
Renne terkejut, seketika ia melilit Nathan menggunakan tumbuhan rambat itu dan kemudian menyelimutinya. Ia sangat tahu jika setelah mengalami perubahan, sebuah ledakan akan terjadi dan hal itu cukup untuk membunuh mereka dalam satu kali serangan.
「Big Boar King telah berevolusi menjadi Big Boar Emperor.」
「Event khusus akan diberlakukan beberapa saat lagi.」
Itu adalah kesempatan yang bagus untuk naik level, tetapi keadaan saat ini sangat tidak memungkinkan bagi mereka untuk menang. Apalagi kekuatan dari Big Boar King yang berubah menjadi Big Boar Emperor itu pasti sudah meningkat dengan sangat pesat.
“Jika saja mereka ada di sini, mungkin kemungkinan untuk menang akan bertambah...” lirih Renne.
“Itu benar,” balas Nathan yang mendengar.
Sebuah notifikasi dengan tiba-tiba muncul untuk memberitahukan sesuatu.
「Event telah dimulai.」
「Kalahkan Big Boar Emperor sebelum merusak permukiman penduduk setempat.」
「Kegagalan dalam melakukan event akan berdampak pada larangan bermain selama 10 hari.」
Nathan juga mendapatkan notifikasi yang sama, wajahnya berubah karena mengetahui hal itu.
Mereka berdua tahu jika keberadaan Big Boar Emperor memang akan menjadi sebuah ancaman, jadi mereka memutuskan untuk membunuhnya dalam waktu singkat.
Sesaat setelah itu, sebuah ledakan benar-benar muncul dan menghancurkan area sekitar. Big Boar yang berada di dekat monster yang sudah mengalami evolusi itu juga kini ikut terkena dampaknya.
Terlihat seekor celeng dengan tiga tanduk yang berada di kepala, memakai sebuah mahkota, dan mempunyai kulit hitam tebal. Matanya terlihat begitu tajam dan pada setiap kakinya terdapat kuku yang sangat-sangat tajam.
“Bersiaplah!” Renne memperingatkan Nathan karena ia menyadari aura membunuh yang lebih pekat lagi dari sebelumnya.
“Kau juga.”
Renne kembali menggerakkan jarinya guna mengaktifkan skill Music of Life, setelah itu ia mengerahkan seluruh tenaga dan menghisap energi kehidupan yang dimiliki oleh Big Boar.
Renne juga perlahan-lahan membukakan jalan keluar untuk Nathan agar pria itu dapat kembali menyelinap dan melakukan serangan dadakan.
Di saat bersamaan Big Boar Emperor itu berlari dengan sangat cepat dan menghancurkan seluruh tanaman yang sudah dikendalikan oleh Renne. Tentu hal itu percuma karena tanaman yang Renne gunakan memiliki regenerasi yang sangat cepat.
“Itu percuma,” Renne tertawa di dalam pelindungnya.
Di saat bersamaan Renne dibuat terkejut karena setelah terkena serangan dari Big Boar Emperor, tanaman itu sama sekali tidak meregenerasi.
Nathan berhasil membelakangi Big Boar King dan mengeluarkan skill miliknya. Hanya saja keberadaannya disadari oleh monster itu, sontak pria itu meloncat untuk menjauhi jangkauan serang.
‘Terkena satu serangan, maka habis riwayatku.’ batin Nathan.
Renne sempat bingung dengan kejadian itu, tetapi ia dapat menganalisis keadaan dengan sangat cepat. Di dalam mulut Big Boar Emperor itu terdapat cairan yang membunuh partikel regenerasi dan itulah yang menjadi alasan tanaman rambat itu tidak meregenerasi sama sekali.
“Kalau begitu, aku tinggal menyerang kaki dan bagian belakang monster itu saja, kan?”
Renne membuat tanaman itu memutari Big Boar Emperor dan mencoba untuk mengincar setiap bagian tubuhnya. Di saat bersamaan, Nathan juga menyerang dan membantu untuk mengalihkan.
Namun belumlah sempat memberikan serangan sedikit pun, Nathan sudah terpental akibat dorongan yang berasal dari bokong Big Boar King. Tanaman yang dikendalikan oleh Renne juga dilahap oleh monster itu beberapa saat setelah membuat Nathan terpental.
Kini, Big Boar Emperor itu mengalihkan pandangan dan mengabaikan keberadaan Renne yang sudah berada dekat dengannya. Ia membalikkan badan dan mengincar Nathan, tentu Renne tak akan tinggal diam. Ia dengan sigap mengerahkan tanaman itu.
