Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



Viona menekan ikon hijau, menelpon Clara akan tetapi ponselnya tak aktif membuat Viona hanya menatap layarnya dengan perasaan bersalah. Tak lama kemudian Viona pun mengirim pesan kepada Clara, dengan harapan jika Clara mengaktifkan ponselnya bisa membaca pesan darinya.


Setelah mengirim pesan untuk Clara, Viona pun melangkahkan kakinya melihat Kanaya yang masih tidur dengan nyenyaknya. Ia mengelus mengusap puncak kepala Kanaya dengan lembut, menatap wajah polos keponakannya yang terlihat tenang dengan tidurnya dengan sesekali wajahnya terlihat tersenyum. Viona menatap lekat wajah Kanaya ia memikirkan bagaimana jika keponakannya mencari dimana Clara akan tetapi ia pun tak bisa membuat Kanaya terus-terusan seperti ini.


"Tidur yang nyenyak sayang" ucap Viona dengan pelan dengan mencium kening Kanaya.


Setelah itu Viona pun melangkahkan kakinya keluar dengan menuju kamar sang kakak. Tangannya hendak memutar knop pintu akan tetapi suara dering ponselnya membuatnya tak jadi untuk masuk, di dalam kamar sang kakak. Viona tersenyum saat melihat ikon nama My Friend, dengan menekan ikon hijau ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan kamar sang kakak.


"Hallo, Assalammualaikum Vi" ucap Clara yang kini terlihat sedang duduk di ranjang.


"Wa'alaikumsalam warohmatullah wabarokatu" jawab Viona yang kini tersenyum menatap sahabatnya, Clara.


"Sorry Ra, tadi hp ada di meja dan mode getar aja. Karna tadi juga lagi gendong Kanaya yang mau tidur " sambung Viona yang kini menatap layar ponselnya.


"Tidak masalah Vi,, tadi menelpon karna mau pamit itu saja si" jawab Clara.


"Hmm, kenapa mendadak Ra?" tanya Viona dengan serius.


"Bukan mendadak si tapi memang udah di fikirin beberapa bulan yang lalu Vi. Hanya saja aku seakan mau atau gak, masih ragu dan masih takut untuk berpisah dengan Mami dan juga Papi" ucap Clara menjelaskan.


"Tak masalah, semoga kamu sukses hebat dan bisa membanggakan orang tua ya Ra. Ingat belajar dan apa yang kita ucapkan dulu." ucap Viona yang memberikan semangat untuk sahabatnya.


"Kita akan terus dekat Ra, walaupun terpisahkan oleh jarak. Lagi pula sekarang canggih bisa kita telponan tiap hari atau jika kita rindu bisa kan menghabiskan waktu bersama dengan video call" sambung Viona dengan tersenyum.


"Iya Vi, ehh mana Kanaya?" Ucap Clara yang mencari keberadaan Kanaya.


"Ya ampun si gembul"ucap Clara yang kini melihat Kanaya.


"Udah tidur dari tadi Ra, ini belum bangun sampai sekarang" ucap Viona.


"Gak ada masalah, dia tidur siang tiap hari aja udah membuatnya pintar Vi. jadi usahakan tiap hari ia harus tidur siang walaupun hanya beberapa menit saja" jawab Clara dengan menatap layar ponselnya yang memperlihatkan Kanaya.


"Iya Ra, ada beberapa hari yang lalu aku pun membaca artikel baik untuk kesehatan dan juga kecerdasan anak jika tiap siang mereka tidur " ucap Viona yang kini tersenyum menatap layarnya yang kini telah memperlihatkan dirinya.


Clara pun menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Viona tentang kecerdasan anak-anak.


"Maka dari itu, tidurkan anak saat siang hari" ucap Clara yang kini menatap layar ponselnya tersenyum menatap Viona yang kini menganggukkan kepalanya.


Baik Clara dan juga Viona sama-sama bercerita entah apa yang mereka katakan akan tetapi panggilan Video masih berlanjut.


Di saat mereka melakukan panggilan di saat itu juga Vian mendengarkan suara Clara, Vian melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar Kanaya.


"Clara?" panggil Vian yang kini melangkahkan kakinya menatap layar ponsel.


"Ada apa kak?"tanya Viona yang kini menatap sang kakak.


"Tidak" ucap Vian yang kini melangkahkan kakinya mendekat ke arah Kanaya, sang Putri.