Love Live Online: A Bard Grudge

Love Live Online: A Bard Grudge
Desa Licourt



Kedua orang itu kembali mengelana, mencari sebuah tanaman obat yang dirumorkan dapat menyembuhkan penyakit apa pun berdasarkan apa yang Renne dengar dari para NPC sebelum ia kembali ke masa sekarang. Selagi berjalan, gadis itu juga menyempatkan untuk mengumpulkan beberapa tanaman obat yang mungkin bisa menguatkan kondisi tubuh anak itu. Meski Renne dan Zerra tak tahu penyakit apa itu, mereka tak ingin berputus asa.


Renne baru saja selesai mengambil tanaman obat dan mendapatkan sebuah jendela notifikasi.


「Mendapatkan Dream Vanilla」


「Kumpulkan 951 tanaman obat lagi untuk mendapatkan keterampilan Competent Herbalism.」


“Ini menarik, Zerra. Bagaimana bisa terdapat tanaman langka seperti ini?!” Renne berapi-api dan dengan segera mengumpulkan tanaman-tanaman lainnya.


“Ya,” Zerra merespons dengan singkat.


Setelah beberapa saat, seekor Orc baru saja muncul untuk mengganggu kegiatan Renne. Namun, Zerra yang sudah menyadarinya dari awal langsung membunuh tanpa belas kasih.


Renne sudah menyadari kedatangan Orc tersebut lebih dulu dari pada Zerra. Tetapi, ia tetap membiarkannya karena tahu, anak itulah yang akan bergerak sendiri. Dan lagi, gadis itu mencoba untuk memercayai Zerra.


Ia sudah selesai mencabut dan memanen tanaman obat liar tersebut. Hasil yang didapatkan sendiri cukuplah banyak hingga bisa menghasilkan beberapa keping emas jika dijual.


“Zerra, ayo kita pergi keluar dari hutan ini.” Renne bergamit, memberikan isyarat dengan lambaian tangan.


“Ya,” Zerra kembali menanggapi dengan singkat.


Mereka kembali memulai perjalanan dan berniat untuk keluar dari hutan yang didiami saat ini. Karena sebagian besar pemain masih berada di kerajaan, ia dapat tenang tanpa terlalu mengkhawatirkan jika saja terdapat seseorang yang ingin melakukan PK terhadapnya.


Setelah lama berjalan, sekitar hampir belasan menit berlalu, mereka sampai di luar hutan. Selama perjalanan, mereka sempat bertemu dengan beberapa denai yang tertinggal di tanah. Tetapi, masih belum diketahui binatang apa itu.


Dari kejauhan, sebuah padang rumput terlihat sejauh mata memandang di bagian kiri Renne, dilengkapi dengan sebuah pohon besar yang menyendiri di tengah-tengah. Sedangkan di bagian kanan terlihat sebuah desa.


Mereka kini bertujuan untuk pergi ke sana, mendapatkan sebuah informasi tentang tanaman obat yang dapat menyembuhkan apa pun. Tak peduli jika itu adalah informasi yang besar ataupun kecil.


「Memasuki kawasan Desa Licourt.」


Permainan ini memanglah memberikan sebuah peta yang dapat digunakan oleh pemain secara gratis. Namun, peta tersebut hanya memperlihatkan daerah yang sudah dijelajahi. Sehingga, hal ini akan membuat pemain untuk menjelajahi tempat tak terjamah.


Beberapa hamparan sawah terlihat ketika kedua orang itu melintasi jalan setapak menuju desa tersebut. Beberapa orang juga terlihat sibuk tengah menyeduai dan beristirahat di dangau. Beberapa orang juga terlihat sedang mencencang dan bercocok tanam.


“Bukankah desa ini sangat damai? Aku bahkan ingin menetap di sini.”


“Ya.”


“Zerra, setidaknya katakan sesuatu selain ‘Ya’. Kau tahu, sudah seberapa bosan aku mendengarkan kata itu?” Renne mendengus.


“Ya,” Zerra tak membenakan ucapan Renne.


Renne menatap kesal anak laki-laki di sampingnya itu. Ia lantas cemberut dan memperlihatkan hal itu secara terang-terangan dan sesekali mengedipkan mata dengan centil. Hal itu sontak membuat Zerra melengos. Renne cengar-cengir ketika mendapatkan reaksi yang dianggapnya imut itu.


