
Sebelum matahari menunjukkan batang hidungnya, mereka berhasil keluar dari hutan itu tanpa menerima sedikit pun serangan dari monster. Sepertinya, informasi yang diperoleh Nathan memang benar adanya.
Renne dapat merasa lega karena hal itu. Tidak mengherankan kenapa pria itu mengotot sekali untuk pergi di malam hari, bahkan sebelum pesta di rumah Viscount Aguestel dilaksanakan.
Karena terjaga semalaman, Renne merasa sangat mengantuk, begitu pula dengan Nathan yang semalaman lebih memacu kuda untuk terus berjalan. Saat ini mereka sudah memutuskan untuk beristirahat di hamparan tanah luas, sehingga mereka dapat langsung mengetahui jika ada musuh yang menyerang.
Renne tak ingin tertidur dan membuang waktu berharga, sehingga ia memutuskan untuk membuat Stamina Potion yang berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan efek mengantuk tersebut.
Bahan-bahannya sendiri sudah ia miliki, juga botol dan alat untuk menumbuk tanaman obat. Bermodalkan pengetahuannya yang sudah sangat jauh dari pada pemain lainnya, Renne berhasil membuat barang berkualitas bagus meskipun ia hanya baru mencapai tingkat Competent Herbalism.
Tak memerlukan waktu lama bagi seorang Renne untuk membuatnya. Ia berhasil membuat barang itu hanya dalam hitungan menit, jadi ia dapat mencegah Nathan tertidur.
“Ah, apa Stamina Potion ini juga berfungsi pada kuda-kuda itu?” Renne bergumam, ia sendiri tidak pernah meminumkan ramuan itu pada seekor hewan.
“Jika itu terjadi ... bukankah kami bisa melanjutkan perjalanan?” lanjut Renne.
Renne membuka jendela informasi untuk mengetahui khasiat apa saja yang diberikan setelah sekian lama tidak melihat jendela itu lagi.
「Stamina Potion.
Pembuat: Renne
Kelangkaan: Unique.
Deskripsi: Stamina Potion yang dibuat langsung oleh seseorang yang memiliki kemampuan Competent Herbalism. Terbuat dari Forest Ginger dengan beberapa tanaman obat rahasia lainnya.
Efek: - Memulihkan stamina secara menyeluruh.」
Kelangkaan Unique adalah kelangkaan terakhir untuk sebuah potion. Oleh karena itu, potion dengan kelangkaan ini dibeli dengan harga yang cukup mahal hingga dapat menghabiskan beberapa koin emas. Hal itu karena khasiat yang memberikan efek penyembuhan secara penuh tanpa kekurangan sedikit pun.
Renne berjalan menghampiri Nathan yang terlihat sibuk memperhatikan kuda-kuda yang tengah makan beberapa meter darinya. Saat ini ia tengah menyenderkan tubuh di kereta guna mengembalikan stamina.
“Nathan, ambillah ini.” Renne memberikan sebuah botol berisi ramuan stamina yang baru saja ia racik.
“Apa ini? Aku tidak pernah melihat ramuan dengan warna kuning seperti ini.” Nathan bingung, memang benar jika tidak pernah sekalipun pihak pengembang membeberkan tentang Stamina Potion seperti ini.
“Penasaran? Minum saja,” titah Renne.
Lantas membuat Nathan benar-benar meminumnya tanpa pikir panjang lagi. Wajahnya sedikit berubah karena rasa yang cukup asing di lidah itu, tetapi ia tetap meminum tanpa membuangnya.
Perlahan tetapi pasti, sebuah efek khusus dari tingkat kelangkaan Unique dimunculkan. Sebuah kilatan cahaya berwarna kuning beterbangan di sekujur tubuh Nathan. Pria itu lantas melihatnya dengan mata yang berbinar.
“Kilatan cahaya ini sangat keren,” sebuah notifikasi kemudian muncul di hadapan Nathan, ia kemudian melanjutkan kembali perkataannya, “Staminaku kembali penuh, bagaimana bisa?!” Nathan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Berikan aku kembali botol itu,” Renne menagih botol potion itu.
