Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
Rembulan Malam



Hari sudah semakin malam ketika mereka sadari, karena terlalu sibuk mengobrol satu sama lain dan Violet adalah orang yang supel, mereka dibuat hingga lupa waktu. Sesuai dengan apa yang mereka sepakati sebelumnya, Renne dan Zerra akan melakukan penjagaan malam sampai batas waktu yang ditentukan.


“Kalau begitu, aku mohon bantuannya, ya!” Violet tersenyum ceria.


“Ya,” balas Renne dengan singkat.


Nathan dan Violet sudah memasuki tendanya masing-masing, dibuat berdekatan karena akan lebih mudah untuk dijangkau jika sesuatu yang buruk terjadi. Lagi pula Nathan bukanlah orang yang akan melakukan hal bodoh.


Renne melihat wajah Zerra dan menyapanya dengan senyuman. Sepertinya, anak itu memang kedinginan karena suhu udara saat ini, itulah kenapa ia diselimuti oleh selimut yang sangat tebal.


“Zerra, padahal kau tidak perlu menemaniku. Aku bisa melakukannya sendiri.” ucap Renne, ia kembali mengalihkan pandangan ke aliran sungai.


Zerra tak menjawab, ia terlalu malas untuk membuka dan menggerakkan mulut. Sebelumnya juga ia memaksa Renne tanpa berkata-kata. Memang sulit untuk dimengerti, tetapi gadis itu berhasil melakukannya.


Saat sinar rembulan semakin menerangi dataran hijau ini, sebuah kilatan cahaya terlihat di sungai yang mengalir dengan perlahan itu. Berbatuan yang menjadi dasar dan tumbuhan air yang tumbuh dapat terlihat begitu jelas di dalam air.


Renne menyadari sesuatu, salah satu dari tumbuhan air itu adalah tanaman yang juga memiliki harga mahal jika dijual kepada orang yang tepat. Beberapa orang membutuhkan tanaman itu untuk dijadikan hiasan dalam akuarium dan bernafas di air dalam jangka waktu yang cukup lama.


“Zerra, aku ingin mengambil tumbuhan itu dulu.” Renne berjalan ke arah aliran sungai itu.


Saat kakinya menginjak dasar sungai yang cetek itu, kakinya bergetar dan menggigil. Bergetar karena kedinginan yang dirasakan dengan tiba-tiba. Meskipun begitu, ia tak berniat untuk kembali ke permukaan.


Renne semakin mendekati tumbuhan yang terdapat di tengah-tengah aliran sungai. Kakinya juga merasakan kerasnya batu yang menjadi dasar. Setelah beberapa saat, ia berhasil menghampirinya dan memetik tanaman tersebut.


「Mendapatkan Queen Thyme.」


「Kumpulkan 811 tanaman obat lagi untuk mendapatkan keterampilan Competent Herbalism.」


Sepertinya Queen Thyme masih tergolong tanaman obat sehingga memunculkan notifikasi yang sama seperti saat Renne mengambil tanaman obat lainnya.


Renne sendiri tak terlalu tahu akan hal itu. Dulu sekali, ia sudah mencapai Master Herbalism yang mana merupakan tingkat tertinggi dari tingkat lainnya. Setelah mencapai itu, maka seluruh tingkat kualitas tanaman yang diambil akan sangat bagus, begitu pula dengan harga jual.


Semakin lama Renne memetik, semakin penuh pula inventory yang ia miliki. Karena sudah melebihi kapasitas dan diharuskan untuk menaikkan level agar ruang penyimpanan itu semakin besar, Renne terpaksa menyepit tumbuhan itu sembari mengambil tanaman lain.


Renne terus melakukannya hingga ia melihat sebuah benda tersangsang pada akar-akar pohon di tepi sungai. Gadis itu penasaran dan berniat untuk mengambilnya.


“Zerra, coba ke sini sebentar.” Renne tak ingin tanaman-tanaman itu hanyut dibawa arus sungai, jadi ia memutuskan untuk memberikannya kepada Zerra.


Anak itu berlari kecil ke arah Renne dan menunggu perintah.


“Bawa ini, aku akan melihat sesuatu sebentar.” Renne melemparkan Queen Thyme ke arah Zerra. Tumbuhan itu sangatlah ringan, jadi ia tak perlu khawatir dengan keadaannya.


