
Renne sudah kembali ke tempat di mana Nathan menunggu. Sebuah tempat yang memperlihatkan hamparan padang rumput luas dengan suasana dan angin yang begitu menyejukkan hati. Setelah beberapa saat Nathan mangut, Renne dengan tiba-tiba mengagetkannya. Pria itu hampir dibuat terkinjat.
“Apa kau sudah menyelesaikan misi itu?” Nathan terlihat tak terlalu mempermasalahkannya.
“Ya, itu sangat mudah karena aku memiliki seluruh tanaman obat yang diperlukan.” Renne membalas dengan senyuman, kemudian dia duduk di kursi dengan Zerra yang bersangga pada tubuh Renne.
“Sepertinya kau memang ahli dalam obat-obatan,” puji Nathan.
Renne tak membalas pernyataan Nathan, ia memilih untuk tetap diam agar tak membocorkan informasi apa pun yang ia miliki. Selama perilaku dan kebenaran tentang pria di depannya belum terungkap, Renne akan terus menyimpan hal itu.
“Ngomong-ngomong, akan ada banyak tanaman obat di hutan yang akan kita lewati besok.” Nathan juga ikut menyenderkan tubuh di kursi kereta, bertatapan muka langsung dengan Renne.
“Apakah itu benar? Aku ingin mengumpulkan sebanyak mungkin tanaman obat yang aku perlukan.”
“Ya, tidak masalah. Kita sedang tidak terburu-buru.”
Sebuah kebahagiaan terlukis di wajah cantik gadis itu, mengumpulkan tanaman obat adalah keahliannya dan pekerjaan yang sangat ia sukai di permainan ini. Itulah kenapa dia menjadi seorang Healer di masa lalu.
Tanpa mereka sadari, waktu telah berlalu dan malam mulai menggantikan siang. Mereka menginap di alam bebas karena memang tak memiliki rumah persinggahan. Penduduk desa telah menawarkan hal itu sebelumnya, tetapi ditolak mentah-mentah oleh Nathan dengan sebuah alasan.
Kini, mereka sedang menghangatkan diri dengan mengelilingi api unggun dan memanggang ikan bakar di atasnya. Zerra terlihat sibuk memutar ikan itu, sedangkan Renne sendiri terus memperhatikan layar jendela yang ia miliki.
「Renne.
Level: 10
Profesi: Legendary Bard
Ras: Human
Jenis kelamin: Perempuan
HP: 2200/2200
MP: 1250/1250
EXP: 3471/100000
Popularitas: 1256
Status poin: 100
Status:
STR: 10
AGI: 10
VIT: 10 + 20
INT: 10 + 50
DEX: 10 + 30
LUK: 10
Keterangan: Silakan diisi sendiri (bersifat publik).」
「Apakah Anda akan menambahkan status poin?」
「Ya.」
Renne tak terlalu mengerti bagaimana cara untuk menambahkan poin yang ia dapatkan dan malah melakukan hal itu seperti dulu, menambahkan poin pada status sama seperti saat ia masih menjadi seorang Healer.
“Ini enak, terima kasih.” Renne tersenyum tipis dan kembali melanjutkan makan.
Nathan yang melihat juga ikut tersenyum. Ia ikut-ikutan menikmati makanan meskipun sesuatu terus berada di pikirannya. Sampai akhirnya, Nathan memberanikan diri untuk berbicara.
“Renne, ada yang ingin aku bicarakan. Ayo masuk ke dalam kereta, ajak Zerra juga.”
Nathan berjalan memasuki kereta tanpa memberitahu alasan terlebih dahulu. Karena pria itu terlihat begitu serius, Renne mengangguk dan segera mengikuti setelah menaruh kembali makanan itu, begitu pula dengan Zerra.
“Katakanlah,” ucap Renne.
“Sebenarnya, aku merasakan kejanggalan di desa ini. Tidakkah kau curiga tentang uang dan kebaikan yang mereka berikan hanya karena menjual bahan makanan. Mereka mampu dan menyanggupi untuk membeli bahan makanan yang kau miliki dengan harga mahal.”
Renne sendiri sudah mengetahui hal itu, ia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang sedang dirasakan oleh Nathan. Kejanggalan memang benar-benar terjadi dan hal itu patut untuk diselidiki.