Biasanya botol potion akan menghilang ketika isi di dalamnya sudah habis ataupun pecah, namun karena botol itu memiliki kualitas yang tinggi dan mahal, tentu itu tidak akan langsung menghilang.
“Ini, tetapi bagaimana bisa kau melakukannya?” Nathan masih tidak percaya, ia kemudian memberikan botol itu dan lanjut bicara, “Kalau dijual, ini harganya mahal, bukan?”
Tanpa perlu Nathan katakan, Renne sendiri sudah mengetahui hal itu. Namun, ia tak berniat untuk melakukannya. Ia lebih memilih untuk menunggu sampai memiliki pendukung yang cukup banyak karena serikat-serikat besar pasti akan mengincar dan memaksa untuk mengetahui rahasia dibalik itu semua.
Renne membalikkan badan tanpa menanggapi perkataan Nathan. Ia kemudian berjalan ke dalam kereta kuda guna melihat keberadaan Zerra yang terlelap tidur.
Akhir-akhir ini mereka jarang sekali memiliki waktu berdua. Jadi, hari ini Renne berniat untuk membawa Zerra berkeliling sebentar untuk menghabiskan waktu berdua.
‘Ya, meskipun Zerra pasti hanya akan mengucapkan kata ‘Ya’. Sudah lama sekali sejak dia mengatakan hal itu kepadaku, ya?’ batin Renne. Ia mengingat waktu di mana Zerra mengatakan hal lain selain kata-kata singkat.
Renne kali ini memutarbalikkan badan dan berjalan ke arah kuda yang terikat di pohon sambil memakan rumput dan meminum air. Namun langkahnya tiba-tiba tersendat ketika mendengar ucapan Nathan.
“Apa mereka sudah bangun? Kita masih mempunyai beberapa jam lagi sebelum melanjutkan perjalanan.” tanya Nathan.
Renne membalikkan muka dan menjawab, “Sepertinya belum,” kemudian ia kembali melangkahkan kaki ke arah dua kuda itu.
“Apa kau mau berburu di sekitar sini? Aku rasa mungkin akan ada beberapa monster kuat yang berkeliaran, sekalian leveling.” ajak Nathan.
Renne sempat berpikir sebentar, itu adalah tawaran yang cukup bagus untuk saat ini. Ditambah lagi Renne belum meningkatkan levelnya belakangan ini.
“Ya, aku akan ikut. Tetapi tunggulah sebentar.” Renne tersenyum.
Renne menghampiri kuda itu dan menuangkan Stamina Potion ke dalam bak berisi air minum untuk kuda itu. Kemudian ia menunggu beberapa saat, namun tak ada yang terjadi.
‘Apa karena mereka bukan manusia? Bahkan kilatan itu juga tidak muncul.’ Renne mendengus kesal.
‘Sudahlah, aku mungkin akan ikut Nathan berburu saja.’ Renne membalikkan badan dan berteriak, “Ayo kita pergi!” ajaknya.
Nathan membalas teriakan Renne dengan senyuman, “Ya!” sahutnya.
****
Mereka sudah berada beberapa ratus meter dari keberadaan kereta kuda. Karena Renne sudah membuat beberapa perangkap di sekitar Violet dan lainnya, mereka dapat tenang sembari melakukan pemburuan.
Ilalang yang tinggi tak mengganggu Renne sedikit pun. Ia memiliki pendengaran yang bagus berkat profesi Legendary Bard, jadi ia dapat tahu ada monster yang tiba-tiba menyerang.
“Alang-alang ini sangat mengganggu,” Nathan menebas seluruh rumput yang menghalangi jalan menggunakan belatinya.
“Ya, aku juga merasa begitu.” balas Renne.
“Mungkin akan ada beberapa Goblin di sini, dan ... Boar tentunya.”
Mereka melihat seekor celeng raksasa tengah tertidur di tempat terbuka, tak jauh dari tempat mereka berada saat ini. Nathan berniat untuk memberikan serangan kritis jadi ia mengendap-endap dengan menggunakan skill Stealth.
「Big Boar
Level: 9
HP: 8000/8000.」
Renne tak menghentikannya, ia juga menyiapkan sihir guna menyerang celeng itu jika Nathan tidak berhasil membunuhnya dalam satu kali serangan.