Renne melangkahkan kakinya, meskipun sekujur badan itu menggigil, ia tetap memaksakan diri agar dapat menghilangkan rasa penasarannya. Setelah ia selidiki lebih dalam, ia menemukan sebuah cincin.


「Menemukan Duchess Love Ring.」


Sebuah cincin yang memiliki bentuk hati berwarna merah pada bagian atas dan cincin itu sendiri terlihat terbuat dari berlian murni.


‘Bisa kaya kalo dijual ...’ batin Renne, juga merupakan kalimat pertama yang terlintas di kepala ketika menemukan benda itu.


Zerra mengerti jika Renne kedinginan, kini dia mencoba untuk membuat api lebih besar lagi.


“Terima kasih, Zerra. Tolong jangan terlalu bersemangat karena kau akan membuat selimut ini terbakar,” Renne tersenyum kemudian mengalihkan pandangan, “Mungkin hutan ini juga bakal ke bakar,” tambahnya.


Zerra menyadari kesalahannya, untung saja gadis itu mengingatkan. Kini, ia hanya menambahkan kayu bakar dan mencoba untuk membuat api tetap hidup.


Renne mencoba untuk membuka informasi dari cincin tersebut. Belum pernah ditemuinya benda dengan nama seperti ini di kehidupan sebelumnya.


「Duchess Love Ring.


Deskripsi: Cincin milik Duchess Olivette, juga merupakan cincin peninggalan suaminya. Cincin ini sangatlah berharga baginya, bahkan melebihi nyawanya sendiri. Beliau kehilangan benda ini ketika sedang melakukan perjalanan dari Kerajaan Vemore menuju Kekaisaran Azotis.」


Sebuah notifikasi misi juga muncul secara bersamaan.


「Hidden Quest.


Level kesulitan: C


Deskripsi: Duchess Olivette kehilangan cincin kesayangan dan peninggalan suaminya. Oleh karena itu, ia akhir-akhir ini terlihat murung. Hal ini lantas mengganggu konsentrasi dan membuatnya lebih mudah diserang oleh bangsawan lain.


Tujuan: Berikan cincin ini kepada Duchess Olivette.


Hadiah: - Hadiah tersembunyi.


- Hubungan dengan Duchess Olivette akan meningkat.


- Kemungkinan besar untuk bertunangan dengan Refand Vaurez Olivette.」


「Terima.」


Renne tersenyum licik. Ia mengetahui siapa Duchess Olivette dan pernah menjumpainya beberapa kali walaupun hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja. Ia mengetahui jika wanita itu adalah orang yang kuat dan mandiri serta disegani di Kekaisaran Azotis.


Tanpa perlu dijelaskan hadiahnya, Renne sudah menebak apa yang akan ia dapatkan dari pemberian misi ini. Mulai dari ketenaran, uang dan sebagian wilayah kekuasaan, lalu ia juga akan menjalin hubungan baik dengan Duchess Olivette dan mendapatkan dukungan darinya.


Memikirkannya saja sudah membuat Renne cengar-cengir di depan Zerra. Jika dia memang benar-benar memberikan ini, Renne juga memiliki kesempatan untuk bertunangan dengan anak pertama dari Duchess Olivette.


Jika hal itu terjadi, ia akan menjadi seorang pemain yang menyandang gelar Duchess dan mendapatkan apa yang menjadi milik dari putra pertama.


Tetapi, Renne akan menolaknya dengan lembut agar tidak merusak citra sang Duchess. Menyandang gelar bangsawan seperti itu hanya akan mengekangnya dan membuat misi pembalasan dendam menjadi lebih sulit. Ia juga diharuskan untuk mengurus dokumen-dokumen dan hal lain yang berkaitan dengan kerajaan. Belum lagi, Renne diharuskan menjadi kepala keluarga karena di Kekaisaran Azotis, wanita yang berkuasa.


“Ah, maafkan aku Zerra. Aku hanya memikirkan sesuatu yang membuatku bahagia.” ucap Renne ketika melihat wajah kebingungan dari anak itu.


“Y-ya,” balas Zerra.


Renne sudah membereskan seluruh Queen Thyme dan membuang seluruh barang tidak berguna dari dalam inventory, sekarang ia memutuskan untuk membangunkan Nathan dan Violet karena sudah waktunya untuk bergantian dalam berjaga.