“Sial, kecepatannya memang luar biasa. Aku tidak yakin dapat menyelamatkan Nathan.” Renne mengumpat kesal dan tetap berusaha sebaik mungkin.
“Terlam —!”
Sebuah bola api baru saja melesat ke arah Big Boar Emperor dan menghentikan langkahnya. Seorang perempuan dengan dua laki-laki yang membuntuti dari belakang.
“Violet!” teriak Renne.
“Kami tidak berkencan!” teriak Renne lagi dengan nada kesal.
“Apa ini? Jangan bilang kalo Renne sayangku sudah berpacaran dengan Nathan?” Artelis memperlihatkan wajah frustrasi dan putus asa.
“Berisik!”
Renne sangat ingin memukul kedua orang itu. Ia kemudian mengalihkan pandangan ke arah Zerra dan menyadari jika anak itu terlihat tengah cemburu. Renne menganggap itu wajar saja, beberapa hari ini memang mereka tidak terlalu dekat, jadi gadis itu memutuskan untuk mengangkat Zerra menggunakan tanaman rambat raksasa itu.
Renne membuat keberadaan Zerra berada tepat di sampingnya dan tersenyum manis untuk menunjukkan kasih sayangnya.
“Apa kau sudah bangun, Zerra?”
“Y-ya,” balas Zerra singkat.
Kembali ke pertempuran, semua orang kini memfokuskan pandangan pada Big Boar Emperor yang berada di hadapan mereka.
Artelis yang merupakan seorang Swordman tentu akan mengambil alih posisi tanker dan menahan sebisanya. Sedangkan Violet bersembunyi di belakang Renne dan mulai merapal mantra. Nathan sendiri sudah terlihat baik-baik saja sejak ia meminum Health Potion dengan menggunakan dirinya sendiri.
Di saat bersamaan, semua orang melepaskan serangan mereka masing-masing, mencoba untuk membunuh monster yang akan memberikan mereka banyak EXP nantinya.
Artelis berlari ke arah Big Boar Emperor menggunakan tanaman rambat raksasa yang dikendalikan oleh Renne. Dia kemudian melompat dari satu batang ke batang lainnya dan kini berada tepat di atas monster itu.
“Justice Sword!”
Artelis mengayunkan pedangnya secara vertikal dan melompat ke bawah dengan begitu cepat. Saat Big Boar Emperor hendak membukakan mulut guna menelan Artelis, sebuah bola api yang berasal dari sihir Violet mengenai tepat di bagian mulut.
Big Boar Emperor mengerang kesakitan. Karena tahu cairan itu tidak dapat digunakan kembali, monster itu lantas mencoba untuk meloncat agar terhindar dari serangan.
“Tak akan aku biarkan!” teriak Renne.
Renne menjalarkan tanaman itu dengan cepat dan melilit kaki Big Boar Emperor itu. Hal itu sendiri dilakukan dengan sangat mudah berkat ukuran tubuhnya yang begitu besar dan mudah diincar. Renne juga mulai menghisap energi kehidupan yang berasa dari kaki monster tersebut.
“Sialan kalian manusia!” umpat kesal Big Boar Emperor.
Pedang Artelis menancap tepat di bagian kepala Big Boar Emperor. Monster itu lantas dibuat sangat kesakitan ketika Artelis kembali menariknya dengan paksa dan mengeluarkan banyak darah yang mengucur.
Dilanjutkan dengan skill Freeze milik Violet yang membekukan darah itu menjadi kristal merah mengkilap. Pergerakan Big Boar Emperor terkunci untuk beberapa saat dan ia bergumam secara terus-menerus.
“Conviction Combo!”
“Poison Daggers!”
Nathan dengan begitu cepat memberikan berbagai macam luka di sekujur tubuh Big Boar Emperor, ia juga memecahkan es yang mengekang pergerakan dari monster tersebut.
Setelah selesai memberikan serangan, Renne menggerakkan tanaman itu dan memukul-mukul monster tersebut dengan sekuat-kuatnya.
Big Boar Emperor dibuat tak berdaya oleh party itu tanpa dapat memberikan serangan balasan. Dapat dipastikan jika kerja sama mereka saat ini memang sudah berada di level yang berbeda dari kebanyakan party yang ada.
Sebuah notifikasi juga muncul tepat setelah mereka mengalahkan monster tersebut.
「Berhasil menyelesaikan event Big Boar Emperor.
Hadiah: - Mysterious Box.
- Sword of Inferno.
- Seed of Life.」
「Naik level 23.」