Tetapi, ketenangan itu tak berlangsung lama. Sebuah asap kehitam-hitaman yang berasal dari desa terlihat dengan begitu jelas dari kejauhan. Membuat kedua orang itu berlari dengan tergesa-gesa.


Mereka sampai di desa, berapa terkejutnya dengan kondisi orang-orang yang terbunuh oleh sekumpulan tuyul hijau menyeramkan dengan sebuah pedang dan busur di tangan masing-masing.


Renne menggerutu dalam diam. Kekesalannya terhadap sekumpulan Goblin ini meningkat hingga batas maksimal. Apalagi, monster hijau tak berperasaan ini juga membunuh dengan sadis.


Sebuah jendela notifikasi tiba-tiba muncul ketika seseorang yang terlihat seperti kepala desa datang memohon sembari bersujud di hadapan Renne.


Level kesulitan: B


Deskripsi: Desa Licourt telah melanggar perjanjian dengan hutan yang mengakibatkan sekelompok Goblin datang menyerang untuk membunuh dan menculik gadis desa. Hukuman akan diberikan jika misi yang dilakukan dianggap gagal.


Tujuan: Kalahkan 50 Goblin yang berada di desa dan selamatkan gadis desa yang disekap.


Hadiah: - 25 koin perak.


- 1.500 poin pengalaman.


- Furious Sword.


- Mendapatkan julukan Licourt Hero!」


Renne tersenyum, “Baiklah!”


「Terima.」


Renne dengan segera mengeluarkan keterampilan Dance of Death dan mengendalikan sebagian besar Goblin yang berada di desa. Dan saat Zerra hendak ikut bertarung agar mempercepat, Renne dengan segera menghentikannya.


“Simpan tenaga, kita nanti harus membebaskan gadis-gadis yang disekap.”


Zerra mengangguk mengerti. Sedangkan di sisi lain jumlah para Goblin semakin menipis karena saling membunuh satu sama lain. Dan setelah seluruh monster hijau itu dikalahkan, dengan segera mereka pergi ke hutan tempat di mana kepala desa memberitahukan persembunyian dari monster tersebut.


Kini mereka sampai di sebuah gua yang di sampingnya terdapat sebuah aliran air yang menuju langsung ke desa. Gua itu sendiri terlihat begitu menyeramkan dengan beberapa dinding yang terselimut oleh lumut.


“Tempat ini mengerikan...”


“Ya.”


Meski Renne terlihat ketakutan, ia dengan cepat bergerak tanpa gentar sedikit pun saat memasuki gua. Ia tak ingin membuang-buang banyak waktu dan ingin segera beristirahat.


Mereka memperhatikan sekitar, suara yang menggema dan kelelawar yang menggantung menemani mereka kala itu. Lalu terlihat pula batu yang sudah melalui proses abrasi. Beberapa batu juga terlihat acap di dalam kubangan lumpur.


Mereka semakin dalam memasuki gua tersebut. Terlihat sebuah cahaya dari kejauhan, dengan segera mereka menghampirinya dengan lari-lari kecil. Sebuah obor. Itu adalah sebuah obor yang terpasang untuk menerangi ruangan.


‘Tetapi, kenapa?’ batin Renne, heran.


Hal itu sangatlah janggal bagi Renne, seekor Goblin sebenarnya tidak memerlukan penerangan untuk bergerak dalam kegelapan. Hal itu dapat terjadi karena para monster bertubuh kecil berwarna hijau ini memiliki penglihatan seperti kucing.


Dengan tiba-tiba segerombolan Goblin datang untuk mengepung mereka berdua. Hal ini lantas menjawab pertanyaan Renne sebelumnya. Mereka sengaja memberikan penerangan untuk mengepung dari kedua sisi sehingga tak satu pun akan lolos.


“Wanita...” suara serak dari salah satu Goblin terdengar menjijikkan di telinga Renne.


“Melody Arrow!”


Sebuah gua yang menggemakan suara, tentu hal ini sangat menguntungkan bagi Renne. Beberapa panah mulai muncul dan menyerang musuh di depannya. Sedangkan di satu sisi Zerra mengambil ancang-ancang dan bersiap untuk bertarung dengan serius.


“Kau kalahkan bagian sana, aku akan mengurus bagian ini.”


Renne kembali mengeluarkan banyak sekali serangan-serangan panah yang berasal dari skill yang ia miliki. Sedangkan Zerra juga melawan menggunakan rapier pemberian majikannya itu.