Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



Sedangkan Rafa yang mendengarkan suara wanita yang saat ini baru saja masuk pun melangkahkan kakinya dengan senyuman di bibirnya yang tak lepas dari pandangan Clara.


"Mas Albert gimana kabarnya?" tanyanya yang kini tersenyum melihat Albert dan tak lama kemudian dia pun memeluk tubuh Eka yang terlihat tersenyum kikuk menyambut mereka yang saat ini tersenyum.


"Hallo Om tante dan kakk ...." ucap perempuan cantik yang saat ini menatap Rafa dengan wajah yang terlihat ragu.


"Rafa sayang" ucap sang wanita yang kini menatap Rafa dengan kagun.


"Bunda" panggil Rafa yang kini mencium punggung tangan wanita yang kini ada di hadapannya.


"Apa kabar sayang?"tanya Wanita cantik yang kini menatap Rafa yang kini terlihat berbeda dari sebelumnya.


"Baik Bund, mana Ayah?" ucap Rafa yang kini mencari sosok laki-laki yang tak pernah berubah, laki-laki yang sempat ia benci karna membuatnya tak bisa bersama dengan Delia akan tetapi sebuah pengertian dari Delia membuatnya lebih paham.


"Ayah sedang ada kerjaan makanya Bunda kesini"ucap Delia yang kini tersenyum menatap Rafa.


"Kalian lagi mau makan ya?" tanya Delia yang kini menatap masakan yang ada di meja yang ada hadapannya.


"Iya bunda ayo, kita makan bersama. Mami sudah siapin semuanya" jawab Rafa yang sibuk menggandeng tangan Delia.


Sedangkan orang yang melihat Rafa pun hanya menggelengkan kepalanya bagaimana tidak ia akan terlihat seperti anak kecil saat bersama dengan Delia.


"Berhentilah seperti itu kak, sungguh membuat ku geli" ucap Clara yang kini melangkahkan kakinya mendekat ke arah Rafa dan juga Delia.


"Lalu kenapa kamu mendekati Bunda hem?" tanya Rafa yang kini curiga menatap sang adik.


"Suka-suka Ara dong, kan aku juga kangen sama bunda" ucap Clara yang kini menatap sinis sang kakak.


"Ck dasar" ucap Rafa yang tahu pada akhirnya Clara lah yang menang ada di dekapan sang Bunda.


Mereka nampak bercerita dengan serius dengan sesekali terdengar gelak tawa yang keluar dari Kirana saat berhasil membuat sang kakak yang terlihat kesal.


Ting tong ....


suara bel pun kembali terdengar dan kini terlihat Dika yang kini tersenyum saat menatap Rafa dan juga Clara yang saat ini dekat dengan sang istri sedangkan Si kembar yang bercerita dengan Albert dan juga Eka.


"Kalian bertukar orang tua kah?" ucap Dika yang kini meletakkan beberapa bingkisan di meja dan menatap anak-anak yang ada di sampingnya.


"Ayah" ucap mereka kompak dengan berjalan ke arah Dika yang saat ini diam dan tau apa yang diinginkan oleh si kembar dan juga Rafa dan juga Clara.


"Ayah tau mau kalian, jadi tolong biarkan ayah dekat dengan istri ayah dulu" jawab Dika yang kini melangkahkan kakinya mencium kening Delia yang kini tersenyum menatap Dika.


"Ayah Dika tidak pernah berubah, Bun?" ucap Rafa yang kini mengambil bingkisan dan membukanya.


"Dika kan bucin Rafa, mana bisa berubah" ucap Albert yang kini melangkahkan kakinya ke meja makan.


"Hmm tapi Papi pun juga buuu" ucap Rafa yang hendak menyatakan jika Albert pun sama akan tetapi terpotong karna ucapan Clara yang berkata jika dirinya lapar.


Mereka pun makan bersama dengan gelak tawa yang membuat mereka mengingat masa-masa di mana Rafa yang terlihat begitu mengemaskan sehingga membuat Rafa tak mampu berkutik untuk membela sedikit pun.


Sedangkan Candra diam-diam memperhatikan Clara yang kini sedang tertawa dengan senyuman yang membuat dirinya tersenyum tipis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Sebuah keraguan yang datang membuat seakan kepercayaan hilang, ketika kejujuran tak lagi di percaya dan seketika saat itu juga perasaan kembali tak menentu.. Maka bisakah kita melewati atau mempercayai semuanya???...


...sny...