aku merasa bertambah lebih kuat!”


Renne mengganti skill Rage Sound dengan Melody Arrow. Hal itu karena skill yang baru saja ia gunakan tidak perlu dimainkan dalam jangka waktu lama seperti skill-skill lainnya.


Artelis berlari dengan cepat ke arah White Tiger yang dengan lincah menghindari serangan Renne.


Dengan penuh keberanian, Artelis mengayunkan pedang itu dengan niatan membunuh. Di saat bersamaan saat ia hendak memenggal kepala White Tiger, pedang itu ditangkis menggunakan cakar.


‘Monster ini kuat!’ batin Artelis.


Mereka masih mengadu kekuatan, tetapi di saat bersamaan Renne berhasil menancapkan tiga dari banyaknya anak panah yang ia keluarkan.


White Tiger mengerang kesakitan dan mencoba mengambil langkah agar dapat menjauh dari jangkauan serang dari kedua orang itu. Tetapi, Artelis yang sudah menyadari hal itu terlebih dahulu tak akan membiarkannya kesempatan sedikit pun.


“Sword of Justice!”


Sebuah cahaya tiba-tiba muncul dan menyelimuti pedang Artelis. Kecepatannya juga meningkat dengan begitu pesat. Lalu, Artelis mengayunkan pedangnya dan berhasil memenggal kepala White Tiger dan memberikan efek kematian instan.


「Berhasil mengalahkan White Tiger.


Hadiah: - Poin pengalaman bertambah 917.


- White Tiger Meat.」


「Proses penguasaan Melody Arrow mencapai 51%.」


「Capai hingga 100% untuk meningkatkan keterampilan Melody Arrow ke tingkat selanjutnya.」


Semua orang menjadi lega karena berhasil mengalahkan White Tiger tanpa mengalami luka. Mereka berhasil melakukannya karena kerja sama yang baik dan kepercayaan satu sama lain.


“Aku naik level 8!” Artelis berteriak dengan semangat.


Renne sedikit terkejut, ia tak menyangka jika level Artelis saat ini berada di bawahnya. Padahal, kekuatan Artelis sendiri sudah jauh berada di atas tingkatan itu. Namun, Renne tak terlalu ingin mempermasalahkan hal itu.


“Ayo kita lanjutkan pencariannya, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi.” ajak Renne.


Zerra mengambil kembali senjatanya yang terjatuh dan sudah kembali membuntuti Renne dari belakang, begitu pula dengan Artelis.


Artelis cengar-cengir sembari melirik Renne, “Renne ... aku sudah mengalahkan White Tiger itu untukmu, apakah kau akan memberikanku ciuman?”


“Mati sana!” Renne menatap sinis.


“Jahat...”