“Mereka sebelumnya juga memaksa agar kita tinggal di salah satu rumah mewah yang ada di desa ini. Aku tadi juga sempat ditawarkan makanan oleh NPC itu.”
Nathan terkejut mendengar perkataan Renne, “Apa kau memakannya, apa kau tidak merasakan apa-apa?”
“Tak ada yang kau perlu khawatirkan. Aku sama sekali tidak mengambil, bahkan memegang saja tidak aku lakukan. Untuk Zerra, pengawasanku tak pernah lepas darinya.”
“Begitukah, setidaknya kita bisa tenang ...”
Setelah beberapa waktu, mereka terus membicarakan hal itu hingga akhirnya Zerra kembali menarik pakaian Renne dan terlihat seperti ingin memberitahukan sesuatu.
“Ada apa, Zerra?” Renne menolehkan wajahnya dan sedikit memasang senyuman tipis.
Zerra belum langsung membalasnya, ia terlihat masih mengumpulkan kepercayaan diri untuk mengatakan hal yang ia inginkan.
“Penjahat,” lirih Zerra.
Nathan tak mengerti apa yang ingin disampaikan oleh anak itu dengan sepenggal kata yang ia ucapkan, tetapi Renne dapat memahami langsung apa yang dimaksud olehnya.
Renne ingat sekali, dulu terdapat sebuah desa kecil yang dihuni oleh orang-orang jahat yang merampok setiap pedagang yang berdatangan. Oleh karena itu, para pedagang memilih memutar untuk menghindari desa tersebut.
Merasa resah akan hal itu, beberapa orang mulai memberikan misi ke Guild Petualang untuk mengatasi masalah ini. Meskipun Renne hanya mendengar dan tak ikut melakukan penyerangan ke desa tersebut, tetapi ia tahu jika jumlah musuh sangatlah banyak.
“Ah, Zerra mencoba untuk menyampaikan jika seluruh penduduk di sini merupakan penjahat dan ia sendiri sepertinya mendapatkan informasi itu dari anak yang sudah aku selamatkan, bukankah begitu?” Renne menolehkan wajahnya ke arah Zerra untuk memastikan kebenaran dari tebakannya itu.
Zerra mengangguk sedangkan Nathan terkagum-kagum dengan Renne. Ia mulai beranggapan jika kedua orang itu memiliki hubungan dan perasaan yang dapat saling mengerti.
Setelah beberapa saat, terdengar bunyi yang mencurigakan dari rumput yang bergesek. Dengan segera ketiga orang itu menyiapkan senjata, untungnya di dalam kereta itu tak ada penerangan sehingga pergerakan dari mereka tak akan diketahui.
Ketiga orang itu berancang-ancang. Saat tirai dibuka, dengan segera Nathan menendang wajah orang tersebut. Renne juga menyiapkan keterampilan yang akan ia gunakan.
Kedua orang itu keluar dan menyusul Nathan yang sudah terlebih dahulu. Didapati puluhan penjahat yang merupakan orang yang pernah mereka temui sebelumnya. Sepertinya mereka melakukan ini secara terang-terangan sehingga informasi tentang mereka dapat bocor dengan mudah.
Seseorang baru saja tertawa, “Aku tak menyangka jika seseorang di desa berkhianat...” kemudian ia berjalan dengan santai untuk mendekati ketiga orang itu, “Ya, itu tak masalah. Aku sudah menyingkirkan anak itu.”
Renne dibuat marah ketika mendengar hal itu. Bagaimana bisa orang-orang ini melakukan hal sejahat itu? Tetapi berkat hal itu, Renne tak perlu menahan kekuatannya lagi. Jika perlu, ia juga akan menghabisi seluruh orang.
“Melody Arrow!”
Saat panah itu mulai dilepaskan, Zerra berlari mengiringinya dan mulai menyerang puluhan orang yang berniat untuk merampok mereka. Sedangkan Nathan sendiri sudah terlebih dahulu menyelinap dan mulai bergerak dengan sangat cepat.
Pertarungan berlangsung sangat sengit karena jumlah dari penjahat itu yang terbilang sangat merepotkan. Renne juga hampir kehabisan MP dan kedua orang itu juga mulai terlihat kelelahan.
Saat mereka hampir terdesak, seorang gadis baru saja terjun dari atas langit. Renne sempat melihat wajahnya dan mengetahui orang itu.
“Violet?!”